Selular.ID -

XLSmart Mengakselerasi Ekspansi Jaringan 5G Super Cepat melalui Suntikan Modal 2026

BACA JUGA

Solo, Selular.id – XLSmart memperkuat komitmen perluasan infrastruktur telekomunikasi nasional dengan menaikkan alokasi belanja modal (capital expenditure/capex) tahun 2026 dari rencana awal Rp15 triliun menjadi Rp20 triliun.

Langkah strategis ini diambil guna mengakselerasi jangkauan serta kualitas jaringan di seluruh wilayah Indonesia, sekaligus merespons kinerja keuangan perseroan yang mencatatkan pertumbuhan positif sepanjang semester pertama 2026.

Merza Fachys, Direktur & Chief Regulatory Officer XLSMART menyampaikan bahwa penambahan alokasi belanja modal ini mendapat dukungan penuh dari pemegang saham.

Suntikan dana segar tersebut memungkinkan perusahaan memperluas jangkauan layanan secara masif dan meningkatkan performa jaringan agar senantiasa mampu memenuhi kebutuhan pelanggan.

Penguatan investasi infrastruktur ini berbanding lurus dengan realisasi kinerja keuangan perusahaan pada semester I-2026.

“XLSmart mengantongi kenaikan pendapatan (revenue) serta pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA), yang memberikan pijakan kuat bagi manajemen untuk melanjutkan ekspansi jaringan jangka panjang,”terang Merza, dalam Media Update, Yogyakarta- Solo, baru-baru ini.

Tonton juga:
Video Rekomendasi Untuk Anda

Modernisasi Tower dan Integrasi Algoritma AI
Sebagai bagian dari peremajaan infrastruktur mendasar, XLSmart melakukan renovasi menara pemancar (base transceiver station/BTS) secara berkelanjutan dalam kurun satu setengah tahun terakhir.

Salah satu fokus utamanya adalah pembaruan sistem daya cadangan (backup power) menggunakan baterai Lithium-Ion (Li-Ion) yang memiliki efisiensi tinggi serta usia pakai lebih panjang.

Teknologi baterai modern tersebut dipadukan dengan implementasi algoritma kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) di setiap tower.
Sistem AI ini bekerja secara otomatis untuk mengatur dan menyesuaikan konsumsi spektrum frekuensi saat pemadaman listrik PLN terjadi.

Dengan menurunkan penggunaan spektrum yang kurang aktif saat kondisi darurat, penggunaan daya baterai dapat dihemat sehingga cakupan sinyal pelanggan tetap terjaga meski listrik padam.

Penggunaan AI pada infrastruktur fisik ini menjadi bagian dari strategi efisiensi operasional dan upaya keberlanjutan (green initiative) dalam menjaga keandalan jaringan telekomunikasi di area yang memiliki tantangan geografis tinggi.

Strategi Frekuensi 5G dan Tantangan Geografis
Dalam pengembangan jaringan generasi kelima (5G), XLSMART menyoroti kebutuhan investasi perangkat baru apabila terjadi penambahan atau alokasi ulang spektrum frekuensi, seperti pada pita 2.6 GHz.

Penambahan infrastruktur keras (hardware) baru wajib dilakukan untuk memancarkan frekuensi tersebut secara optimal guna menghadirkan pengalaman jaringan 5G yang utuh bagi masyarakat.

Merza Fachys mengungkapkan bahwa kondisi geografis Indonesia yang sangat luas memberikan tantangan tersendiri dalam pemerataan infrastruktur telekomunikasi.

Namun, tantangan tersebut direspons dengan komitmen investasi berkelanjutan agar seluruh lapisan masyarakat, mulai dari kawasan perkotaan hingga daerah terpencil, dapat menikmati akses digital secara merata.

XLSmart menegaskan bahwa ekspansi jaringan dan penerapan teknologi 5G tidak sekadar mengejar kecepatan transmisi data semata.

Baca Juga:XLSmart Pastikan Baterai HP Boros Akibat 5G Mitos

Infrastruktur yang dibangun diarahkan untuk memberdayakan sektor-sektor strategis seperti pendidikan, kesehatan, serta penguatan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan melalui penyediaan konektivitas yang andal dan stabil.

 

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU