Selular.ID – Ericsson meluncurkan layanan berlangganan perangkat lunak yang dirancang untuk menghadirkan model AI kelas telekomunikasi langsung ke baseband dan radio, memungkinkan operator untuk meningkatkan kinerja, otomatisasi, dan efisiensi energi 5G tanpa menambahkan perangkat keras baru.
Ericsson menyebutkan bahwa, perangkat lunak ini menggunakan model AI yang dirancang untuk beroperasi secara real-time di dalam RAN, didukung oleh pembelajaran berkelanjutan dan kemampuan AI agen untuk operasi jaringan yang lebih canggih.
Perusahaan menyatakan bahwa model kelas telekomunikasinya dibangun untuk inferensi latensi ultra-rendah, dengan fokus pada keandalan di berbagai lingkungan RAN.
Layanan ini bekerja dengan Ericsson 5G Advanced di seluruh platform RAN yang dirancang khusus dan berbasis Cloud.
Ericsson menyatakan bahwa perangkat lunak ini menggunakan silikonnya di radio dan komputasi RAN generasi terbaru untuk menggunakan “model AI yang tepat di bagian jaringan radio yang tepat”, sementara kemampuan AI-nya juga dapat diterapkan di seluruh platform mitra.
Fitur pertama kini tersedia, dan lebih banyak lagi akan menyusul di akhir tahun. Fungsi awal meliputi penjadwal bertenaga AI untuk adaptasi tautan, beamforming, dan koordinasi multi-layer.
Baca Juga: Masif Dorong Pemanfaatan Jaringan 5G, Ericsson Raih Dua Penghargaan di Selular Award 2026
Ericsson mengklaim teknologi tersebut telah diterapkan dalam lebih dari 15 uji coba di seluruh dunia, menghasilkan throughput downlink hingga 20% lebih tinggi dan efisiensi spektral hingga 10% lebih baik, serta dukungan hingga dua kali lipat lebih banyak pengguna dengan lalu lintas tinggi.
Mereka juga mengatakan AI di RAN dapat mencapai akurasi prediksi cakupan hingga 95%.
Marten Lerner, head of networks strategy and product management Ericsson, mengatakan perusahaan tersebut “mendefinisikan ulang apa yang mungkin terjadi di jaringan seluler dengan menghadirkan kemampuan AI yang canggih kepada penyedia layanan”, menambahkan “kami mengambil langkah besar menuju jaringan berbasis AI”.
Komentar lebih lanjut dari mitra Ericsson, SoftBank, Bell, SK Telecom, dan Rogers berfokus pada potensi manfaat perangkat lunak seputar optimasi waktu nyata, kinerja jaringan, penghematan energi, otomatisasi, dan dukungan untuk layanan berbasis AI yang sedang berkembang.
“Dengan peningkatan perangkat lunak, operator dapat memaksimalkan kapasitas, pengamatan yang lebih baik, dan layanan berbasis lokasi yang lebih akurat dari jaringan 5G yang mereka beli bertahun-tahun lalu”, ujar Joe Madden, analis utama di Mobile Experts.
Baca Juga: Ericsson Wanti-Wanti Agar Operator Tidak Kehilangan Kesempatan Mendulang Pendapatan dari 5G dan AI



