Selular.id – Kebutuhan RAM smartphone kembali menjadi perbincangan pada 2026 seiring hadirnya berbagai fitur kecerdasan buatan (AI) yang berjalan langsung di perangkat. Jika beberapa tahun lalu kapasitas 8GB sudah dianggap lebih dari cukup, kini sejumlah pengamat industri menilai 12GB RAM mulai menjadi standar baru bagi pengguna yang ingin menikmati fitur AI generatif terbaru secara maksimal.
Perubahan tersebut tidak lepas dari semakin banyaknya pemrosesan AI yang dilakukan secara lokal di perangkat atau on-device AI. Berbeda dengan AI berbasis cloud yang mengandalkan server jarak jauh, pendekatan ini menawarkan respons lebih cepat sekaligus menjaga privasi pengguna karena data tidak perlu dikirim ke internet.
Laporan Gizmochina menyebutkan bahwa Google melalui platform Gemini Intelligence menetapkan sejumlah persyaratan perangkat keras yang lebih tinggi dibanding generasi sebelumnya. Salah satu syarat utama adalah kapasitas RAM minimal 12GB untuk menjalankan fitur-fitur AI terbaru secara optimal.
Meski demikian, bukan berarti smartphone dengan RAM 8GB langsung menjadi usang. Untuk penggunaan sehari-hari seperti media sosial, browsing, streaming video, hingga fotografi, kapasitas tersebut masih tergolong memadai.
RAM atau Random Access Memory berfungsi sebagai ruang kerja sementara bagi sistem dan aplikasi yang sedang berjalan. Semakin besar kapasitas RAM, semakin banyak aplikasi yang dapat tetap aktif di latar belakang tanpa harus dimuat ulang saat dibuka kembali.
Pada 2026, kebutuhan RAM smartphone dapat dibagi dalam beberapa kategori. Untuk penggunaan dasar seperti komunikasi, media sosial, dan hiburan, RAM 6GB masih dapat memenuhi kebutuhan. Namun, pengguna akan mulai merasakan keterbatasan saat menjalankan banyak aplikasi secara bersamaan.
Sementara itu, RAM 8GB masih menjadi titik ideal bagi mayoritas pengguna. Kapasitas ini mampu menangani multitasking, game populer, hingga berbagai aplikasi produktivitas dengan cukup nyaman. Beberapa fitur AI juga masih dapat berjalan pada konfigurasi tersebut.
Kapasitas 12GB mulai dianggap penting ketika pengguna menginginkan pengalaman AI yang lebih lengkap. Berbagai fitur seperti asisten pintar berbasis model bahasa besar, otomatisasi lintas aplikasi, transkripsi suara tingkat lanjut, hingga pembuatan konten berbasis AI membutuhkan ruang memori lebih besar agar dapat diproses langsung di perangkat.
Di kelas flagship, beberapa produsen bahkan mulai menawarkan RAM 16GB sebagai opsi standar pada model premium. Tujuannya bukan hanya untuk mendukung kebutuhan saat ini, tetapi juga memberikan ruang bagi fitur-fitur AI generasi berikutnya yang diperkirakan akan semakin kompleks.
Menariknya, peningkatan kebutuhan RAM terjadi bersamaan dengan naiknya harga komponen memori global. Sejumlah laporan industri menyebutkan bahwa permintaan memori dari pusat data AI membuat pasokan DRAM menjadi lebih ketat. Kondisi tersebut berpotensi mendorong kenaikan harga smartphone atau memaksa produsen mengurangi spesifikasi pada model tertentu.
Faktor lain yang perlu diperhatikan adalah maraknya fitur virtual RAM yang dipromosikan sejumlah vendor smartphone. Teknologi ini memanfaatkan sebagian ruang penyimpanan internal sebagai memori tambahan. Meski dapat membantu menjaga aplikasi tetap aktif di latar belakang, performanya tetap tidak bisa menyamai RAM fisik karena kecepatan akses penyimpanan jauh lebih rendah dibanding memori utama.
Dengan perkembangan AI yang semakin agresif, kapasitas RAM kini tidak lagi sekadar menentukan kelancaran multitasking. RAM juga mulai menjadi syarat utama untuk mengakses berbagai kemampuan AI terbaru yang ditawarkan ekosistem Android maupun iOS.
Bagi konsumen yang berencana mengganti smartphone pada 2026, RAM 8GB masih menjadi pilihan aman untuk penggunaan umum. Namun, bagi mereka yang ingin perangkat lebih siap menghadapi gelombang fitur AI generasi berikutnya, kapasitas 12GB dapat menjadi investasi yang lebih relevan dalam jangka panjang.
Baca juga: Chip Memori Langka Buat Era HP Rp1 Jutaan Berakhir, IDC Katakan Ini




