Selular.ID – Oppo telah meluncurkan varian terbaru yang menyasar segmen premium Find X 10 Series di berbagai kawasan di dunia, termasuk Eropa.
Sejalan dengan peluncuran Find X 10 Series, perusahaan teknologi yang berbasis di Shenzhen itu, memaparkan rencana untuk meningkatkan investasi secara signifikan di Eropa selama tiga tahun ke depan.
Hal itu dilakukan sebagai upaya untuk memperkuat posisinya di pasar ponsel pintar premium serta menantang Apple dan Samsung di kawasan tersebut.
Dalam sebuah konferensi pers di London, CEO Oppo Eropa, Elvis Zhou mengungkapkan rencana perusahaan untuk meningkatkan investasi sebesar 30% dari tahun ke tahun hingga 2029.
Namun, pihak perusahaan tidak menyebutkan angka pasti mengenai jumlah investasi pada tahun 2025, dan juga belum pernah mengungkapkan data investasi sebelumnya untuk operasional mereka di Eropa.
Zhou menegaskan komitmen baru perusahaan terhadap Eropa, dengan menyatakan fokus utama mereka akan tertuju pada pasar Inggris, Prancis, Jerman, Italia, dan Spanyol.
Mengenai para pesaingnya, Zhou mengatakan: “Kami hadir bukan untuk menggantikan salah satu merek yang sudah mapan. Kami hadir untuk menawarkan pilihan ketiga yang berbeda.”
Meski mengakui keunggulan para pesaing dalam hal kesadaran merek dan distribusi ritel, ia menjelaskan bahwa meraih pangsa pasar antara 5% hingga 10% di segmen ponsel pintar premium Eropa adalah target yang “sangat mungkin dicapai” oleh Oppo.
Ia menambahkan bahwa perusahaan menyasar konsumen yang lebih muda, khususnya mereka yang berusia 18 hingga 35 tahun, dengan menonjolkan performa kamera, daya tahan baterai, dan fitur-fitur kecerdasan buatan (AI), alih-alih sekadar bersaing dari segi harga.
Survei pasar yang dilakukan Oppo menunjukkan bahwa lebih dari 40% anak muda mempertimbangkan perangkat berbasis AI sebagai faktor penentu saat membeli perangkat.
Menurut Zhou, Oppo bukanlah merek yang ragu untuk berinvestasi, bukan karena pihaknya memiliki lebih banyak uang.
“Oppo berinvestasi karena kami memahami segmen pelanggan mana yang ingin kami sasar dan produk seperti apa yang benar-benar dapat memenuhi kebutuhan mereka”, ujar Zhou.
Ia juga menambahkan bahwa perusahaan menargetkan untuk melipatgandakan penjualan seri ponsel unggulan (flagship) kelas atas mereka, yaitu seri Find, pada 2027 dibandingkan dengan 2026.
Baca Juga: Oppo ColorOS 17 Lebih Fokus pada AI dan Performa
Berdasarkan data dari Omdia, lebih dari separuh perangkat Oppo yang terjual di Inggris sepanjang paruh pertama 2026 merupakan model dari seri Find.
Porsi seri tersebut dalam penjualan Oppo di Eropa juga meningkat empat kali lipat pada 2026 dibandingkan tahun sebelumnya, yang “menunjukkan kontribusi produk premium kami yang kian besar terhadap bisnis kami di Eropa”.
Komentar tersebut disampaikan saat Oppo bersiap untuk peluncuran global model ponsel pintar terbarunya, Find X10 dan Find X10 Pro Max, pada Selasa (21/10/2026).
Meskipun Zhou memiliki pandangan yang optimis, tantangan yang lebih luas adalah meyakinkan konsumen untuk bersedia membayar lebih di tengah siklus penggantian perangkat yang semakin lama.
Ia menegaskan bahwa Oppo tidak berniat bersaing dengan menawarkan perangkat yang lebih murah.
“Jika kami ingin memiliki posisi yang kokoh di pasar Eropa, itu bukan karena kami menawarkan harga yang terjangkau, melainkan karena kami mampu menghadirkan pengalaman produk yang berbeda dan berkualitas,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa posisi Oppo di pasar Eropa sangat jelas, yaitu pasar premium kelas atas.
Namun, pimpinan tersebut mengingatkan agar tidak mengharapkan pencapaian yang instan, seraya menyatakan bahwa perusahaan akan memprioritaskan pertumbuhan yang stabil.
“Kami tidak akan menggunakan diskon jangka pendek hanya untuk mendongkrak volume penjualan,” katanya.
“Mungkin kami tidak akan meraih banyak keberhasilan jangka pendek, seperti pangsa pasar yang mencolok, tetapi Anda akan melihat langkah kami di sini. Langkah yang sangat stabil.”
Oppo saat ini beroperasi di lebih dari 20 negara di Eropa dan kini tengah berekspansi ke wilayah Nordik, Polandia, serta Rumania, dengan Spanyol sebagai pasar terbesarnya di kawasan tersebut.
Secara global, perusahaan ini mengklaim termasuk dalam jajaran empat vendor ponsel pintar terbesar berdasarkan jumlah pengiriman pada paruh pertama 2026, dengan lebih dari 60% nilai pengiriman globalnya berasal dari luar negeri.
Langkah terbaru vendor asal China ini di Eropa dilakukan setelah sempat mengalami kendala akibat sengketa paten dengan Nokia pada 2022, yang menyebabkan penghentian penjualan produknya di Jerman.
Selanjutnya, pada 2023, Oppo menegaskan kembali ambisi jangka panjangnya di Eropa, meskipun kehilangan distributor eksklusifnya di Prancis, Yang Technology SAS, dan produknya masih belum tersedia di pasar Jerman.
Baca Juga: Oppo A7 Pro Series 5G Ramaikan Blok M Lewat Parade Selfie


