Selular.ID -

Serangan Android Melonjak, 5 Ancaman Ini Mengintai Aplikasi di Indonesia

BACA JUGA

Selular.ID – Ledakan penggunaan aplikasi seluler di Indonesia ikut memperbesar risiko serangan siber.

Kaspersky mencatat serangan terhadap pengguna smartphone Android secara global meningkat 29% pada semester pertama 2025 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Ancaman tersebut menjadi perhatian karena aplikasi seluler kini menjadi pintu utama masyarakat untuk mengakses layanan perbankan, e-commerce, transportasi, kesehatan hingga pemerintahan.

Indonesia sendiri memiliki 356 juta koneksi seluler aktif dan 212 juta pengguna internet pada awal 2025 berdasarkan laporan Digital 2025 Indonesia dari DataReportal.

Besarnya penggunaan perangkat mobile membuat keamanan aplikasi semakin krusial.

Trojan Perbankan Melonjak 56%

Ancaman terhadap perangkat mobile juga semakin agresif seiring berkembangnya kecerdasan buatan (AI).

Tonton juga:
Video Rekomendasi Untuk Anda

Kaspersky mencatat serangan Trojan-Banker pada smartphone Android meningkat 56% sepanjang 2025 dibandingkan tahun sebelumnya.

Bahkan, jumlah paket instalasi Trojan-Banker baru melonjak hingga 271%.

Baca juga:

Head of Consumer Channel Asia Pasifik Kaspersky, Choon Hong Chee mengatakan aplikasi seluler telah menjadi titik interaksi digital utama antara perusahaan dan konsumen, terutama di pasar dengan konektivitas tinggi seperti Indonesia.

“Karena pengguna memercayakan informasi pribadi dan keuangan yang semakin sensitif kepada aplikasi, pengembang harus menjadikan keamanan sebagai elemen mendasar dalam pengalaman pengguna, bukan sekadar pertimbangan tambahan,” ujar Choon Hong Chee.

Menurut Kaspersky, setidaknya terdapat lima ancaman utama yang harus diwaspadai pengembang aplikasi seluler.

Pertama adalah malware yang mampu mencuri kredensial, mencegat OTP hingga menampilkan halaman login palsu.

Malware modern bahkan dapat mencegat notifikasi, SMS, PIN dan pola kunci layar, mencuri kode autentikasi dua faktor serta memantau aktivitas layar korban secara real-time.

Kedua, Wi-Fi publik yang tidak aman. Penyerang yang berada dalam jaringan sama berpotensi mencoba mencegat komunikasi antara aplikasi dan server sehingga membuka peluang pengambilalihan akun pelanggan.

Ketiga adalah Remote Access Tools (RAT) yang memungkinkan pelaku kejahatan siber mengambil kendali perangkat dari jarak jauh dan menyalahgunakan aplikasi yang sebenarnya sah.

Keempat, kerentanan pada browser engine yang digunakan aplikasi. Celah keamanan pada komponen web tertanam dapat dimanfaatkan penjahat siber sebelum pengembang menyediakan pembaruan atau perbaikan.

AI Bikin Phishing Makin Berbahaya

Ancaman kelima datang dari phishing berbasis AI.

Teknologi AI dapat dimanfaatkan untuk membuat situs maupun pesan penipuan yang bertujuan mencuri kredensial pengguna. Tautan berbahaya tersebut dapat disebarkan melalui email, aplikasi pesan hingga SMS.

Kaspersky menilai meningkatnya pemanfaatan AI oleh penjahat siber membuat sistem pertahanan juga harus berkembang.

Perusahaan menggunakan AI dan machine learning untuk menganalisis pola ancaman serta mendeteksi malware dan serangan baru.

Namun, persoalan keamanan tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan mendeteksi malware.

Perlindungan perlu mencakup perangkat, koneksi jaringan, data sensitif hingga aplikasi itu sendiri.

Keamanan Harus Dibangun Sejak Awal

Kaspersky menilai tantangan pengembang saat ini bukan lagi sekadar menciptakan aplikasi yang cepat, praktis dan pintar.

Aplikasi juga harus mampu beroperasi dengan aman ketika lanskap ancaman siber semakin kompleks.

Pendekatan security by design menjadi semakin penting, terutama ketika smartphone digunakan masyarakat untuk mengelola keuangan, berkomunikasi, berbelanja, bepergian hingga mengakses berbagai layanan penting.

Artinya, keamanan tidak seharusnya menjadi fitur tambahan setelah aplikasi selesai dibuat.

Perlindungan perlu ditanamkan sejak tahap perancangan agar perkembangan aplikasi dan AI tidak membuat data serta kepercayaan pengguna menjadi taruhannya.

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU