Sabtu, 22 Juni 2024
Selular.ID -

Orang Indonesia Lebih Paham Augmented Reality Melalui Pendekatan Praktek

BACA JUGA

interior Jakarta, Selular.ID – Banyak orang mulai mengenal dan menikmati teknologi augmented reality (AR) setelah demam permainan Pokemon Go yang begitu menyita perhatian. Padahal implementasi AR sudah terjadi beberapa tahun lalu.

Sering telat mengadopsi suatu teknologi, bukan berarti konsumen Indonesia buta atas perkembangan industri digital. Tapi biasanya ada masalah pada edukasinya.

Daniel Surya, CEO Group, berbagi pengalaman soal menjual teknologi AR kepada konsumen lokal. “Mengenalkan AR ke orang Indonesia itu mudah-mudah sulit tapi juga sulit-sulit mudah. Makanya kita banyak sekali mulai dari luar (negeri),” tutur Daniel Surya, CEO AR Group, tentang proyek yang sering dikerjakan oleh perusahaannya.

Menurut pengalaman Daniel, pendekatan mengenalkan teknologi AR harus dibalik, bukan lagi hanya melalui teori tapi lebih kepada praktek.

“Jangan mengedukasi orang Indonesia dengan terminologi teknologinya tetapi langsung ke metode praktek. Capek kalau hanya ngomong tentang augmented reality. Tapi kita ubah dengan ‘nikmatin aktifitas dengan augemented reality, nikmatin dengan MindStores, nikmatin dengan lain-lainnya,” jelasnya.

Lanjut Daniel berpandangan, bahwa pendekatan melalui teori kebanyakan berujung dengan ketidakpahaman. Namun dengan pengenalan praktek, pengguna bisa langsung merasakan pengalaman menggunakan augemented reality.

“Perusahaan teknologi yang bagus, adalah menyederhanakan sesuatu yang rumit karena pada dasarnya teknologi dibangun untuk mempermudah hidup orang,” pungkasnya.

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU

Realme GT 6 Ada Versi Murahnya!