Selular.ID -

Pemerintah Minta Anthropic Hentikan Claude Fable 5 dan Mythos 5

BACA JUGA

Selular.ID – Pemerintah Amerika Serikat memerintahkan Anthropic untuk segera menghentikan akses terhadap dua model kecerdasan buatan (AI) paling canggih miliknya, Claude Fable 5 dan Claude Mythos 5, dengan alasan kekhawatiran terhadap keamanan nasional.

Mengutip laporan TechCrunch, Sabtu, 13 Juni, Anthropic menyatakan telah mematuhi perintah yang diterima pada Jumat pukul 17.21 waktu Amerika bagian timur.

Namun, perusahaan AI tersebut menilai keputusan pemerintah tidak tepat.

Perintah itu membuat Anthropic harus menonaktifkan akses Fable 5 dan Mythos 5 bagi seluruh pengguna di dunia, bukan hanya warga negara asing yang sebelumnya menjadi sasaran aturan pengendalian ekspor Amerika Serikat. Model AI lain milik Anthropic tetap bisa digunakan.

Mythos merupakan model AI paling kuat yang pernah dikembangkan Anthropic. Model tersebut diperkenalkan secara terbatas pada April karena memiliki kemampuan tinggi untuk menemukan celah keamanan dalam perangkat lunak.

Baca juga:

Menurut keterangan Anthropic yang dikutip TechCrunch, Mythos mampu menemukan kelemahan pada berbagai sistem operasi dan browser utama yang diuji perusahaan.

Tonton juga:
Video Rekomendasi Untuk Anda

Karena kemampuan tersebut dinilai sangat sensitif, Anthropic tidak membuka aksesnya secara luas.

Perusahaan hanya mengizinkan sekitar 50 organisasi terpilih menggunakan Mythos melalui program bernama Project Glasswing, termasuk Amazon, Apple, Google, Microsoft, dan CrowdStrike untuk kepentingan pertahanan keamanan siber.

Sementara itu, Fable 5 yang baru dirilis beberapa hari sebelumnya merupakan versi Mythos yang telah dilengkapi guardrails atau pembatas keamanan.

Teknologi ini dirancang untuk mencegah AI memberikan jawaban pada bidang berisiko tinggi, seperti keamanan siber dan biologi.

Berdasarkan pengujian Vals AI, lembaga yang memantau kinerja teknologi AI, Fable 5 disebut sebagai salah satu model AI paling canggih yang tersedia bagi masyarakat umum.

Dalam blog perusahaan yang juga dikutip TechCrunch, Anthropic menyebut kekhawatiran pemerintah berkaitan dengan dugaan jailbreak terhadap Fable 5.

Dalam dunia AI, jailbreak adalah teknik untuk membuat model AI melewati aturan atau batasan keamanan yang telah ditetapkan pengembang.

Namun, Anthropic mengatakan pemerintah sejauh ini hanya menyampaikan bukti secara lisan mengenai kemungkinan jailbreak yang terbatas dan tidak berlaku untuk semua kondisi.

Kemampuan Membaca Kode Program

Menurut Anthropic, kemampuan untuk membaca kode program dan menemukan kelemahan perangkat lunak sebenarnya juga tersedia pada model AI lain yang dapat diakses publik, termasuk GPT-5.5 milik OpenAI.

Kemampuan tersebut juga telah lama digunakan oleh para profesional keamanan siber untuk melindungi sistem digital.

Anthropic juga menjelaskan bahwa sistem perlindungan utamanya bekerja melalui classifier independen, yakni sistem pengawas terpisah yang memantau dan menyaring keluaran AI.

Dengan mekanisme tersebut, perlindungan terhadap hasil yang dianggap berbahaya tetap dapat berjalan meskipun ada upaya untuk melewati penolakan awal dari model.

Meski demikian, pemerintah AS tetap menjalankan keputusan tersebut. Anthropic menyampaikan ketidaksetujuannya terhadap langkah itu.

“Kami tidak setuju bahwa temuan potensi jailbreak yang terbatas harus menjadi alasan untuk menarik model komersial yang telah digunakan ratusan juta orang,” tulis Anthropic.

“Jika standar seperti ini diterapkan di seluruh industri, peluncuran model AI baru dari seluruh pengembang AI tingkat lanjut bisa terhambat,” tulis Anthropic,” sambungnya.

Kasus ini juga kembali menyoroti perdebatan besar di industri AI: sejauh mana kemampuan AI canggih harus dibatasi demi alasan keamanan, dan bagaimana pemerintah mengatur teknologi yang berkembang sangat cepat.

Sebelumnya, CEO OpenAI Sam Altman sempat mengkritik cara Anthropic memperkenalkan Mythos.

Dalam percakapannya dengan podcaster Ashlee Vance pada April lalu, Altman menyebut pendekatan tersebut sebagai bentuk “pemasaran berbasis rasa takut”.

“Ini seperti mengatakan, ‘Kami telah membuat bom. Kami hampir menjatuhkannya ke kepala Anda. Lalu kami menjual tempat perlindungan bom itu seharga 100 juta dolar AS,” kata Altman.

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU