Jakarta, Selular.ID – Bagaimana peluang penjualan Galaxy S9 pasca diluncurkan? Harian The Korea Herald menurunkan bocorannya berdasarkan prediksi dari kalangan industri.

Pemasok suku cadang ponsel, memperkirakan Samsung akan mengirimkan 20 juta model seri Galaxy S10 pada akhir Juni, yang akan mendorong penjualan lebih baik dibandingkan flagship sebelumnya, Galaxy S9 yang diluncurkan pada 2018.

Seperti diketahui, Galaxy S10, yang menandai peringatan ke-10 flagships Galaxy, mulai dijual di sejumlah pasar global. Termasuk Indonesia yang resmi menyambangi konsumen di Jakarta, pada Kamis (21/2/2019).

Mengutip sumber-sumber di industri komponen smartphone, The Korea Herald mengatakan, bahwa penjualan diperkirakan akan mencapai 10 juta pada kuartal saat ini. Sebanyak 10 juta lainnya pada periode April-Juni. Total diperkirakan 38 juta hingga 40 juta Galaxy S10 terkirim pada akhir tahun ini.

BACA JUGA:
Samsung Berharap Rejeki dari Aksi Blokade Terhadap Huawei

Sebagai perbandingan, surat kabar terkemuka itu menambahkan, pengiriman varian sebelumnya S9 mencapai 19,2 juta pada paruh pertama 2018 dan 35 juta untuk setahun penuh.

Pada hari pertama pembukaan pendaftaran, pesanan untuk perangkat S10 mencapai 180.000. Jumlah itu menyamai total pesanan S9 pada hari pertama 2018.

Sebuah sumber industri mengatakan kepada surat kabar itu. “Mengingat pasar ponsel cerdas sedang mengalami penurunan, Galaxy S10 bernasib baik. Namun, permintaan tak terhindarkan akan melambat di semester kedua”.

S10 adalah salah satu dari beberapa smartphone yang diluncurkan Samsung sebagai bagian dari jajaran perangkat yang lebih luas, termasuk model 5G pertama dari vendor.

BACA JUGA:
Pekan Depan, Samsung Galaxy M20 Rilis di Indonesia

Samsung memang sangat berharap varian Galaxy S10 dapat disambut pasar lebi baik dibandingkan seri sebelumnya.

Dalam dua tahun terakhir, sang penguasa pasar itu memang tengah mengalami masa-masa suram dalam bisnis smartphone. Perusahaan tak ingin lagi terjebak dalam pusaran kegagalan, seperti yang terjadi pada Galaxy S9.

Imbas dari penjualan Galaxy S9 yang diluar prediksi, membuat kinerja Samsung anjlok. Raksasa Korea itu, mengalami penurunan pendapatan hingga dua digit pada Q4 2018. Disebabkan oleh anjloknya pengiriman dan harga yang jatuh di pasar yang stagnan tetapi sangat kompetitif.

Dengan para pesaing yang semakin agresif, terutama vendor-vendor China, prospek Samsung dalam mengarungi bisnis smartphone pada 2019 diprediksi masih belum pulih sepenuhnya.

BACA JUGA:
Usung Baterai 5.000mAh, Samsung Galaxy M20 Debut di Indonesia

Sebelumnya dalam satu kesempatan, Lee Jong Min, VP Samsung’s Mobile Communications Business, berharap kinerja bisnisnya meningkat pada kuartal pertama tahun ini sebagai hasil dari pertumbuhan penjualan Galaxy S10.

Namun ia mengakui, bahwa permintaan untuk smartphone pada 2019 akan tetap datar. Di sisi lain, average selling price (ASP) diperkirakan akan meningkat karena kecenderungan mengadopsi spesifikasi kelas atas termasuk layar besar, kapasitas memori lebih tinggi dan banyak kamera.

“Kami berharap kondisi bisnis ini tetap menantang terutama di pasar ponsel cerdas yang stagnan dan kenaikan beban biaya material”, ujar Lee.