Selular.ID – ChatGPT, Claude dan berbagai layanan kecerdasan buatan (AI) identik dengan nama besar seperti OpenAI, Anthropic hingga Nvidia.
Namun, jauh di belakang layar terdapat perusahaan asal Belanda bernama ASML yang memegang peran sangat penting dalam membuat chip canggih untuk menopang ledakan AI.
ASML memproduksi mesin litografi yang memungkinkan produsen semikonduktor mencetak pola sirkuit berukuran sangat kecil ke wafer silikon.
Salah satu teknologi terpentingnya adalah Extreme Ultraviolet (EUV) lithography, yang dibutuhkan untuk memproduksi chip generasi mutakhir.
Baca juga:
- Lagi Perusahaan Belanda Terjebak Dalam Perang Chip Global, Setelah ASML Kini Giliran Nexperia
- Server Kewalahan! OpenAI Setop Sementara Pendaftaran Paket ChatGPT ChatG
Posisi ASML semakin strategis karena perusahaan tersebut menjadi satu-satunya pemasok mesin EUV di dunia.
Reuters melaporkan ASML menguasai sekitar 94% pasar mesin litografi pada 2025, membuat teknologi perusahaan sulit dilepaskan dari perlombaan semikonduktor global.
Mesin ASML Jadi “Jantung” Chip AI
Model AI seperti ChatGPT dan Claude membutuhkan kemampuan komputasi sangat besar, baik ketika model dilatih maupun saat digunakan oleh jutaan pengguna.
Kebutuhan tersebut ditopang GPU dan akselerator AI yang berisi transistor dalam jumlah sangat besar.
Untuk memproduksi chip semakin kecil, padat dan bertenaga, perusahaan semikonduktor membutuhkan proses litografi yang sangat presisi.
Di sinilah mesin EUV ASML memainkan peran penting.
Mesin tersebut menggunakan cahaya ultraviolet dengan panjang gelombang sangat pendek untuk membantu membentuk pola sirkuit mikroskopis pada wafer.
ASML menyebut chip AI merupakan bagian dari infrastruktur fisik yang berada di balik perkembangan kecerdasan buatan.
Mesin EUV bukan perangkat biasa. Satu unit memiliki bobot lebih dari 150 ton dan tinggi sekitar 4,5 meter.
Untuk generasi terbaru High-NA EUV, harganya bahkan dapat mencapai sekitar US$400 juta atau miliaran rupiah per unit.
AI Meledak, Mesin ASML Makin Diburu
Ledakan AI justru membuat posisi ASML semakin kuat.
Permintaan chip logic dan memory canggih meningkat seiring besarnya investasi perusahaan teknologi pada AI.
ASML menyebut kondisi tersebut mendorong konsumennya mempercepat ekspansi kapasitas produksi semikonduktor.
ASML bahkan berencana meningkatkan kapasitas produksi EUV generasi saat ini sekitar 30% pada 2027 dan mempertimbangkan tambahan peningkatan serupa pada 2028 untuk memenuhi permintaan.
Teknologi berikutnya juga sudah memasuki tahap produksi, yakni High-NA EUV.
Mesin ini mampu menghasilkan pola yang lebih kecil dibandingkan EUV sebelumnya dan dipersiapkan untuk generasi chip yang semakin kompleks.
Intel telah menggunakan High-NA EUV pada sebagian lapisan prosesor Intel Core Ultra Series 3 berbasis Intel 18A.
ASML menyebut pencapaian tersebut menjadi tonggak kesiapan High-NA EUV untuk lingkungan produksi.
Bukan Cuma Nvidia yang Jadi Penentu AI
Perkembangan tersebut memperlihatkan bahwa perlombaan AI sebenarnya tidak hanya berlangsung antara ChatGPT, Claude, Gemini atau model AI lainnya.
Di bawahnya terdapat perlombaan membangun pusat data, mendapatkan GPU, meningkatkan kapasitas pabrik semikonduktor hingga menguasai teknologi untuk membuat chip semakin canggih.
ASML berada pada salah satu titik paling krusial dari rantai tersebut.
Namun, menyebut ChatGPT atau Claude secara mutlak tidak mungkin pernah ada tanpa ASML tentu terlalu menyederhanakan rantai industri semikonduktor yang sangat kompleks.
AI modern bergantung pada banyak perusahaan, mulai perancang chip, foundry, produsen memory hingga pemasok peralatan produksi.
Yang jelas, untuk gelombang chip AI tercanggih saat ini, posisi ASML sulit tergantikan.
Bahkan CEO ASML Christophe Fouquet mengatakan peningkatan resolusi High-NA EUV akan membantu mempercepat perkembangan AI dan teknologi baru lainnya.
Jadi, ketika dunia sibuk membicarakan ChatGPT, Claude dan Nvidia, ada mesin raksasa bernilai ratusan juta dolar di pabrik semikonduktor yang menjadi salah satu fondasi penting revolusi tersebut: mesin EUV buatan ASML.


