Selular.ID -

RTX Spark Bawa Ancaman Baru bagi Snapdragon X2 Elite

BACA JUGA

Selular.ID – Nvidia dan Qualcomm kini bersaing langsung di pasar Windows on ARM setelah Nvidia memperkenalkan RTX Spark pada ajang Computex 2026.

Kehadiran chip berbasis ARM terbaru tersebut menandai berakhirnya dominasi Qualcomm melalui keluarga Snapdragon X yang selama dua tahun terakhir menjadi pemain utama di segmen PC Windows berbasis ARM.

RTX Spark diposisikan sebagai platform komputasi AI generasi baru yang akan bersaing langsung dengan Snapdragon X2 Elite.

Persaingan ini menjadi salah satu perkembangan penting di industri PC karena kedua perusahaan menawarkan pendekatan berbeda dalam menghadirkan performa komputasi, kecerdasan buatan, dan efisiensi daya pada perangkat Windows generasi berikutnya.

Nvidia mengandalkan kekuatan GPU dan ekosistem AI yang telah matang, sementara Qualcomm tetap mengedepankan efisiensi, performa CPU, dan pengalaman Windows on ARM yang lebih dahulu hadir di pasar. ([Gizmochina][1])

Qualcomm sendiri meluncurkan Snapdragon X2 Series pada Snapdragon Summit 2025 sebagai penerus Snapdragon X Elite.

Tonton juga:
Video Rekomendasi Untuk Anda

Keluarga chipset ini mencakup Snapdragon X2 Plus, Snapdragon X2 Elite, dan Snapdragon X2 Elite Extreme yang menjadi varian tertinggi.

Sementara Nvidia baru mengumumkan RTX Spark pada Computex 2026 dengan target perangkat komersial mulai tersedia pada paruh kedua tahun ini. ([Gizmochina][1])

RTX Spark menjadi langkah besar Nvidia untuk memasuki pasar laptop Windows berbasis ARM. Chip ini dibangun dari arsitektur GB10 Grace Blackwell Superchip yang sebelumnya digunakan pada perangkat komputasi AI kelas workstation.

Nvidia mengintegrasikan CPU ARM yang dikembangkan bersama MediaTek, GPU Blackwell RTX, serta akselerator AI dalam satu paket sistem-on-chip berbasis proses manufaktur 3 nanometer. ([Gizmochina][1])

Secara spesifikasi, RTX Spark menawarkan konfigurasi hingga 20 inti CPU, GPU Blackwell dengan 6.144 CUDA core, serta dukungan unified memory hingga 128GB.

Nvidia juga mengklaim chip tersebut mampu menghasilkan performa AI lebih dari satu petaflop FP4, yang ditujukan untuk menjalankan model AI generatif dan large language model secara lokal tanpa bergantung pada layanan cloud.

Di sisi lain, Snapdragon X2 Elite Extreme hadir sebagai chipset laptop paling bertenaga yang pernah dibuat Qualcomm.

Chip ini mengusung 18 inti Oryon generasi ketiga dengan konfigurasi 12 inti performa tinggi dan enam inti performa tambahan.

Qualcomm juga menyematkan Neural Processing Unit (NPU) dengan kemampuan 80 TOPS untuk menjalankan berbagai fitur AI langsung di perangkat.

Berdasarkan data yang dipublikasikan Qualcomm saat Snapdragon Summit 2025, Snapdragon X2 Elite Extreme mampu menyamai bahkan melampaui performa Apple M4 Pro pada sejumlah pengujian CPU.

Qualcomm mengklaim peningkatan performa single-core sekitar 39 persen dan peningkatan multi-core hingga 50 persen dibanding generasi Snapdragon X Elite sebelumnya.

Perbedaan terbesar antara kedua platform terlihat pada aspek grafis dan kecerdasan buatan. Nvidia memanfaatkan pengalaman panjangnya di sektor GPU dengan menghadirkan dukungan Blackwell GPU dan teknologi DLSS 4.5 yang selama ini dikenal di industri gaming dan workstation.

Dukungan CUDA juga menjadi keunggulan penting karena sebagian besar framework AI modern telah dioptimalkan untuk platform tersebut.

Sementara itu, Snapdragon X2 Elite lebih fokus pada efisiensi daya dan produktivitas harian.

Meski performa CPU-nya kompetitif, sejumlah laporan pengujian menunjukkan performa GPU masih menjadi area yang perlu ditingkatkan, terutama untuk kebutuhan gaming berat dan aplikasi kreatif profesional.

Beberapa aplikasi x86 yang berjalan melalui lapisan emulasi Windows ARM juga masih menghadapi tantangan kompatibilitas.

Dari sisi memori, RTX Spark kembali unggul dengan dukungan hingga 128GB unified memory. Kapasitas tersebut jauh lebih besar dibanding Snapdragon X2 Elite Extreme yang mendukung hingga 48GB LPDDR5X.

Perbedaan ini menjadi faktor penting bagi pengembang AI, kreator konten, dan pengguna yang menjalankan model AI berukuran besar secara lokal.

Meski demikian, Qualcomm masih memiliki keunggulan waktu. Perangkat berbasis Snapdragon X2 Elite sudah mulai tersedia di pasar sejak awal 2026 melalui sejumlah produsen seperti Asus.

Sebaliknya, laptop berbasis RTX Spark baru dijadwalkan hadir pada paruh kedua 2026 melalui mitra seperti Asus, Dell, HP, Lenovo, dan Microsoft Surface.

Persaingan antara Nvidia RTX Spark dan Snapdragon X2 Elite menunjukkan pasar Windows on ARM memasuki fase baru yang lebih kompetitif.

Baca Juga:Termasuk Asus, Ini 8 Laptop yang Perdana Gunakan Superchip Nvidia RTX Spark

Kehadiran dua pemain besar dengan pendekatan berbeda berpotensi mempercepat inovasi perangkat PC AI sekaligus memperluas pilihan bagi pengguna, mulai dari segmen produktivitas hingga pengembangan AI dan komputasi grafis berperforma tinggi.

 

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU