Jumat, 14 Juni 2024
Selular.ID -

Dua Kreator Indonesia Berhasil Lolos Huawei Film Awards Tingkat Asia Pasifik

BACA JUGA

Jakarta, Selular.ID – HUAWEI Film Awards (HFA) sebagai ajang kompetisi pembuatan film pendek yang berlangsung sejak akhir 2019 sampai dengan bulan Februari lalu telah sampai pada puncaknya.

Dua sineas asal Indonesia berhasil menempati posisi 10 besar HFA Asia Pasifik, yakni film pendek bertajuk “Ero” karya mahasiswa LSPR Jakarta dan Juhendi dengan judul film “JALU”.

Karya-karya ini merupakan dua perwakilan konten kreator dari Indonesia yang menerima apresiasi Top 10 Konten Kreator HUAWEI Film Awards, dan Jalu menjadi film terbaik untuk tingkat Indonesia.

Ajang yang digelar Huawei Indonesia bersama dengan London School of Public Relations Communication and Business Institute, telah menerima 117
karya film pendek yang direkam menggunakan smartphone Huawei dari berbagai kreator dan sineas di Asia
Pasifik.

Lo Khing Seng selaku Deputy Country
Head Huawei Consumer Business Group Indonesia mengungkapkan apresiasinya atas antusiasme para peserta dari Indonesia yang telah mengikuti ajang ini.

“Saat ini kita berada di era di mana perkembangan teknologi menjadi salah satu faktor penting dalam mengasah kreatifitas, salah satunya dalam bidang
sinematografi.” ujarnya, di Jakarta, Rabu (5/3).

Baca juga: Begini Dampak Corona Bagi Huawei

Sementara, Syaifullah selaku Direktur Industri Film, Televisi dan Animasi, Kementrian Pariwisata dan Ekonomi
Kreatif pun turut menyampaikan apresiasi.

“Banyak talenta-talenta muda di Indonesia yang memiliki potensi untuk bersaing di kancah internasional. Kompetisi ini menunjukkan bahwa karya dapat diciptakan melalui medium yang sederhana,” ungkapnya.

Pada gelaran acara tersebut, Dr. Andre Ikhsano sebagai Rektor LSPR Communication & Business Institute
pun mengungkapkan bahwa ajang yang diselenggarakan Huawei dapat menjadi langkah awal bagi para talenta-talenta muda untuk mengembangkan diri sehingga nantinya mampu mendukung perfilman
Indonesia.

Pasalnya, jumlah produksi film Indonesia per tahun tidak sebanyak yang dihasilkan oleh Hollywood. Hal ini tak sesuai dengan Undang undang perfilman No. 33 Tahun 2009 pasal 32, mengatur jam penayangan film Indonesia sebanyak 60% dari seluruh jam pertunjukkan film yang beredar selama 6 bulan berturut – turut.

Dengan begitu, King Sheng berharap HFA dapat menggaet lebih banyak sineas muda dalam berkarya.

“Kami berharap perhelatan HFA tahun ini dapat menginspirasi lebih banyak lagi talenta muda untuk berani berkarya karena terbukti bahwa dengan perangkat yang kita gunakan sehari-hari dapat menghasilkan karya yang berkualitas. Selain itu, Huawei sebagai perusahaan penyedia teknologi akan terus berinovasi dan memberikan produk yang mampu mendukung kreafitas para sineas Indonesia.” tutup Khing Seng.

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU