Selular.ID -

Hypernet Technologies Andalkan TokenKu.ai untuk Tata Kelola AI Enterprise

BACA JUGA

Selular.ID – Hypernet Technologies, perusahaan Managed Service Provider (MSP) di bawah naungan XLSmart, meluncurkan TokenKu.ai di Jakarta pada 16 September 2026.

Platform managed AI marketplace ini menyediakan akses ke lebih dari 120 model kecerdasan buatan (AI) melalui satu portal, sekaligus menghadirkan sistem kendali terpusat, penagihan dalam rupiah, dan faktur pajak resmi bagi pelanggan enterprise.

TokenKu.ai mengusung konsep “Satu Gateway untuk Semua Model AI”. Melalui satu portal, organisasi dapat mengakses berbagai model AI dari perusahaan teknologi global, termasuk OpenAI, Anthropic, Google, dan Meta.

Hypernet Technologies mengembangkan layanan ini untuk menyederhanakan pengelolaan akses AI sekaligus membantu perusahaan memantau konsumsi dan biaya penggunaan teknologi tersebut.

Kehadiran TokenKu.ai didorong oleh meningkatnya penggunaan AI di lingkungan kerja. Hypernet Technologies mengutip laporan Global Workforce Hopes and Fears Survey 2025 dari PwC yang menyebut 96% pekerja Indonesia yang menggunakan AI generatif setiap hari merasa lebih produktif.

Sementara itu, studi Unlocking Indonesia’s AI Potential 2026 yang dilakukan Strand Partners untuk Amazon Web Services (AWS) mencatat 75% bisnis di Indonesia yang telah mengadopsi AI mengalami peningkatan produktivitas terukur.

Tonton juga:
Video Rekomendasi Untuk Anda

Angka tersebut mencapai 84% pada perusahaan yang menerapkan agentic AI, yakni sistem AI yang dapat menjalankan rangkaian tugas secara lebih mandiri.

“Banyak perusahaan masih kesulitan dalam merancang kerangka kerja AI. Maka dari itu, TokenKu.ai siap membantu organisasi mengatasi kompleksitas tersebut melalui filosofi ‘Satu Gateway untuk Semua Model AI’,” ujar Sudianto Oei, CEO Hypernet Technologies.

Menurut Sudianto, keberadaan satu pintu pengelolaan memungkinkan manajemen memiliki kendali terhadap akses, tata kelola, serta biaya operasional AI.

Sementara itu, tim internal dapat mengurangi beban administratif yang muncul ketika perusahaan menggunakan banyak layanan AI dari penyedia berbeda.

Tata Kelola Penggunaan AI

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian TokenKu.ai adalah fenomena Bring Your Own AI (BYOAI). Istilah tersebut merujuk pada kebiasaan karyawan menggunakan berbagai layanan AI secara mandiri untuk mendukung pekerjaan, tanpa selalu berada dalam strategi dan tata kelola AI resmi perusahaan.

Dalam model penggunaan seperti ini, organisasi dapat menghadapi tantangan berupa akses AI yang tidak terpusat serta konsumsi layanan yang sulit dipantau.

Dari sisi keuangan, penggunaan banyak penyedia juga dapat menghasilkan tagihan terpisah, termasuk transaksi dalam mata uang asing melalui kartu kredit perusahaan.

TokenKu.ai dirancang untuk mengonsolidasikan proses tersebut melalui satu gateway. Manajemen dapat memperoleh visibilitas terhadap konsumsi token secara real time. Pemantauan tersebut dapat dilakukan berdasarkan pengguna, divisi, maupun model AI yang digunakan.

Token merupakan satuan yang digunakan oleh sejumlah model AI untuk memproses input dan menghasilkan output. Dalam layanan AI generatif berbasis API, konsumsi token umumnya menjadi salah satu dasar penghitungan biaya.

Karena itu, pemantauan penggunaan token dapat membantu organisasi melihat pola konsumsi masing-masing pengguna atau unit kerja.

TokenKu.ai juga menyediakan fitur pengelolaan virtual API key. API key merupakan kredensial yang digunakan aplikasi atau pengguna untuk mengakses layanan AI melalui application programming interface (API).

Melalui pengelolaan terpusat, organisasi dapat mengatur akses dan menetapkan batas belanja bulanan atau budget cap.

Fungsi tersebut menempatkan pengendalian biaya sebagai bagian dari tata kelola penggunaan AI. Perusahaan tidak hanya mendapatkan akses ke model AI, tetapi juga dapat mengatur bagaimana layanan tersebut digunakan di lingkungan internal.

Satu Invoice dalam Rupiah

Hypernet Technologies juga membawa aspek administrasi dan pembayaran ke dalam TokenKu.ai. Seluruh penggunaan layanan AI dapat dikonsolidasikan menjadi satu invoice resmi yang dilengkapi faktur pajak dan menggunakan mata uang rupiah.

Model ini berbeda dari pola penggunaan ketika perusahaan harus membuat akun secara terpisah pada sejumlah penyedia AI. Dalam skenario tersebut, administrasi pembayaran dan rekonsiliasi biaya perlu dilakukan untuk setiap layanan yang digunakan.

Melalui TokenKu.ai, Hypernet Technologies menyediakan pilihan pembayaran berupa top up wallet maupun bundling dengan paket managed service yang ditawarkan perusahaan.

Pendekatan tersebut juga mengurangi kebutuhan organisasi untuk mengelola banyak akun dan melakukan proses administrasi secara individual dengan setiap penyedia model AI yang tersedia di platform.

Di sisi akses teknologi, TokenKu.ai menyediakan lebih dari 120 model AI dalam satu portal marketplace. Hypernet Technologies menyebut model yang tersedia berasal dari sejumlah perusahaan teknologi global, termasuk OpenAI, Anthropic, Google, dan Meta.

Ketersediaan banyak model melalui satu portal memungkinkan organisasi memilih layanan sesuai kebutuhan penggunaan tanpa harus membangun proses administrasi terpisah untuk setiap model.

Pengelolaan tersebut mencakup akses, konsumsi, dan pembayaran dalam satu lingkungan layanan.

Fokus Awal pada Tiga Sektor

Pada tahap awal peluncuran, Hypernet Technologies memfokuskan TokenKu.ai pada sektor Telekomunikasi, Media, & Teknologi (TMT), jasa keuangan, dan ritel.

Ketiga sektor tersebut menjadi sasaran awal karena memiliki kebutuhan terhadap efisiensi operasional sekaligus pengelolaan data dan penggunaan teknologi secara terstruktur.

Untuk perusahaan di sektor TMT, misalnya, penggunaan AI dapat melibatkan berbagai fungsi dan tim dengan kebutuhan model yang berbeda. Kondisi serupa dapat terjadi di sektor jasa keuangan dan ritel ketika AI digunakan oleh banyak unit dalam organisasi.

Hypernet Technologies menyatakan TokenKu.ai akan memperluas jangkauan ke sektor industri lainnya secara bertahap.

Perluasan tersebut diarahkan untuk membantu lebih banyak perusahaan mengelola pemanfaatan dan transformasi AI melalui pendekatan yang terintegrasi.

Peluncuran TokenKu.ai juga memperluas posisi Hypernet Technologies dari penyedia konektivitas dan infrastruktur teknologi informasi ke layanan yang berada pada lapisan pengelolaan AI enterprise.

Platform ini menggabungkan akses terhadap berbagai model AI dengan fungsi administrasi, pemantauan penggunaan, pengendalian anggaran, dan mekanisme pembayaran.

Bagi organisasi yang mulai menggunakan beberapa model AI sekaligus, pengelolaan terpusat menjadi bagian penting dari operasional karena akses dan konsumsi tidak lagi tersebar pada masing-masing akun pengguna.

TokenKu.ai menempatkan fungsi tersebut dalam satu portal, dengan skema pembayaran rupiah dan faktur pajak resmi sebagai bagian dari layanan yang ditawarkan Hypernet Technologies.

Sementara itu, rencana perluasan sektor akan menjadi bagian dari pengembangan TokenKu.ai setelah peluncuran pada 16 September 2026.

Hypernet Technologies menyatakan platform tersebut akan terus diarahkan untuk mendukung kebutuhan perusahaan dalam mengadopsi AI dengan pengelolaan akses, penggunaan, dan biaya yang berada dalam satu sistem.

Baca Juga: Cara Hypernet Technologies Percepat Inovasi dalam Industri Ritel

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU