Selular.ID -

Buntut Peluncuran iPhone Duo, Market Share Samsung Auto Tergerus

BACA JUGA

Uday Rayana
Uday Rayana
Editor in Chief

Selular.ID – Samsung diperkirakan akan menghadapi tekanan nyata terhadap pangsa pasarnya di segmen perangkat lipat menyusul peluncuran iPhone Duo lipat seharga US$1.999 oleh Apple.

Meski demikian Samsung tetap mempertahankan keunggulan dalam hal volume penjualan global yang lebih besar.

Lembaga riset pasar seperti Counterpoint memperkirakan Apple akan dengan cepat menguasai sekitar 25% pasar ponsel lipat, sehingga mempersempit keunggulan dominan Samsung dari kisaran 38%–40% menjadi mendekati 32%.

Karena Apple masuk dengan harga kompetitif sebesar $1.999 (mendekati harga Galaxy Z Fold 8 Samsung yang sebesar $1.899), perusahaan ini akan merebut porsi pendapatan segmen kelas atas yang signifikan.

Peluncuran iPhone Duo lipat juga memberikan keuntungan bagi Apple karena pengguna yang terbilang loyal terhadap iOS.

Ratusan juta pengguna iPhone yang sebelumnya harus beralih ke Android untuk mendapatkan perangkat lipat kini memiliki pilihan di dalam ekosistem Apple sendiri.

Tonton juga:
Video Rekomendasi Untuk Anda

Di sisi lain, meski Apple langsung menjadi penantang utama, namun Samsung masih memiliki posisi strategis, terutama terkait dengan volume keseluruhan.

Meski digempur banyak pesaing, Samsung mempertahankan skala global yang masif, pengalaman perangkat keras selama bertahun-tahun, serta portofolio produk yang luas—mulai dari kelas ekonomis hingga unggulan (seperti seri Galaxy A dan S)—yang menopang angka pengiriman total di luar segmen ponsel lipat ultra-premium.

Baca Juga: Persaingan Samsung dan Apple Makin Memanas Usai iPhone 18 Diperkenalkan

Sebagai pionir di segmen ini, posisi merek Samsung juga terbilang kuat. Metrik industri, seperti Brand Intimacy Study dari MBLM, menunjukkan bahwa Samsung tetap mempertahankan ikatan yang kuat dengan konsumen di tengah perubahan pasar ini.

Hal ini juga tercermin dalam pernyataan publik para eksekutif serta liputan 9to5Mac mengenai tanggapan Samsung yang menyambut baik persaingan tersebut sebagai bentuk validasi atas kategori produk yang mereka pelopori.

Samsung berharap dapat memanfaatkan kembali minat terhadap ponsel lipat untuk menarik pelanggan, tepat saat Apple memasuki pasar tersebut.

Secara global, Samsung mengklaim jumlah pengguna iOS yang beralih ke seri terbaru Samsung Galaxy Z Fold8—yang diluncurkan pada bulan Juli—mencapai 1,6 kali lipat dibandingkan saat peluncuran generasi sebelumnya, Galaxy Z Fold7 dan Flip7.

Di Amerika Serikat, 30% pembeli Galaxy Z Flip8 beralih dari merek ponsel pintar pesaing, dan sebagian besar dari mereka membeli ponsel lipat untuk pertama kalinya, ungkap perusahaan tersebut.

Samsung menambahkan bahwa pembeli Galaxy Z Fold8 sangat tertarik pada desain yang tipis dan ringan serta layar bagian dalam yang mendukung multitasking dan tampilan konten, sementara pembeli Fold8 Ultra lebih menyukai layar yang luas dan ruang kerja tambahan tanpa perlu menggunakan tablet terpisah.

Samsung juga berupaya mempermudah pengguna iPhone untuk beralih antar-ekosistem.

Raksasa teknologi asal Korea Selatan ini baru saja memperbarui fitur Smart Switch, yang memungkinkan pengguna iPhone mentransfer data ke perangkat Galaxy secara nirkabel hanya dengan memindai kode QR, tanpa perlu menginstal aplikasi Smart Switch di iPhone mereka.

Untuk diketahui, Samsung merupakan pelopor smartphone layar lipat melalui peluncuran Galaxy Fold pertama pada 2019.

Di sisi lain, setelah rumor yang berlangsung lama,  Apple resmi memperkenalkan iPhone lipat pertamanya dalam sebuah acara peluncuran pada Rabu (7/9).

Langkah itu menandai salah satu peluncuran produk besar pertama di bawah kepemimpinan CEO baru, John Ternus.

Dengan masuknya Apple ke segmen smartphone lipat, peta persaingan dipastikan berubah.

Apple dengan pengguna loyalnya bakal meraih pangsa pasar signifikan, menggerus perolehan Samsung yang selama ini duduk nyaman sebagai penguasa selama bertahun-tahun.

Meski demikian, jangan lupakan Huawei. Vendor yang berbasis di Shenzhen itu, tetap menjadi pemain kuat di China, menurut data yang dirilis oleh Counterpoint Research pada Juli lalu.

Baca Juga: Apple Berpeluang Naikkan Harga iPhone Akibat Kenaikan Komponen Memori Samsung

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU