Xiaomi Umumkan Perubahan Kepemimpinan di Tengah Dugaan Penggelapan Pajak dan Valas

Xiaomi Alvin Tse

Selular.ID – Xiaomi India telah berada di bawah pengawasan pemerintah India selama beberapa waktu lalu hingga sekarang.

Di tengah gejolak tersebut, perusahaan telah kehilangan seorang pemimpin karena Manu Kumar Jain, mantan Kepala Perusahaan India mengundurkan diri beberapa waktu lalu.

Manu Kumar Jain, yang dipanggil oleh Direktorat Penegakan (ED) awal tahun ini telah beralih dari perannya sebagai Direktur Pelaksana Xiaomi India setelah menjabat selama tujuh tahun dan saat ini menjabat sebagai Wakil Presiden Global untuk Xiaomi.

Sejak Jain mengundurkan diri, perusahaan telah bekerja di bawah trio Muralikrishnan B (chief operating officer), Raghu Reddy (chief business officer) dan Sameer BS Rao (chief financial officer).

Xiaomi India kini akhirnya mengumumkan pemimpin penuh waktu. Alvin Tse, yang merupakan anggota pendiri Xiaomi Global dan mantan General Manager Xiaomi Indonesia akan mengambil peran sebagai General Manager Xiaomi India.

Baca Juga: Xiaomi Indonesia Sebut Inovasi Kameranya Menarik Minat Leica

Alvin Tse adalah warga negara Inggris yang lulus dari Universitas Stanford. Menjabat sebagai General Manager Xiaomi Indonesia sejak Oktober 2019.

Di tangan Alvin Tse, pencapaian Xiaomi terbilang fenomenal. Vendor smartphone yang berbasis di Beijing itu, sempat menjadi vendor nomor satu di Indonesia pada kuartal kedua 2021.

Tse bukan satu-satunya tambahan kepemimpinan Xiaomi. Anuj Sharma, mantan chief marketing officer Xiaomi dan Country Director Poco India saat ini akan bergabung kembali dengan perusahaan sebagai chief marketing officer (CMO).

Sharma menggantikan Jaskaran Singh Kapany, yang menjabat sebagai CMO perusahaan untuk jangka waktu 10 bulan. Namun Singh berhenti dari perusahaan pada Maret 2022.

Poco diperkirakan akan segera mengumumkan direktur baru untuk menggantikan Sharma. Sachin Baby, yang merupakan direktur operasi penjualan offline perusahaan juga mengundurkan diri awal tahun ini.

Baca Juga: Bos Xiaomi Janjikan Smartphone dengan “Kinerja Super”

Xiaomi sedang diselidiki oleh Departemen TI dan ED

Xiaomi telah berada di bawah pengawasan agen ED India untuk beberapa waktu sekarang karena dugaan penggelapan pajak dan pelanggaran Undang-Undang Manajemen Valuta Asing (FEMA).

Untuk diketahui, The Directorate of Enforcement (ED) atau Direktorat Penegakan adalah lembaga penegak hukum dan badan intelijen ekonomi yang bertanggung jawab untuk menegakkan hukum ekonomi dan memerangi kejahatan ekonomi di India. ED adalah bagian dari Departemen Pendapatan, Departemen Keuangan, Pemerintah India.

ED telah memerintahkan penyitaan 5.551,27 crore dari Xiaomi India, tetapi perintah tersebut telah ditunda oleh Pengadilan Tinggi Karnataka. Xiaomi telah mengklaim bahwa dari 5.551,27 crore, 84% dikirimkan ke Qualcomm sebagai pembayaran royalti.

Menurut laporan Reuters, Departemen TI membekukan $478 juta (sekitar 3.696 crore) atas tuduhan penggelapan pajak. Kabarnya hal tersebut merupakan hasil dari razia yang dilakukan oleh departemen IT di kantor Xiaomi, OnePlus, Oppo dan beberapa perusahaan lainnya pada Desember 2021.

Baca Juga: Kemarin Dengan Xiaomi, Kali ini Leica Gandeng Panasonic