Selular.ID – Industri komputer tablet global menghadapi tekanan pasar yang signifikan pada kuartal ketiga (Q3) 2026, dengan pengiriman total mengalami penurunan dua digit secara tahunan.
Berdasarkan laporan riset kuartalan dari lembaga riset Omdia yang dirilis pada November 2026, sebagian besar pabrikan papan atas dunia mengalami penurunan volume penjualan.
Sementara Lenovo tercatat sebagai satu-satunya vendor besar yang mencatatkan pertumbuhan positif di tengah kelesuan industri.
Penurunan pengiriman yang melanda sektor perangkat bergerak ini membawa pasar tablet global ke titik terendah dalam hampir tiga tahun terakhir.
Perusahaan riset pasar tersebut mencatat bahwa empat dari lima vendor utama dunia mengalami penurunan angka pengiriman yang cukup tajam.
Tren negatif ini dipicu oleh kombinasi faktor kenaikan harga jual, kendala pasokan komponen yang persisten, serta minimnya inovasi spesifikasi signifikan pada model-model perangkat baru yang dirilis oleh pabrikan utama.
Di tengah kontraksi industri secara keseluruhan, Lenovo justru menunjukkan performa yang berlawanan arah.
Berdasarkan data Omdia, volume penjualan tablet buatan Lenovo melonjak sebesar 11,9 persen pada Q3 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan ini meneruskan tren positif perusahaan setelah sebelumnya mencatatkan kenaikan signifikan masing-masing sebesar 20 persen pada kuartal pertama dan 27,1 persen pada kuartal kedua 2026.
Strategi perusahaan dalam mempertahankan lini portofolio produk yang ramah anggaran dengan spesifikasi kompetitif dan desain premium dinilai menjadi faktor pendukung utama pencapaian tersebut.
Sebaliknya, para pesaing utama di pasar global mengalami penurunan kinerja yang substansial.
Apple, yang memimpin pangsa pasar tablet melalui lini produk iPad, mencatatkan penurunan pengiriman sebesar 27,5 persen pada Q3 2026 dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Penurunan penjualan tersebut di antaranya dipengaruhi oleh kenaikan harga jual serta kurangnya diferensiasi fitur pada jajaran perangkat terbarunya.
Tekanan pasar yang sama turut dialami oleh produsen perangkat Android lainnya. Samsung mencatatkan penurunan pengiriman sebesar 21,7 persen, sementara Xiaomi mengalami koreksi tahunan sebesar 10,6 persen.
Penurunan paling tajam dialami oleh Huawei, yang mencatatkan penyusutan angka pengiriman hampir setengah dari total pencapaian mereka pada kuartal ketiga tahun sebelumnya.
Dinamika penurunan yang dialami para pemain utama ini memperlihatkan betapa cepatnya pergeseran pangsa pasar di tengah menurunnya minat belanja konsumen global terhadap perangkat tablet.
Para pengamat industri memperkirakan bahwa pemulihan penuh pada pasar tablet global kemungkinan besar belum akan terjadi dalam waktu dekat akibat tantangan ekonomi dan kejenuhan siklus peningkatan perangkat.
Baca Juga:Lenovo Bawa Jajaran Tablet AI Yoga Tab Gen 2 ke Indonesia
Kinerja penjualan dari para pabrikan utama pada sisa akhir tahun 2026 akan menjadi indikator penting untuk mengevaluasi arah strategi industri perangkat bergerak di masa mendatang.

