Selular.ID – Chen Tianshi, pendiri perusahaan pembuat chip AI asal China, Cambricon, untuk pertama kalinya masuk ke dalam daftar 10 orang terkaya di China dengan estimasi kekayaan mencapai $30,5 miliar.
Chen menempati peringkat ke-10 dalam daftar orang terkaya di China versi Hurun (Hurun China Rich List) pada 2026, yang dirilis pada 27 Oktober lalu, setelah kekayaannya meningkat 14% dibandingkan tahun sebelumnya.
Ia merupakan satu dari tiga pendatang baru di jajaran 10 besar, bersama dengan pendiri DeepSeek, Liang Wenfeng, serta Chen Jianhua dan Fan Hongwei dari grup industri Hengli.
Chen dan Liang, yang sama-sama berusia 41 tahun, merupakan wirausahawan termuda yang membangun kekayaannya sendiri (self-made entrepreneurs) di antara 10 orang terkaya di China.
Cambricon, yang sering dijuluki sebagai “Nvidia-nya Tiongkok,” telah diuntungkan oleh meningkatnya permintaan akan chip AI yang dikembangkan di dalam negeri, seiring dengan langkah perusahaan-perusahaan teknologi China dalam memperluas infrastruktur kecerdasan buatan mereka.
Menurut Hurun, kapitalisasi pasar perusahaan yang terdaftar di bursa saham Shanghai ini telah mendekati $100 miliar, didorong oleh lonjakan permintaan terhadap prosesor buatannya serta keberhasilan perusahaan dalam mulai mencetak laba.
Dalam sebuah pertemuan dengan investor pada 26 Oktober 2026, Chen menyatakan bahwa permintaan akan daya komputasi AI tetap kuat dan berpotensi mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.
Hal itu sejalan dengan upaya perusahaan untuk memperluas jangkauan pasarnya, sebagaimana dilaporkan oleh surat kabar China, National Business Daily.
Chen mendirikan Cambricon pada 2016 bersama kakak laki-lakinya, Chen Yunji, yang juga merupakan seorang peneliti di Akademi Ilmu Pengetahuan China (Chinese Academy of Sciences).
Keduanya menempuh pendidikan di Universitas Sains dan Teknologi China, tempat mereka bergabung dengan program elit bagi mahasiswa muda yang sangat berbakat, sebelum akhirnya berkarier di bidang kecerdasan buatan (AI) dan penelitian semikonduktor.
Bersaudara ini mengembangkan prosesor yang dirancang untuk mempercepat komputasi AI, yang kemudian mengubah hasil penelitian mereka menjadi bisnis komersial pembuatan cip.
Cambricon resmi melantai di bursa saham STAR Market, Shanghai, pada 2020. Pertumbuhan perusahaan ini didukung oleh upaya China dalam mengembangkan alternatif domestik untuk chip canggih buatan perusahaan Amerika Serikat—terutama Nvidia—di tengah pembatasan ekspor semikonduktor yang diberlakukan oleh AS.
Kekayaan Chen yang terus meningkat mencerminkan pergeseran yang lebih luas dalam daftar miliarder China, yang kini lebih condong ke sektor AI dan teknologi canggih.
Liang dari DeepSeek memulai debutnya di peringkat ketujuh dengan estimasi kekayaan sebesar 280 miliar yuan, menjadikannya pendatang baru terkaya dalam daftar tahun ini.
Di sisi lain pendiri ByteDance, Zhang Yiming, kembali menyandang gelar sebagai orang terkaya di China dengan estimasi kekayaan mencapai 670 miliar yuan, meningkat 43% dibandingkan tahun sebelumnya.
Hurun mencatat 160 pengusaha yang kekayaannya bersumber dari kecerdasan buatan, yang berarti mencakup sekitar satu dari setiap 10 orang dalam daftar tersebut.
Peringkat 2026 ini mencakup 1.529 individu dengan kekayaan minimal 5 miliar yuan, bertambah 95 orang dibandingkan tahun lalu. Estimasi kekayaan dihitung berdasarkan data per 1 September 2026.
Baca Juga: Saat Jensen Huang “Kehilangan” Salah Satu Jaket Kulit Kesayangannya


