Selular.id – Apple dikabarkan melakukan perubahan besar dalam strategi perangkat mixed reality dan augmented reality (AR). Menurut laporan terbaru analis rantai pasok Apple Ming-Chi Kuo, perusahaan disebut menghentikan rencana pengembangan penerus Vision Pro dan mengalihkan fokus ke pengembangan kacamata pintar yang dinilai memiliki potensi pasar lebih luas.
Perubahan arah tersebut disebut telah mendapat persetujuan dari John Ternus, yang akan resmi menjabat sebagai CEO Apple mulai September 2026. Dalam revisi roadmap terbaru, sejumlah proyek yang sebelumnya masuk dalam lini Vision dibatalkan, termasuk Vision Pro generasi kedua dan Vision Air yang dirancang sebagai versi lebih ringan dari headset Vision Pro.
Kuo menilai keputusan tersebut mencerminkan upaya Apple untuk mengalokasikan sumber daya ke produk yang memiliki peluang adopsi lebih besar di pasar konsumen. Dibandingkan headset mixed reality yang berukuran besar dan berharga mahal, kacamata pintar dianggap lebih dekat dengan kebutuhan sehari-hari pengguna.
Langkah ini menandai perubahan signifikan dibanding roadmap yang pernah diungkap Kuo pada 2025. Saat itu, Apple disebut memiliki tujuh proyek perangkat Vision dan smart glasses yang sedang dikembangkan. Namun setelah berbagai evaluasi internal, hanya dua produk yang kini masih dianggap aktif dalam peta pengembangan perusahaan.
Produk pertama adalah kacamata pintar berbasis AI yang diposisikan sebagai pesaing langsung produk Ray-Ban Meta. Perangkat ini diperkirakan hadir tanpa layar dan lebih berfokus pada fitur kecerdasan buatan, kamera, mikrofon, serta interaksi suara. Kacamata tersebut diprediksi mulai dipasarkan pada 2027.
Sementara itu, produk kedua adalah kacamata AR yang dilengkapi teknologi optical waveguide atau pandu gelombang optik. Teknologi ini memungkinkan konten digital ditampilkan langsung pada lensa transparan sehingga pengguna tetap dapat melihat lingkungan sekitar sambil menerima informasi virtual. Namun perangkat tersebut diperkirakan baru siap meluncur paling cepat pada 2029.
Meski demikian, laporan mengenai masa depan Vision Pro masih memunculkan perbedaan pandangan. Kuo menyebut Apple praktis tidak lagi mengembangkan penerus Vision Pro. Namun jurnalis Bloomberg, Mark Gurman, mengatakan Apple masih memiliki proyek Vision Pro 2 yang saat ini berada dalam tahap pengujian internal meskipun statusnya disebut “on ice” atau tidak menjadi prioritas utama perusahaan.
Gurman juga sebelumnya melaporkan bahwa Apple masih mengeksplorasi headset Vision Pro yang lebih ringan dan lebih terjangkau. Akan tetapi, produk tersebut kemungkinan baru hadir pada akhir 2028 atau bahkan 2029 karena Apple masih perlu menyelesaikan tantangan desain dan biaya produksi.
Perubahan strategi ini tidak terlepas dari performa Vision Pro di pasar. Headset yang pertama kali diperkenalkan dengan harga US$3.499 tersebut dinilai menghadapi tantangan dari sisi harga, bobot perangkat, serta keterbatasan ekosistem konten. Sejumlah laporan industri menyebut penjualannya belum memenuhi ekspektasi awal Apple.
Di kalangan pengguna Vision Pro, kabar tersebut juga memunculkan beragam reaksi. Sebagian pengguna mengaku masih puas dengan kemampuan perangkat yang ada saat ini, sementara sebagian lain khawatir berkurangnya investasi Apple dapat memengaruhi perkembangan aplikasi dan konten di masa depan.
Jika laporan ini terbukti akurat, maka fokus utama Apple dalam beberapa tahun mendatang akan bergeser dari headset mixed reality menuju kacamata pintar yang lebih ringan, praktis, dan dekat dengan penggunaan sehari-hari. Pergeseran tersebut sekaligus menunjukkan bagaimana industri teknologi mulai mencari format perangkat AI dan AR yang lebih mudah diterima pasar massal dibanding headset berukuran besar.
Baca juga : Apple Watch Dinilai Minim Inovasi, Tergerus Gelang Pintar Tanpa Layar




