Selular.ID -

Terbang Tinggi Pasar Smartphone Layar Lipat

BACA JUGA

Uday Rayana
Uday Rayana
Editor in Chief

Selular.ID – Tiga perusahaan analis memprediksi peningkatan signifikan pada segmen ponsel pintar lipat (foldable phone) di masa mendatang.

Hal itu didorong oleh variasi desain layar yang lebih lebar dan perkiraan masuknya Apple ke pasar pada akhir tahun ini.

Meski tumbuh signifikan, faktor bentuk tampaknya akan tetap menjadikan foldable phone sebagai segmen pasar khusus (niche market).

Data Omdia memprediksi pengiriman ponsel pintar lipat akan meningkat sebesar 22% pada 2026 menjadi lebih dari 22 juta unit.

Tingkat pertumbuhan ini merupakan peningkatan yang nyata dibandingkan kenaikan 6% yang tercatat pada 2025 — angka terendah dalam beberapa tahun terakhir — yang juga terjadi di tengah kondisi pasar ponsel pintar secara umum yang cukup lesu.

“Di tahun yang diwarnai oleh kendala rantai pasok dan ketidakpastian pasar, ponsel pintar lipat menonjol sebagai kisah pertumbuhan paling menarik di industri ini”, ujar analis utama Omdia, Zaker Li.

Tonton juga:
Video Rekomendasi Untuk Anda

Proyeksi Omdia untuk tahun tersebut secara garis besar sejalan dengan penilaian Counterpoint Research yang dirilis pada Juli 2026.

Lembaga riset pasar yang berbasis di Hong Kong itu, memprediksi kenaikan pasar smartphone laya lipat, hingga 21% sepanjang tahun ini.

Begitu pun dengan data terbaru dari IDC memperkirakan tingkat pertumbuhan di atas 12,5% dengan volume hampir 23 juta unit.

Direktur senior IDC, Nabila Popal, mengatakan bahwa pasar ini merupakan “salah satu dari sedikit segmen di mana merek dapat tumbuh dan memberikan nilai tambah” mengingat kondisi pasar secara umum yang terbilang lesu imbas kelangkaan chip.

Namun ia mengakui bahwa faktor bentuk ini “masih merupakan segmen khusus” dengan karakteristik “pertumbuhan cepat namun basis pasar yang kecil”.

Ponsel pintar lipat hanya mencakup sebagian kecil dari total penjualan ponsel pintar secara keseluruhan. Proyeksi IDC untuk tahun ini menempatkan pangsa pasar kategori tersebut di angka sekitar 2,2%.

Baca Juga: Pengiriman Smartphone Lipat Justru Bertumbuh di Tengah Krisis Chip Memori

Dalam prakiraan hingga 2030, Omdia memprediksi pertumbuhan berkelanjutan, dengan jumlah perangkat yang dikirim setiap tahun diperkirakan mencapai 45 juta unit pada saat itu.

Bahkan dengan adanya peningkatan yang diproyeksikan, kategori ini kemungkinan besar masih akan mencakup kurang dari 3% dari total pasar keseluruhan.

Omdia menyatakan bahwa format ini akan tetap menjadi segmen “khusus premium” meskipun terjadi pertumbuhan jangka panjang.

Salah satu faktor pendorong permintaan yang disorot oleh Counterpoint dan Omdia adalah peluncuran perangkat dengan layar lebih lebar yang mampu memberikan pengalaman layaknya tablet.

Di sisi lain, Counterpoint dan IDC juga menyoroti perkiraan masuknya Apple ke pasar ini, yang dipastikan akan mendorong pertumbuhan, sekaligus peta pasar yang selama ini dikuasai oleh Samsung.

Omdia memprediksi bahwa “desain lipat tipe buku berformat lebar yang sedang berkembang” akan menopang pertumbuhan di masa depan.

Di sisi lain, Omdia menilai model clamshell  terus melemah setelah mencatatkan penurunan pengiriman sebesar 47% secara tahunan pada semester pertama 2026.

“Huawei memelopori desain format lebar baru ini melalui Pura X Max (yang tampak pada gambar) pada Mei 2026, disusul oleh Samsung Galaxy Z Fold 8,” ujar Zaker.

Dengan vendor-vendor terkemuka lainnya yang dijadwalkan meluncurkan produk serupa dalam beberapa bulan mendatang, imbuh Zaker, kategori baru ini mendorong gelombang pertumbuhan baru di pasar ponsel pintar lipat.

Analisis dari Counterpoint dan IDC menaruh harapan pada perkiraan bahwa Apple akan memasuki pasar ini pada suatu waktu di 2026, meskipun kepastian hal tersebut masih harus dinantikan.

Banyak kalangan menilai, Apple diperkirakan akan merilis iPhone lipat pertamanya — yang kabarnya akan diberi nama iPhone Fold atau iPhone Ultra — pada September 2026 bersamaan dengan jajaran iPhone 18 Pro, dengan perkiraan harga awal sekitar $1.999.

Kehadiran iPhone Fold dipastikan mendongkrak pasar smartphone layar lipat. Proyeksi peningkatan sebesar 21% dari Counterpoint tersebut memperhitungkan kemungkinan Apple meraih pangsa pasar sebesar 25% pada akhir tahun ini.

Dengan proyeksi yang terbilang cerah, meski industi smartphone global tengah menghadapi tantangan tak ringan imbas kelangkaan chip, Liz Lee, Direktur Asosiasi Counterpoint, menyatakan bahwa tahun ini akan “menandai fase baru bagi (pertumbuhan) pasar ponsel pintar lipat”.

Singkatnya, saat ini pasar ponsel pintar lipat global tengah terlibat dalam persaingan sengit yang melibatkan berbagai pihak.

Samsung mempertahankan statusnya sebagai pelopor melalui seri Galaxy Z Fold 8 yang lebih luas, Huawei memimpin pengiriman global untuk model bergaya buku berkat desain yang agresif, sementara Apple bersiap untuk terjun ke ranah ponsel lipat yang telah lama dinantikan.

Siapa yang kelak bakal jadi pemenangnya?

Baca Juga: Counterpoint Research Prediksi Pasar Smartphone Lipat Masuki Fase Baru di 2026

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU