Selular.ID -

Perekam Suara Pintar Berbasis AI Plaud Sediakan Transkripsi AI 112 Bahasa Termasuk Jawa dan Sunda

BACA JUGA

Selular.ID – Plaud resmi hadir di Indonesia pada 29 September 2026 dengan membawa Plaud Note Pro dan Plaud NotePin S, dua perangkat berbasis AI yang dirancang untuk membantu profesional merekam percakapan, mengubahnya menjadi transkrip, serta menghasilkan rangkuman dan informasi yang dapat ditindaklanjuti.

Teknologi Plaud Intelligence mendukung transkripsi lebih dari 112 bahasa, termasuk Bahasa Indonesia, Jawa, dan Sunda.

Kehadiran Plaud di Indonesia menjadi bagian dari strategi ekspansi perusahaan di Asia Tenggara. Plaud menyebut penggunaan aktif mingguannya di Indonesia meningkat dua kali lipat pada semester pertama 2026.

Perusahaan juga menempatkan Indonesia sebagai salah satu dari enam pasar prioritas di Asia Tenggara, bersama Singapura, Thailand, Malaysia, Filipina, dan Vietnam.

Plaud melihat kebutuhan perangkat pendukung produktivitas AI sejalan dengan meningkatnya penggunaan kecerdasan buatan di lingkungan kerja.

Data Global Workforce Hopes and Fears 2025 dari PwC menunjukkan 69% responden di Indonesia telah menggunakan AI untuk bekerja.

Tonton juga:
Video Rekomendasi Untuk Anda

Sementara itu, Work Trend Index 2025 Microsoft mencatat 88% pekerja Indonesia merasa tidak memiliki cukup waktu atau energi untuk menyelesaikan pekerjaan mereka.

Kedua perangkat Plaud dirancang untuk menangani aktivitas pencatatan yang biasanya dilakukan secara manual. Plaud Note Pro memiliki bentuk menyerupai kartu kredit dan dapat merekam panggilan telepon maupun percakapan langsung.

Perangkat tersebut dapat dipasang secara magnetis di bagian belakang ponsel yang kompatibel dengan MagSafe untuk mendukung perekaman panggilan.

Sementara itu, Plaud NotePin S merupakan perangkat AI wearable dengan desain ringkas yang dapat digunakan dalam beberapa cara, seperti kalung, klip, gelang, atau pin.

Format tersebut ditujukan untuk penggunaan yang membutuhkan mobilitas, termasuk rapat, wawancara, konsultasi, maupun pekerjaan lapangan.

Kedua perangkat terhubung dengan Plaud Intelligence untuk memproses hasil rekaman menjadi transkrip dan rangkuman.

Pengguna dapat mencari kembali informasi dari percakapan yang telah direkam, sekaligus menentukan bahasa percakapan dan bahasa rangkuman secara terpisah.

Plaud juga menyediakan fitur custom vocabulary. Fitur ini memungkinkan pengguna memasukkan istilah khusus yang berkaitan dengan bidang pekerjaan tertentu sehingga sistem dapat mengenali kosakata yang mungkin tidak umum digunakan dalam percakapan sehari-hari.

Kemampuan multibahasa menjadi salah satu fitur yang relevan untuk pasar Indonesia. Dalam satu percakapan, pengguna dapat menggunakan Bahasa Indonesia sekaligus bahasa daerah.

Plaud menyatakan sistemnya mendukung Bahasa Indonesia, Jawa, dan Sunda, sehingga hasil transkripsi dapat digunakan untuk mendokumentasikan percakapan dengan latar bahasa yang beragam.

Plaud Siapkan AI Agentic untuk Indonesia

Plaud juga menyiapkan pengembangan lanjutan pada Plaud Intelligence. Perusahaan berencana menghadirkan kemampuan AI agentic di Indonesia pada Oktober 2026.

