Selular.ID – Kelangkaan chip memori global mulai mengubah peta persaingan pasar smartphone dunia.
Ketika produsen HP murah semakin tertekan akibat lonjakan biaya komponen, Samsung dan Apple justru memperkuat dominasinya di pasar smartphone global sepanjang kuartal III 2026.
Laporan terbaru Counterpoint Research menunjukkan Samsung masih memimpin pasar smartphone dunia dengan pangsa pasar 23%, meningkat dari 19% pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Apple menyusul di posisi kedua dengan pangsa pasar 22%, naik dari 18% pada kuartal III 2025.
Baca juga:
- Vikram Sinha: Semakin Banyak Pengguna Pilih Internet Berkualitas Ketimbang Harga Murah
- Samsung Terancam Pangkas Produksi HP hingga 30%, Harga RAM Menggila
Sebaliknya, Xiaomi, OPPO, dan vivo mengalami penurunan pangsa pasar akibat tekanan biaya produksi dan perubahan strategi penjualan.
Kondisi ini memperlihatkan bahwa krisis chip memori lebih memukul smartphone murah dan kelas menengah dibandingkan perangkat premium yang konsumennya relatif tidak terlalu sensitif terhadap kenaikan harga.
Samsung dan Apple Semakin Dominan
Samsung menjadi produsen dengan kenaikan pangsa pasar terbesar di antara merek smartphone global pada kuartal III 2026.
Permintaan terhadap smartphone premium Samsung tetap solid, terutama melalui Galaxy Z Fold8 yang memperkuat portofolio ponsel lipat perusahaan.
Sementara itu, seri Galaxy A masih menunjukkan permintaan stabil di sejumlah negara berkembang, meskipun bisnis smartphone Samsung menghadapi tekanan di pasar China.
Counterpoint menilai strategi Samsung yang semakin mengutamakan perangkat premium dan peningkatan harga jual rata-rata atau average selling price (ASP) membantu perusahaan mempertahankan pertumbuhan nilai penjualan.
“Fokus perusahaan pada harga jual rata-rata yang lebih tinggi dan pertumbuhan pendapatan mendukung pertumbuhan nilai yang lebih kuat meskipun volume pengiriman menurun,” ungkap Counterpoint.
Apple juga mampu memperkuat pangsa pasarnya hingga mencapai 22%.
Meskipun tidak menghadirkan iPhone 18 model standar dalam peluncuran September 2026, Apple tetap memperoleh dukungan permintaan dari jajaran iPhone premium.
Kenaikan harga iPhone 18 Pro memang berpotensi memengaruhi penjualan dalam jangka pendek.
Namun, Counterpoint mencatat minat konsumen terhadap seri premium Apple masih terjaga, terutama di China dan India.
Xiaomi, OPPO, dan vivo Justru Tertekan
Berbeda dengan Samsung dan Apple, tiga produsen smartphone asal China mengalami penurunan pangsa pasar.
Xiaomi mencatat penurunan paling tajam, dari 14% pada kuartal III 2025 menjadi hanya 10% pada periode yang sama tahun ini.
OPPO juga mengalami penurunan dari 12% menjadi 9%, sedangkan vivo turun dari 9% menjadi 8%.
Berikut perbandingan pangsa pasar lima produsen smartphone global berdasarkan data Counterpoint Research.
| Merek | Q3 2025 | Q3 2026 | Perubahan |
|---|---|---|---|
| Samsung | 19% | 23% | +4 poin |
| Apple | 18% | 22% | +4 poin |
| Xiaomi | 14% | 10% | -4 poin |
| OPPO | 12% | 9% | -3 poin |
| vivo | 9% | 8% | -1 poin |
Penurunan pangsa pasar tersebut terjadi ketika produsen smartphone Android menghadapi kenaikan biaya komponen, khususnya chip memori.
Xiaomi mulai mengurangi eksposur pada segmen smartphone berharga rendah dan sejumlah pasar internasional yang bukan menjadi prioritas bisnisnya.
Perusahaan juga melakukan penyesuaian harga jual perangkat untuk mengimbangi peningkatan biaya produksi.
Sementara itu, OPPO berupaya meningkatkan efisiensi operasional sekaligus menyederhanakan portofolio produknya.
vivo memilih memperkuat bisnis di pasar utama, terutama India dan China, serta tetap mengandalkan seri Y untuk menjangkau konsumen kelas menengah dan bawah.
Kelangkaan RAM Jadi Ancaman HP Murah
Lonjakan permintaan chip memori dari industri kecerdasan buatan (AI) menjadi salah satu faktor yang mempersempit pasokan komponen untuk smartphone.
Produsen memori semakin menghadapi kebutuhan besar dari industri pusat data dan komputasi AI, sementara produsen perangkat konsumen harus bersaing mendapatkan pasokan.
Kondisi tersebut mendorong kenaikan harga RAM yang akhirnya meningkatkan biaya produksi smartphone.
Dampaknya paling terasa pada segmen entry-level karena produsen memiliki ruang keuntungan yang lebih kecil dibandingkan perangkat premium.
Bagi konsumen HP murah, kenaikan harga komponen dapat berujung pada perangkat yang lebih mahal atau penyesuaian spesifikasi untuk mempertahankan harga jual.
International Data Corporation (IDC) bahkan menggambarkan tekanan tersebut sebagai “tsunami rantai pasok” yang berpotensi mengubah struktur industri smartphone.
Harga HP Android Berpotensi Terus Naik
Francisco Jeronimo dari IDC menilai produsen smartphone Android menjadi salah satu kelompok yang paling rentan menghadapi krisis pasokan memori.
Pasalnya, persaingan harga yang ketat membuat produsen sulit menyerap seluruh kenaikan biaya komponen tanpa mengorbankan keuntungan.
“Biaya komponen yang meningkat akan menekan margin mereka, dan mereka tidak akan punya pilihan selain meneruskan biaya tersebut kepada pengguna akhir,” ujar Jeronimo.
Situasi ini berpotensi memperlebar kesenjangan antara pasar smartphone premium dan perangkat kelas bawah.
Samsung dan Apple memiliki keuntungan dari portofolio premium yang memungkinkan penyesuaian harga lebih fleksibel, sementara produsen yang bergantung pada segmen murah harus menjaga keseimbangan antara harga dan spesifikasi.
Bagi pasar Indonesia, kondisi tersebut patut menjadi perhatian karena smartphone kelas menengah dan entry-level merupakan segmen penting dalam persaingan industri.
Jika kelangkaan memori terus berlanjut, konsumen berpotensi menghadapi pilihan smartphone dengan harga lebih tinggi atau spesifikasi yang lebih terbatas pada rentang harga yang sama.
Krisis chip memori kini bukan sekadar persoalan pasokan komponen, tetapi juga menjadi faktor yang berpotensi mengubah persaingan merek dan daya beli konsumen smartphone sepanjang 2026 hingga 2027.


