Selular.ID – Oppo dan Hasselblad melanjutkan kolaborasi pengembangan teknologi fotografi smartphone yang telah berlangsung sejak 2022.
Melalui riset dan pengujian bersama di fasilitas imaging Hasselblad di Tiongkok, kedua perusahaan mengevaluasi tiga aspek utama kualitas foto, yakni reproduksi warna dan tonal, ketajaman detail serta tekstur, dan efek bokeh.
Pengujian tersebut menggabungkan pengukuran teknis, pemotretan dalam kondisi nyata, serta penilaian estetika oleh para ahli imaging Hasselblad.
Kolaborasi ini berawal dari pengembangan kamera OPPO Find X5 pada 2022. Sejak itu, kerja sama OPPO dan Hasselblad tidak hanya mencakup penyempurnaan fitur kamera, tetapi juga pendekatan dalam menghasilkan karakter gambar yang mempertahankan warna, cahaya, dan kedalaman objek secara natural.
Dalam fotografi smartphone, kualitas gambar tidak cukup ditentukan oleh resolusi atau tingkat ketajaman. Reproduksi warna, kemampuan mempertahankan tekstur, hingga pemisahan subjek dari latar belakang turut memengaruhi hasil akhir.
Aspek-aspek tersebut menjadi fokus evaluasi bersama OPPO dan Hasselblad dalam proses pengembangan teknologi mobile imaging.
Chief Marketing Officer OPPO Indonesia, Jiang Linlin, mengatakan bahwa kualitas kamera perlu dinilai dari kemampuannya mempertahankan karakter visual suatu momen, bukan hanya menghasilkan gambar yang tajam atau terang.
“Bagi OPPO, kualitas kamera tidak cukup diukur dari seberapa tajam atau terang sebuah foto. Hal yang sama pentingnya adalah bagaimana kamera mampu mempertahankan warna, detail, serta karakter cahaya seperti yang dilihat pengguna secara langsung,” ujar Jiang.
Menurutnya, kolaborasi dengan Hasselblad menggabungkan pengujian teknis dan perspektif fotografi profesional untuk mengembangkan kamera yang tetap setia pada momen aslinya.
Tiga aspek pengujian fotografi OPPO dan Hasselblad

Dalam proses pengembangan imaging, OPPO dan Hasselblad mengevaluasi kualitas gambar melalui tiga dimensi utama. Ketiganya mencakup reproduksi warna dan tonal, kemampuan mempertahankan detail, serta pembentukan efek bokeh.
1. Reproduksi warna dan tonal
Aspek pertama berkaitan dengan kemampuan kamera menghasilkan warna dan nuansa pencahayaan yang mendekati kondisi sebenarnya. Untuk mengujinya, tim menggunakan berbagai objek dan material, mulai dari pensil warna dan bagan warna hingga permukaan logam yang memantulkan cahaya.
Pengujian dilakukan dengan menyamakan sejumlah kondisi pemotretan, termasuk jarak dan focal length atau panjang fokus lensa. Langkah ini membantu tim membandingkan hasil gambar secara lebih konsisten.
Evaluasi tidak hanya mengukur kesesuaian warna, tetapi juga kemampuan kamera mempertahankan perbedaan tonal. Tonal merujuk pada gradasi tingkat terang dan gelap dalam gambar, termasuk transisi antara area yang terkena cahaya dan bayangan.
Kemampuan tersebut berpengaruh terhadap tampilan warna kulit, langit, dan dedaunan. Kamera juga perlu mempertahankan atmosfer pencahayaan agar hasil foto tidak terlihat terlalu berbeda dari suasana ketika gambar diambil.
2. Detail dan tekstur gambar
Aspek kedua berfokus pada kemampuan kamera mempertahankan detail objek. OPPO dan Hasselblad menggunakan pola pengujian standar serta objek nyata dengan tekstur beragam, seperti permukaan bangunan, tumbuhan, dan kain.
Hasil pemotretan kemudian diperiksa melalui pembesaran dan pemotongan gambar atau cropping. Proses ini membantu tim melihat seberapa baik kamera merekam detail kecil dan mempertahankan tekstur pada berbagai objek.
Penilaian tersebut tidak hanya mengacu pada resolusi dan ketajaman. Kamera juga perlu menjaga tekstur agar tetap terlihat alami, tanpa penajaman digital berlebihan yang dapat membuat permukaan objek tampak kasar atau artifisial.
Pengujian semacam ini relevan untuk fotografi sehari-hari, terutama ketika pengguna memotret objek dengan detail kompleks. Hasil gambar yang baik perlu mempertahankan informasi visual tanpa mengubah karakter asli objek secara berlebihan.
3. Efek bokeh dan kedalaman ruang
Dimensi ketiga adalah efek bokeh, yaitu tampilan latar belakang yang dibuat buram untuk membantu memisahkan subjek utama dari lingkungan sekitarnya. Efek ini umum digunakan dalam fotografi portrait untuk memberikan penekanan pada orang atau objek yang menjadi fokus.
Dalam pengujiannya, OPPO dan Hasselblad memperhatikan transisi pada tepi subjek, konsistensi tingkat blur pada berbagai jarak, serta bentuk lingkaran cahaya yang muncul di latar belakang.
Tim juga menggunakan objek dengan bentuk tepi kompleks dan sumber cahaya untuk mengevaluasi kemampuan kamera mengenali kedalaman ruang. Hal ini penting karena pemisahan subjek dan latar belakang harus terlihat rapi, termasuk pada bagian yang memiliki kontur rumit.
Transisi blur yang tidak konsisten atau pemisahan objek yang kurang presisi dapat membuat foto portrait terlihat kurang alami. Karena itu, evaluasi bokeh tidak hanya berfokus pada seberapa kuat latar belakang diburamkan, tetapi juga pada ketepatan efek tersebut mengikuti bentuk subjek.
Pengukuran teknis dipadukan dengan penilaian estetika

Ketiga aspek tersebut diuji melalui kombinasi pengukuran teknis dan pemotretan dalam kondisi nyata. Hasilnya kemudian dinilai dari sisi estetika oleh para ahli imaging Hasselblad.
Pendekatan ini menggabungkan dua cara evaluasi. Pengukuran teknis digunakan untuk melihat konsistensi dan karakteristik hasil gambar berdasarkan parameter tertentu, sedangkan penilaian ahli membantu mengevaluasi tampilan visual secara keseluruhan.
Perpaduan keduanya menjadi bagian dari proses pengembangan kamera OPPO. Hasil foto tidak hanya diperiksa berdasarkan angka atau parameter pengujian, tetapi juga dari bagaimana warna, tekstur, dan kedalaman gambar membentuk pengalaman visual.
Kolaborasi Oppo dan Hasselblad sejak 2022

Kemitraan OPPO dan Hasselblad dimulai pada 2022 melalui OPPO Find X5. Kolaborasi tersebut mempertemukan kemampuan pengembangan teknologi smartphone OPPO dengan pengalaman Hasselblad dalam dunia fotografi profesional.
Dalam pengembangan mobile imaging, tantangannya adalah menerapkan karakter dan pendekatan fotografi profesional ke perangkat berukuran ringkas. Kamera smartphone harus mengolah data gambar melalui kombinasi sensor, lensa, pemrosesan perangkat lunak, dan algoritma pencitraan.
Hasselblad membawa perspektif mengenai karakter warna, tonal, detail, dan kedalaman gambar. Sementara itu, OPPO mengembangkan serta mengintegrasikan pendekatan tersebut ke teknologi kamera smartphone.
OPPO menyatakan kerja sama ini terus berlanjut melalui pertukaran keahlian, riset, dan pengembangan teknologi. Fokusnya mencakup penyempurnaan kualitas gambar agar hasil fotografi smartphone dapat mempertahankan karakter visual objek dan suasana ketika foto diambil.
Melalui pengujian bersama di fasilitas imaging Hasselblad, OPPO memperlihatkan bahwa pengembangan kamera smartphone mencakup lebih dari sekadar peningkatan spesifikasi perangkat keras.
Reproduksi warna, pengolahan detail, dan simulasi kedalaman ruang juga menjadi bagian dari evaluasi untuk menghasilkan foto dengan karakter visual yang konsisten.


