Selular.ID -

Pasar Smartphone Layar Lipat yang Kini Penuh Sesak

BACA JUGA

Uday Rayana
Uday Rayana
Editor in Chief

Selular.ID – Seperti sudah diprediksi, sepanjang tahun ini, segmen smartphone layar lipat (folding phone) akan menjadi medan persaingan yang keras.

Semua vendor papan atas telah meluncurkan varian terbarunya, seiring dengan momentum pasar yang tumbuh cukup signifikan, meski kelangkaan chip masih menghantui industri smartphone global.

Pada Senin (7/9), Huawei dan Xiaomi masing-masing memperkenalkan varian terbaru ponsel pintar lipat kelas atas, memperketat persaingan di segmen ponsel premium China hanya beberapa hari sebelum acara peluncuran produk Apple.

Huawei meluncurkan Mate XT2, perangkat lipat tiga yang dapat dibuka dari kedua sisi menjadi layar seukuran tablet.

Perangkat ini ditenagai oleh chip Kirin 9050 Pro dan dilengkapi dengan engsel yang dirancang ulang, ketahanan terhadap debu dan air yang ditingkatkan, serta layar privasi untuk menghalangi pandangan orang di sekitar, menurut pernyataan perusahaan.

Baca Juga: Terbang Tinggi Pasar Smartphone Layar Lipat

Tonton juga:
Video Rekomendasi Untuk Anda

Penjualan dimulai pada 12 September, dengan harga mulai dari 19.999 yuan (US$2.980) hingga 24.999 yuan (US$3.725) untuk versi tertingginya.

“Penentuan harga saat ini merupakan tantangan nyata karena biaya memori telah melonjak tajam. Kami mengadopsi banyak teknologi baru, dan tekanan biaya sangat besar,” ujar Direktur Eksekutif Huawei, Richard Yu.

Menurut Reuters, desain chip baru ini menggunakan pendekatan yang disebut Huawei sebagai LogicFolding, yang merupakan bagian dari kerangka kerja “Tau Scaling Law”—sebuah strategi yang diumumkan perusahaan pada Mei lalu untuk memajukan teknologinya di tengah pembatasan ekspor oleh AS.

Seperti diketahui, sejak pertengahan 2019, Huawei dilarang menjual produk di AS. Pemerintahan Gedung Putih menetapkan perusahaan tersebut sebagai risiko keamanan nasional.

Dalam acara terpisah, Xiaomi memperkenalkan Xiaomi 18 Fold, yang diposisikan sebagai ponsel kelas atas mereka yang paling canggih hingga saat ini.

Saat dilipat, perangkat ini muat di saku layaknya paspor, namun layar saat dibuka mampu menjalankan tiga aplikasi secara bersamaan.

Perangkat ini menjalankan prosesor AI XRing O3 buatan internal Xiaomi dan menggunakan cip memori DRAM dari produsen chip China, CXMT. Harganya berkisar antara 10.999 yuan (US$1.540) hingga 14.999 yuan (US$2.100).

CEO Xiaomi, Lei Jun, mengatakan bahwa 18 Fold lebih ringan dibandingkan iPhone Pro Max milik Apple dan prosesor XRing O3 miliknya mengungguli A19 Pro Apple dalam hal responsivitas.

“Saat ini, memori sangatlah mahal. Kami tidak mengatakan harganya murah, tetapi sepadan dengan nilainya,” kata Lei Jun.

Kedua pengumuman tersebut muncul tepat sebelum acara Apple pada Rabu (9/9), di mana raksasa teknologi yang berbasis di Cupertino – California itu resmi memperkenalkan model iPhone baru dan perangkat lipat pertamanya, iPhone Duo.

Seperti yang lazim terjadi belakangan ini, semua rumor dan bocoran informasi ternyata akurat (kecuali soal namanya).

Layar iPhone Duo memiliki rasio aspek yang sama, dan layar lipatnya dilengkapi dengan kamera swafoto yang tertanam di bawah layar.

Engsel berbahan titaniumnya memiliki rangkaian magnet terintegrasi yang membuat ponsel menutup dengan rapat dan mantap.

Fitur Touch ID terintegrasi pada tombol samping—seperti yang lazim ditemukan pada ponsel lipat—namun Anda juga dapat membuka kunci iPhone Duo menggunakan Apple Watch.

Perangkat ini memiliki layar lipat utama berukuran 7,6 inci dan layar luar (cover display) berukuran 5,4 inci. Keduanya mendukung teknologi ProMotion dan memiliki tingkat kecerahan puncak mencapai 3.000 nit.

Bagian belakangnya menggunakan Ceramic Shield, layar depannya menggunakan Ceramic Shield 2, dan perangkat ini memiliki sertifikasi IP68 untuk ketahanan terhadap debu dan air.

Terdapat “finishing nano-texture custom” yang menciptakan permukaan matte yang tampak rata, sehingga mengurangi visibilitas lipatan layar.

Selain itu, layar lipatnya—yang ditempatkan di atas pelat titanium—juga dilengkapi lapisan pelindung antigores.

Smartphone ini ditenagai oleh cip A20 Pro, sama seperti iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max yang juga diperkenalkan pada saat bersamaan.

SoC tersebut dibuat menggunakan proses fabrikasi 2nm dan dilengkapi dengan CPU 6-inti, GPU 7-inti, serta NPU 16-inti ganda.

Dibandingkan dengan A19 Pro, A20 Pro memiliki CPU yang 20% ​​lebih cepat dan GPU yang hingga 40% lebih cepat, serta daya komputasi Neural Engine dua kali lipat lebih besar dan bandwidth memori terpadu yang 50% lebih tinggi.

Dengan resminya Apple meluncurkan iPhone Duo, persaingan segmen smartphone lipat dipastikan akan semakin ketat di masa depan.
Sebelumnya, Samsung, vendor ponsel pintar lipat terbesar di dunia, meluncurkan tiga perangkat lipat Galaxy Z baru pada Juli lalu, memperluas jajaran produknya menjelang langkah Apple yang sangat dinantikan untuk memasuki kategori ini.

Meski penuh sesak dengan pemain kelas kakap, sejatinya ponsel pintar lipat hanya mencakup sebagian kecil dari total penjualan ponsel pintar secara keseluruhan.

Proyeksi lembaga riset terkemuka IDC untuk tahun ini menempatkan pangsa pasar kategori tersebut di angka sekitar 2,2%.

Dalam prakiraan hingga 2030, lembaga riset lainnya, Omdia memprediksi pertumbuhan berkelanjutan, dengan jumlah perangkat yang dikirim setiap tahun diperkirakan mencapai 45 juta unit pada saat itu.

Bahkan dengan adanya peningkatan yang diproyeksikan, kategori ini kemungkinan besar masih akan mencakup kurang dari 3% dari total pasar keseluruhan.

Omdia menyatakan bahwa format ini akan tetap menjadi segmen “khusus premium” meskipun terjadi pertumbuhan jangka panjang.

Salah satu faktor pendorong permintaan yang disorot oleh Counterpoint dan Omdia adalah peluncuran perangkat dengan layar lebih lebar yang mampu memberikan pengalaman layaknya tablet.

Baca Juga: Apple Memohon Bantuan Samsung Buat Layar Lipat Untuk Iphone

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU