Selular.ID -

Huawei Percepat Transformasi AI Lewat Partner Summit 2026

BACA JUGA

Selular.ID – Huawei Indonesia kembali menegaskan komitmennya dalam mempercepat transformasi digital berbasis kecerdasan artifisial (AI) di Indonesia melalui penyelenggaraan Huawei Indonesia Enterprise Business Group (EBG) Partner Summit 2026 yang digelar di Jakarta, 30 April 2026.

Forum tahunan ini mempertemukan lebih dari 700 mitra bisnis lintas industri, pemangku kepentingan, dan perwakilan pemerintah untuk memperkuat kolaborasi ekosistem digital nasional di tengah percepatan adopsi teknologi AI.

Mengusung tema “Partnering for a New Era of AI-Driven Intelligence”, Huawei memanfaatkan momentum ini untuk memperkenalkan pembaruan strategi kemitraan, peningkatan insentif bagi partner, serta inovasi solusi enterprise terbaru yang dirancang untuk menjawab kebutuhan transformasi digital di berbagai sektor industri.

Penyelenggaraan tahun ini mencatatkan skala dua kali lebih besar dibandingkan edisi sebelumnya. Hal tersebut mencerminkan meningkatnya kebutuhan industri terhadap kolaborasi teknologi yang mampu mempercepat implementasi AI secara praktis dan terukur di Indonesia.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, yang hadir dalam forum tersebut menegaskan bahwa pengembangan ekosistem digital nasional membutuhkan kolaborasi lintas sektor yang kuat.

Menurutnya, transformasi AI tidak dapat dibangun oleh satu entitas semata, melainkan harus bertumpu pada sinergi antara pemerintah, industri, dan ekosistem teknologi.

Tonton juga:
Video Rekomendasi Untuk Anda

“Di era ketika segala sesuatu semakin saling terhubung, eksekusi keputusan strategis membutuhkan kekuatan penuh dari ekosistem digital yang kolaboratif dan sinergis. Kami ingin membangun kolaborasi di bidang-bidang strategis infrastruktur digital yang menghadirkan kekuatan transformatif AI, bukan sebagai hak istimewa segelintir pihak, melainkan sebagai fondasi bersama bagi semua,” ujar Nezar Patria.

Ia juga menyoroti kontribusi Huawei sebagai salah satu mitra strategis dalam perjalanan transformasi digital Indonesia.

“Huawei telah lama menjadi salah satu mitra tepercaya dalam perjalanan transformasi digital Indonesia. Pemerintah Indonesia akan bekerja sama erat dengan Huawei untuk mewujudkan perjalanan AI yang inklusif dan berdampak di Indonesia,” tambahnya.

Dari sisi industri, CEO Huawei Enterprise Business Indonesia, Dylan Du, menekankan bahwa era AI menuntut model kolaborasi yang lebih erat antara penyedia teknologi dan mitra implementasi.

Menurutnya, percepatan adopsi AI di Indonesia sangat bergantung pada kesiapan ekosistem partner dalam memahami kebutuhan pasar dan menerjemahkan inovasi menjadi solusi konkret.

“Memasuki era baru AI, kolaborasi yang erat dengan para mitra menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem digital yang tangguh dan berkelanjutan di Indonesia. Kami terus memperkuat dukungan kepada mitra melalui peningkatan kapabilitas solusi digital, perluasan program insentif kemitraan, serta penyediaan pelatihan teknis secara berkelanjutan,” kata Dylan Du.

Huawei mencatat, sepanjang 2025 perusahaan telah bekerja sama dengan lebih dari 900 mitra di Indonesia dalam berbagai proyek transformasi digital lintas sektor.

Pada 2026, perusahaan memperluas komitmen tersebut melalui penguatan enablement teknis, peningkatan skema insentif, serta mendorong partisipasi aktif partner dalam proyek strategis nasional.

Partner Summit tahun ini juga dirancang untuk membekali mitra dengan wawasan praktis terkait penerapan AI di berbagai industri.

Salah satu agenda utama adalah AI Round Table yang membahas perkembangan teknologi kecerdasan buatan, fondasi komputasi AI, hingga implementasi solusi berbasis AI untuk kebutuhan bisnis.

Secara paralel, Huawei juga menggelar sesi Financial Industry Round Table bersama Ronghai Solution Salon yang secara khusus mengulas peluang transformasi digital di sektor jasa keuangan.

Diskusi ini menjadi bagian dari penguatan program “Ronghai Partner Program” yang diluncurkan Huawei pada 2024.

Program tersebut telah menggandeng lebih dari 150 mitra solusi global dan regional untuk mempercepat pengembangan skenario bisnis berbasis AI di sektor keuangan.

Melalui penguatan kolaborasi di Indonesia, Huawei menargetkan terciptanya model kemitraan “4-Win”, yakni memberikan manfaat simultan bagi pelanggan, system integrator (SI), independent software vendor (ISV), dan Huawei sebagai penyedia teknologi.

Sejumlah mitra lokal juga menyoroti dampak konkret dari kolaborasi dengan Huawei.

Vice President Director PT Intikom Berlian Mustika, Erwin Elias, mengatakan kemitraan strategis yang dibangun memberikan nilai tambah signifikan bagi pengembangan layanan perusahaan.

“Kemitraan kami dengan Huawei dibangun atas dasar kepercayaan dan visi jangka panjang yang sejalan. Dukungan menyeluruh yang diberikan memungkinkan kami menghadirkan layanan yang lebih inovatif dan relevan bagi pelanggan di berbagai industri,” ujarnya.

Senada, Direktur PT Clarus Innovace Teknologi, Zefree Windjaja, menilai kolaborasi dengan Huawei membuka peluang baru dalam memperkuat daya saing perusahaan di tengah dinamika pasar teknologi yang semakin kompleks.

Selain sesi diskusi dan pembaruan strategi kemitraan, Huawei juga memberikan penghargaan kepada para partner berprestasi atas kontribusi mereka sepanjang 2025.

Apresiasi tersebut menjadi pengakuan atas peran penting mitra dalam memperluas adopsi teknologi digital di Indonesia.

Seluruh strategi kolaborasi Huawei dirangkum dalam empat pilar “Huawei I DO”, yakni I Do Care, I Do Collaborate, I Do Create, dan I Do Contribute.

Pilar ini menjadi kerangka kerja perusahaan dalam membangun ekosistem digital yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan.

Melalui Huawei Indonesia EBG Partner Summit 2026, perusahaan kembali menegaskan perannya sebagai mitra strategis transformasi digital nasional.

Di tengah percepatan adopsi AI di berbagai sektor, penguatan kolaborasi lintas industri dinilai menjadi fondasi penting untuk memastikan teknologi tidak hanya berkembang secara inovatif, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi daya saing ekonomi digital Indonesia.

Baca Juga: Huawei, ASEAN Foundation dan SEAMEO Gelar Asia-Pacific Digital Talent Summit 2024

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU