Surabaya, Selular.ID – Ada masa ketika ukuran kekuatan operator telekomunikasi cukup dilihat dari berapa banyak menara yang berdiri dan seberapa luas sinyal menjangkau sebuah wilayah. Kini ukurannya berubah. Jaringan harus mampu mengikuti ledakan trafik data, kebutuhan cloud, kecerdasan artifisial, hingga kebiasaan masyarakat yang semakin bergantung pada layanan digital.
Di tengah perubahan itu, XLSMART memilih memperbesar taruhannya.
PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk menaikkan panduan capitalized capex 2026 dari sebelumnya Rp15 triliun menjadi Rp20 triliun. Tambahan investasi tersebut akan digunakan untuk mendukung pengoperasian lebih dari 265 ribu BTS, memperluas jaringan 5G sebelumnya target 88 kota menjadi 101 kota di akhir 2026, serta mengoptimalkan spektrum baru di frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz.
Angka Rp20 triliun itu menunjukkan bahwa setelah terbentuk dari penggabungan XL Axiata, Smartfren Telecom, dan Smart Telecom, pekerjaan besar XLSMART berikutnya adalah menyatukan kekuatan jaringan sekaligus menyiapkan kapasitas untuk pertumbuhan trafik masa depan.
Direktur dan Chief Regulatory Officer XLSMART, Merza Fachys, mengatakan pembangunan jaringan dilakukan berdasarkan kebutuhan masing-masing wilayah. Kawasan dengan pertumbuhan trafik tinggi akan membutuhkan kapasitas lebih besar, sementara wilayah lain masih membutuhkan perluasan jangkauan dan kualitas koneksi.
Di sinilah dua spektrum baru memainkan peran berbeda.
Frekuensi 700 MHz memiliki karakter jangkauan luas dan penetrasi sinyal yang lebih baik. Spektrum ini cocok digunakan untuk memperluas cakupan, termasuk menjangkau wilayah yang secara geografis lebih sulit dilayani.
Baca Juga: XLSmart Manfaatkan Spektrum Baru untuk Perluas 5G
Sementara frekuensi 2,6 GHz menawarkan kapasitas lebih besar untuk kawasan dengan konsumsi data tinggi. Kota besar, pusat aktivitas ekonomi, dan wilayah padat pelanggan akan menjadi tempat di mana tambahan kapasitas seperti ini semakin penting.
Direktur dan Chief Technology Officer XLSMART, Shurish Subbramaniam, menyebut implementasi kedua spektrum tersebut akan dilakukan secara bertahap. Prioritas diberikan pada wilayah yang membutuhkan perluasan jangkauan dan kawasan yang mengalami pertumbuhan trafik data tinggi.
Sebagian kenaikan capex tahun ini juga digunakan untuk mempercepat investasi jaringan yang sebelumnya dijadwalkan pada tahun berikutnya.
5G Mulai Memasuki Fase Perluasan
Hingga semester pertama 2026, layanan 5G XLSMART telah tersedia di lebih dari 50 kota dengan dukungan sekitar 15 ribu BTS 5G. Cakupan populasinya mencapai sekitar 23% secara nasional.
Angka itu menunjukkan bahwa perjalanan 5G Indonesia masih panjang. Namun kompetisi operator mulai bergeser dari sekadar memperkenalkan 5G menuju pertanyaan yang lebih penting: seberapa luas jaringan tersedia dan seberapa konsisten pengalaman yang diterima pengguna.
XLSMART mengklaim investasi jaringan tersebut mulai tercermin pada performa layanannya. Berdasarkan Speedtest Intelligence pada semester pertama 2026, jaringan yang digunakan pelanggan melalui layanan XL mendapatkan empat penghargaan Ookla, yaitu Best Mobile Network, Best 5G Network, Fastest 5G, dan Best 5G Video Experience di Indonesia.
Tetapi pembangunan jaringan hari ini juga tidak berhenti pada radio dan BTS.
XLSMART mulai menghubungkan konektivitas dengan ekosistem layanan digital. Salah satunya melalui kolaborasi dengan Google untuk menyediakan Gemini AI Plus dan Cloud Storage kepada pelanggan.
Strateginya cukup jelas. Operator tidak ingin jaringan hanya menjadi jalan tol tempat data lewat. Nilai ekonominya semakin besar ketika konektivitas tersebut terhubung dengan layanan digital yang digunakan pelanggan setiap hari.
Pertaruhan Besar Setelah Merger
XLSMART kini melayani lebih dari 69,4 juta pelanggan. Skala sebesar itu membawa keuntungan, tetapi sekaligus pekerjaan rumah.
Jaringan warisan XL dan Smartfren harus terus dioptimalkan, penggunaan spektrum perlu dibuat semakin efisien, sementara pelanggan berharap kualitas layanan meningkat setelah konsolidasi.
Karena itu, kenaikan capex menjadi Rp20 triliun layak dibaca lebih jauh daripada sekadar tambahan anggaran pembangunan jaringan.
Ini adalah investasi untuk membuktikan apakah skala besar hasil merger benar-benar dapat diterjemahkan menjadi kualitas jaringan yang lebih baik.
Memasuki paruh kedua 2026, XLSMART akan memusatkan pengembangan pada pengalaman pelanggan, optimalisasi spektrum, ekspansi 5G, penguatan layanan digital, serta pembangunan ekosistem bersama pemerintah, perusahaan teknologi, produsen perangkat, dan dunia usaha.
Pada akhirnya, perlombaan telekomunikasi Indonesia tidak hanya ditentukan siapa memiliki BTS paling banyak. Pemenangnya akan ditentukan oleh siapa yang mampu membuat setiap MHz spektrum dan setiap rupiah investasi jaringan terasa manfaatnya di tangan pelanggan.
Baca Juga: XLSmart Menyerap Suara Pelanggan di Sembilan Wilayah Indonesia


