Jakarta, Selular.ID – Rencana Xiaomi untuk melakukan IPO (initial public offering) atau penawaran saham terbatas di China daratan dipastikan tertunda karena perbedaan valuasi dengan otoritas bursa. Namun rencana yang sama dipastikan akan tetap berlanjut di Hong Kong.

Reuters melaporkan, pabrikan smartphone terbesar keempat di dunia itu telah merencanakan untuk menawarkan penerimaan deposit Cina (CDRs), langkah strategis pertama untuk mengumpulkan para investor dalam negeri untuk berpartisipasi dalam listing perdana di Bursa Efek China.

Namun perbedaan penilaian dengan regulator membuat rencana IPO tersebut terpaksa ditunda. Sebelumnya Xiaomi memprediksi valuasi IPO yang akan mereka lakukan antara US$ 55 miliar dan US$ 70 miliar. Sementara pada satu titik disarankan perusahaan itu bernilai US$ 100 miliar. Namun angka-angka baru berkisar di bawah US$ 70 miliar.

BACA JUGA:
Ikut-Ikutan Apple, Saham Xiaomi Anjlok

Reuters menambahkan pihak berwenang menginginkan CDR dihargai pada tingkat yang lebih rendah dari Xiaomi dan mereka sedang merumuskan strategi untuk memastikan ada pasar sekunder yang sehat.

Xiaomi melampaui pesaingnya untuk pertumbuhan dan terus berusaha untuk memperluas langkah ekspansi internasional. Dokumen IPO mengungkapkan, hal itu menguntungkan pada tingkat operasi.

Sebelumnya, para analis meyakini IPO Xiaomi bisa bernilai US$100 miliar menjadikan Xiaomi setara dengan sejumlah perusahaan teknologi besar lain, seperti Snap dan Twitter. Xiaomi juga berpotensi menyaingi atau bahkan mengalahkan valuasi Facebook sebesar US$104 miliar pada 2012.

BACA JUGA:
APSI : Xiaomi dan iPhone Masih Mendominasi Pasar Ponsel BM

(baca : https://selular.id/2018/01/xiaomi-targetkan-ipo-akhir-tahun/)

Perusahaan yang pernah dijuluki “Apple of the East” itu, mengalami lonjakan yang tajam pada 2014 berkat pertumbuhannya yang luar biasa di China melalui penjualan online. Namun pasar yang terus tumbuh dipadati rival seperti Huawei, Oppo, dan Vivo yang akhirnya mengalahkan Xiaomi.

Baru sepuluh bulan kemudian, Xiaomi berhasil membukukan target penjualan tahunan sebesar USD15 miliar setelah mengirim 70 juta perangkat ke seluruh dunia. Saat ini Xiaomi terus memperkuat pijakan di India. Akhir tahun lalu, di pasar ponsel terbesar kedua di dunia itu, Xiaomi sukses menjungkalkan Samsung dari posisi puncak.

BACA JUGA:
Resmi Pisah dari Xiaomi, Ini Smartphone Pertama Redmi

Selain India, Xiaomi juga fokus pada pasar dengan populasi besar seperti Rusia dan Indonesia. Xiaomi juga berusaha memperluas usaha di AS, di mana sebelumnya mereka hanya menjual gelang kebugaran. Langkah mengekspansi pasar AS, sebagai bagian dari tujuan yang lebih luas untuk mengapalkan 100 juta smartphone di seluruh dunia pada 2018.

Jika benar-benar melakukan IPO dengan valuasi sebesar US$ 50-70 miliar, Xiaomi akan menjadi perusahaan teknologi terbesar yang go public sejak Alibaba Group mengumpulkan dana segar sebesar US$ 25 miliar saat melakukan IPO di AS pada 2014. Sukses IPO membuat Alibaba Group mampu mendongrak nilai perusahaan menjadi US$ 231,4 miliar.