Selular.ID – Moonshot, pelopor AI asal China, memperkenalkan sebuah model yang kinerjanya setara dengan beberapa platform papan atas dari OpenAI dan Anthropic.
Hal tersebut sebagai penanda paling baru bahwa laboratorium kecerdasan buatan di negara Asia tersebut mulai mengejar ketertinggalan teknologi dari Amerika Serikat.
Moonshot merilis Kimi K3 pada hari Jumat, dengan mengklaim bahwa hasil pengujiannya sebanding dengan beberapa produk terbaik dari laboratorium-laboratorium AS.
Model open-weight ini mengungguli semua pesaingnya kecuali Claude Fable 5 dari Anthropic dan GPT-5.6 dari OpenAI dalam hal kemampuan secara keseluruhan, demikian menurut Moonshot.
Baca juga:
- Uni Eropa Wajibkan Google Buka Android untuk Asisten AI
- Kimi K3 Guncang Pasar AI, Saham Nvidia hingga Meta Ikut Tertekan
Platform terbaru Moonshot ini menegaskan betapa pesatnya perlombaan AI China berkembang melampaui persaingan harga semata.
Moonshot menetapkan harga Kimi K3 pada kisaran yang setara dengan Anthropic Sonnet, sehingga memungkinkan perusahaan tersebut mengenakan harga premium dibandingkan model-model China lainnya mengingat kemampuannya.
Startup ini juga mengklaim bahwa modelnya mengungguli penawaran paling canggih dari Z.AI dalam tugas-tugas pemrograman.
Hal ini memicu kekhawatiran bahwa persaingan di industri kecerdasan buatan semakin memanas, bahkan saat para pemimpin sektor di negara tersebut berlomba-lomba memasuki pasar global.
“Model K3 ini ‘luar biasa’. Menurut pengalaman saya, ini jelas merupakan model Tiongkok terbaik yang pernah ada,” kata Leonid Mironov, seorang manajer portofolio di Gavekal Capital Ltd.
Kejutkan Pasar
Kinerja Kimi K3 mengejutkan pasar dan memicu kekhawatiran mengenai posisi kompetitif Z.AI.
Moonshot menyebutkan bahwa model ini memiliki 2,8 triliun parameter dan 1 juta token context window, yang menjadi tolok ukur kemampuannya.
Artificial Analysis menempatkan Kimi K3 di atas Opus 4.8 milik Anthropic pada beberapa tolok ukur terdepan, menjadikannya model open-weight China pertama yang mencapai tonggak sejarah tersebut.
Setiap kali ada model AI baru, model yang sudah ada akan terpengaruh karena kekhawatiran akan persaingan, kata Steven Leung, direktur eksekutif di UOB Kay Hian.
Langkah ini juga terjadi seiring dengan peningkatan dukungan Beijing terhadap pengembangan AI dalam negeri, di mana Presiden Xi Jinping memuji kemajuan China dalam bidang kecerdasan buatan berbiaya rendah sekaligus menyerukan tatanan teknologi global yang lebih terbuka.
Sementara itu, Z.AI berada di jalur yang tepat untuk mencapai pendapatan berulang tahunan sebesar $1 miliar, demikian menurut sumber yang mengetahui masalah ini.