Teknologi tersebut diarahkan untuk mengubah informasi dari percakapan sebelumnya menjadi pekerjaan lanjutan, seperti menyusun email, membuat dokumen, maupun menghasilkan keluaran lain berdasarkan informasi yang telah diperoleh. Hasilnya juga dirancang dapat diteruskan ke aplikasi yang terhubung, termasuk Notion, Slack, dan Linear.

Pendekatan tersebut memperluas fungsi perangkat dari sekadar perekam dan transcriber menjadi bagian dari alur kerja digital. Informasi yang sebelumnya tersimpan sebagai rekaman dan transkrip dapat diproses kembali untuk mendukung pekerjaan berikutnya.

Megumi Yoshinaga, Head of APAC Marketing Plaud, mengatakan perusahaan ingin teknologi AI membantu profesional mengurangi pekerjaan administratif tanpa mengambil alih peran manusia dalam proses pengambilan keputusan.

“Di Indonesia, kemajuan akan tercipta lebih baik ketika tetap menjunjung kebersamaan dan hubungan antarmanusia, yang menjadi semangat utama gotong royong. Seiring dengan kehadiran Plaud di Indonesia, kami ingin membantu para profesional mendapatkan kembali sumber daya mereka yang paling berharga, yaitu waktu,” ujar Megumi.

Menurutnya, pengurangan aktivitas mencatat, membuat transkripsi, dan melakukan tindak lanjut secara manual diharapkan memberikan lebih banyak ruang bagi kolaborasi dan pengambilan keputusan.

Indonesia Ditargetkan Jadi Pasar Terbesar Plaud di Asia Tenggara

Indonesia memiliki posisi khusus dalam strategi ekspansi regional Plaud. Perusahaan memasukkan Indonesia ke dalam enam pasar prioritas Asia Tenggara dan memproyeksikan pasar Indonesia menjadi yang berkinerja terbaik di kawasan tersebut pada 2030.

Plaud menargetkan basis pengguna di Indonesia melampaui 1 juta pada periode tersebut. Target itu ditempatkan di tengah pertumbuhan penggunaan perangkat dan layanan AI untuk kebutuhan profesional.

Secara global, Plaud menyebut produknya telah digunakan oleh lebih dari 2,5 juta profesional di lebih dari 170 negara. Perusahaan juga mencatat pertumbuhan annual recurring revenue (ARR), yakni pendapatan berulang tahunan, dari US$1 juta menjadi US$100 juta dalam periode dua tahun.

Untuk 2026, Plaud menargetkan penjualan global mencapai US$500 juta. Angka tersebut menjadi bagian dari strategi pertumbuhan perusahaan setelah memperluas portofolio perangkat AI dan layanan pendukungnya.

Di Indonesia, Plaud memperluas distribusi melalui kanal daring dan luring. Produk-produknya tersedia di hampir 70 toko fisik melalui mitra ritel resmi, termasuk Urban Republic, Gramedia, dan iBox.

Konsumen juga dapat memperoleh perangkat Plaud melalui sejumlah platform e-commerce, antara lain Shopee, TikTok Shop, Tokopedia, Blibli, serta situs Plaud untuk kawasan Asia Tenggara.

Untuk pasar Indonesia, Plaud Note Pro dipasarkan dengan harga Rp3.499.000, sedangkan Plaud NotePin S dibanderol Rp3.449.000.

Kehadiran kedua perangkat tersebut memperluas pilihan perangkat AI yang diarahkan pada produktivitas profesional di Indonesia.

Fokus Plaud tidak hanya berada pada kemampuan merekam dan mentranskripsikan percakapan, tetapi juga pada pemrosesan informasi menjadi rangkuman dan pekerjaan lanjutan melalui Plaud Intelligence.

Dengan rencana menghadirkan kemampuan AI agentic pada Oktober 2026 serta target lebih dari 1 juta pengguna di Indonesia pada 2030, Plaud menempatkan pasar Indonesia sebagai bagian penting dari ekspansi bisnisnya di Asia Tenggara.

Baca Juga: Plaud NotePin: Perangkat AI untuk Rekam dan Transkrip, Tapi Harganya Mahal

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU