Selular.ID – Anthropic, perusahaan pembuat chatbot Claude, melesat menjadi salah satu startup AI paling mahal di dunia dengan valuasi mendekati 1 triliun dolar AS, atau sekitar Rp17 ribu triliun dengan asumsi kurs sekitar Rp17.800 per dolar AS.
Nilai itu membuat Anthropic menyalip OpenAI di tengah persaingan panas industri kecerdasan buatan global.
Menurut laporan Euronews, Anthropic menggalang pendanaan swasta 65 miliar dolar AS. Pendanaan itu mendorong valuasi perusahaan menjadi 965 miliar dolar AS.
Valuasi Anthropic kini melampaui nilai terakhir OpenAI, pembuat ChatGPT, yang dilaporkan sebesar 730 miliar dolar AS.
Anthropic didirikan pada 2021 oleh para mantan eksekutif OpenAI.
Dalam lima tahun, perusahaan berbasis di San Francisco itu tumbuh menjadi penantang utama OpenAI di pasar AI global.
Pendapatan tahunan Anthropic disebut mencapai 47 miliar dolar AS.
Uang itu berasal dari penjualan teknologi Claude kepada individu dan organisasi yang memakai AI untuk menulis kode, bekerja, dan menyelesaikan berbagai tugas.
Putaran pendanaan terbaru dipimpin Altimeter Capital, Dragoneer Investment Group, Greenoaks Capital, dan Sequoia Capital.
“Pendanaan ini akan membantu kami melayani permintaan bersejarah yang sedang kami alami, tetap berada di garis depan riset, dan membawa Claude ke lebih banyak tempat kerja,” kata Kepala Keuangan Anthropic Krishna Rao.
Baca juga:
- Daniela Amodei Ubah Anthropic Jadi Ancaman Serius untuk OpenAI
- Mengenal Claude AI dari Anthropic, Dipakai AS Untuk Serang Iran
Anthropic juga meluncurkan model baru, Claude Opus 4.8. Perusahaan mengklaim model ini lebih baik untuk pengodean dan pekerjaan profesional dibanding versi sebelumnya.
Euronews melaporkan, pertumbuhan Anthropic membuat OpenAI harus mengejar lagi, meski ChatGPT lebih dulu menjadi nama besar dan memicu ledakan komersial AI.
OpenAI terakhir disebut menuju valuasi 852 miliar dolar AS setelah pendanaan 122 miliar dolar AS pada Maret.
Sementara SpaceX milik Elon Musk naik menjadi 1,25 triliun dolar AS setelah bergabung dengan xAI pada Februari.
Namun lonjakan valuasi ini juga memunculkan pertanyaan. Anthropic, OpenAI, dan SpaceX disebut masih mengeluarkan uang lebih besar daripada pendapatan mereka.
Kondisi itu memicu kekhawatiran soal “gelembung AI”, yakni ketika nilai perusahaan teknologi melonjak sangat tinggi, tetapi belum tentu sebanding dengan keuntungan bisnis sebenarnya.
Gelembung AI berarti valuasi perusahaan AI naik sangat tinggi, tetapi belum tentu sebanding dengan laba atau kekuatan bisnis jangka panjang.
Anthropic juga menghadapi tekanan hukum dan politik. Pemerintahan Presiden Donald Trump sempat memerintahkan semua lembaga AS berhenti memakai Claude pada Februari.
Menteri Pertahanan Pete Hegseth menyebut Anthropic sebagai risiko rantai pasok setelah perselisihan terbuka dengan CEO Anthropic Dario Amodei.



