Selular.ID – Samsung Electronics mempertahankan posisi sebagai pemimpin pasar DRAM global pada kuartal II 2026, di tengah lonjakan permintaan memori untuk infrastruktur kecerdasan buatan (AI). Data industri menunjukkan Samsung menguasai sekitar 39% pasar DRAM berdasarkan pendapatan, diikuti SK hynix sekitar 26% dan Micron sekitar 25%, sementara ChangXin Memory Technologies (CXMT) mulai memperbesar porsinya.
Posisi Samsung di pasar DRAM datang ketika industri memori mengalami perubahan komposisi permintaan.
Kapasitas produksi semakin banyak diarahkan untuk kebutuhan pusat data dan akselerator AI, termasuk memori berbandwidth tinggi atau High Bandwidth Memory (HBM).
Kondisi tersebut turut memperketat pasokan DRAM konvensional yang digunakan pada server, PC, dan perangkat konsumen.
Kinerja bisnis Samsung juga mencerminkan kuatnya permintaan memori. Dalam laporan keuangan kuartal II yang berakhir 30 Juni 2026, Samsung Electronics membukukan pendapatan konsolidasi KRW171,5 triliun dan laba operasi KRW89,5 triliun.
Divisi Device Solutions (DS) mencatat kenaikan penjualan 56% secara kuartalan, sementara bisnis Memory mencapai rekor pendapatan dan laba operasi.
Samsung Masih Memimpin DRAM
DRAM atau Dynamic Random Access Memory merupakan jenis memori kerja yang digunakan untuk menyimpan data sementara ketika perangkat menjalankan aplikasi. Komponen ini digunakan secara luas pada smartphone, PC, server, hingga sistem komputasi AI.
Dalam pasar DRAM global, Samsung masih berada di posisi pertama pada kuartal II 2026. Pangsa sekitar 39% menempatkan perusahaan Korea Selatan tersebut di depan dua pesaing utamanya, SK hynix dan Micron.
Persaingan tiga produsen besar tersebut berlangsung ketika permintaan terhadap memori meningkat tajam. Selain DRAM standar, produsen mengalokasikan kapasitas untuk HBM, jenis memori yang memiliki bandwidth sangat tinggi dan digunakan bersama GPU serta akselerator AI pada pusat data.
TrendForce menyebut pertumbuhan permintaan yang dipicu AI membuat pasar DRAM server tetap ketat. Untuk kuartal III 2026, harga kontrak DRAM server diperkirakan meningkat 13% hingga 18% secara kuartalan.
TrendForce juga memperkirakan pertumbuhan permintaan berbasis AI pada 2027 akan lebih cepat daripada penambahan pasokan dari tiga produsen DRAM utama.
Kondisi tersebut membuat kemampuan produsen dalam mengalokasikan kapasitas menjadi semakin penting. Samsung, SK hynix, dan Micron tidak hanya bersaing berdasarkan volume produksi, tetapi juga berdasarkan kemampuan menghasilkan DRAM generasi baru dan HBM untuk kebutuhan komputasi berperforma tinggi.
SK hynix dan Micron Mengejar
SK hynix menempati posisi kedua dengan pangsa sekitar 26%. Perusahaan tersebut memiliki posisi kuat dalam segmen HBM yang digunakan untuk sistem AI.
Sementara itu, Micron menguasai sekitar 25% pasar DRAM pada kuartal II. Perusahaan asal Amerika Serikat tersebut mencatat kenaikan pangsa dibandingkan periode sebelumnya dan terus memperluas kapasitas produksi untuk memenuhi permintaan memori AI serta server.
Persaingan antara ketiga perusahaan tersebut berbeda dengan kondisi pasar beberapa tahun sebelumnya. AI membuat HBM menjadi salah satu produk strategis dalam industri memori karena akselerator AI membutuhkan bandwidth memori sangat tinggi untuk memproses data dalam jumlah besar.
Samsung sendiri menyatakan bisnis Memory menjadi pendorong utama kinerja divisi Device Solutions pada kuartal II 2026. Perusahaan juga menyebut permintaan server, HBM, dan SSD perusahaan tetap kuat.
Di sisi lain, TrendForce mencatat produsen DRAM utama sedang meningkatkan kapasitas sekaligus beralih ke node manufaktur yang lebih maju. Namun, tambahan kapasitas belum sepenuhnya mengimbangi pertumbuhan kebutuhan yang berasal dari pusat data AI.
CXMT Mulai Perbesar Pangsa
Peta persaingan DRAM juga mulai berubah dengan meningkatnya kehadiran CXMT. Perusahaan memori asal China tersebut memperbesar kontribusinya terutama melalui produk LPDDR4X yang digunakan pada perangkat konsumen.
TrendForce sebelumnya mencatat CXMT mulai membentuk kelompok pemasok utama bersama Samsung, SK hynix, dan Micron dalam segmen Mobile DRAM.
Pada kuartal I 2026, pertumbuhan pendapatan Mobile DRAM didorong kenaikan harga kontrak yang signifikan, sementara pemasok mengarahkan lebih banyak sumber daya ke aplikasi AI dan server.
Perubahan tersebut memiliki dampak langsung terhadap pasar perangkat konsumen. Ketika produsen memori mengutamakan aplikasi AI dan server, pasokan Mobile DRAM untuk smartphone menjadi lebih terbatas.
TrendForce memperkirakan pendapatan Mobile DRAM pada kuartal II masih tumbuh karena kenaikan harga kontrak, meski permintaan dari perangkat konsumen mulai menghadapi tekanan biaya.
Situasi tersebut juga terlihat pada pasar smartphone. Counterpoint Research mencatat pengiriman smartphone global pada kuartal II 2026 turun 11% secara tahunan dan mencapai level terendah untuk kuartal kedua sejak 2013.
Peneliti menyebut kelangkaan DRAM dan NAND sebagai salah satu tekanan utama terhadap industri karena biaya komponen memori meningkat.
AI Mengubah Prioritas Produksi
Peningkatan kebutuhan AI menjadi faktor utama yang mengubah keseimbangan pasar DRAM. Pusat data membutuhkan kapasitas memori besar untuk menjalankan model AI, sementara akselerator seperti GPU memerlukan HBM dengan bandwidth jauh lebih tinggi dibandingkan DRAM konvensional.
Perubahan tersebut membuat produsen memori harus menentukan prioritas penggunaan kapasitas wafer. TrendForce memperkirakan tekanan pasokan DRAM server akan berlanjut karena HBM dan produk memori untuk sistem AI menyerap kapasitas produksi yang semakin besar.
Samsung berada di posisi strategis karena memiliki bisnis memori yang terintegrasi dengan kemampuan manufaktur semikonduktor. Dalam laporan kuartal II, Samsung menyatakan bisnis Memory mencatat rekor pendapatan dan laba operasi, sementara divisi Device Solutions secara keseluruhan mengalami pertumbuhan penjualan kuartalan 56%.
Perusahaan juga memperkirakan permintaan untuk server DRAM, HBM, dan enterprise SSD akan terus mendukung pertumbuhan bisnis Memory. Pada saat yang sama, Samsung menyatakan akan menyesuaikan portofolio berdasarkan perubahan kebutuhan masing-masing aplikasi.
Bagi industri perangkat konsumen, perkembangan tersebut berarti biaya dan ketersediaan memori menjadi faktor yang semakin penting. Counterpoint Research menyebut kekurangan memori telah mendorong sejumlah produsen smartphone menghadapi tekanan biaya, terutama pada perangkat entry-level dan mid-range.
Persaingan Berlanjut hingga 2027
Persaingan DRAM global memasuki fase ketika permintaan AI menjadi salah satu penentu utama pertumbuhan. Samsung masih memegang posisi pertama berdasarkan pendapatan pada kuartal II 2026, tetapi jarak dengan SK hynix dan Micron perlu dilihat dalam konteks perubahan permintaan menuju HBM dan memori server.
TrendForce memperkirakan pasar tetap berada dalam kondisi pasokan ketat hingga 2027 karena pertumbuhan kebutuhan AI diproyeksikan melampaui penambahan kapasitas dari tiga produsen DRAM utama.
Samsung sendiri memasuki paruh kedua 2026 dengan bisnis Memory sebagai salah satu penopang utama kinerja perusahaan. Rekor pendapatan dan laba operasi bisnis Memory pada kuartal II menunjukkan besarnya kontribusi siklus memori terhadap kinerja Samsung saat permintaan pusat data AI terus meningkat.
Pada saat yang sama, SK hynix dan Micron terus memperluas kapasitas serta teknologi memori untuk kebutuhan AI, sementara CXMT mulai mengambil porsi lebih besar di segmen DRAM konsumen.
Perubahan tersebut membuat persaingan pasar DRAM tidak hanya berlangsung di antara tiga produsen terbesar, tetapi juga mulai melibatkan pemain China dengan kapasitas yang terus berkembang.
Baca Juga: Kolaborasi AI dan Semikonduktor Jadi Fokus Indonesia di India


