Selular.ID -

Resmi Melantai di Nasdaq, Harga Saham SpaceX Langsung Terbang

BACA JUGA

Selular.ID – SpaceX resmi diperdagangkan di bursa Nasdaq dengan kode SPCX dan langsung menobatkan Elon Musk sebagai triliuner pertama di dunia dengan kekayaan di atas Rp19.470 triliun (USD1,1 triliun).

Langkah ini mengakhiri spekulasi berbulan-bulan. Harga dibuka lebih tinggi dari target awal. Antusiasme pasar sangat nyata.

Kekayaan Elon Musk melesat tajam berkat kepemilikan saham di SpaceX senilai Rp15.399 triliun (USD870 miliar) yang dikombinasikan dengan porsinya di Tesla sebesar Rp5.079,9 triliun USD287 miliar).

Kinerja Saham SPCX di Hari Perdana Perdagangan hari Jumat mencatatkan fluktuasi yang agresif dan menguntungkan para investor awal.

Berikut rinciannya:

  • Harga IPO Awal: Rp2.389.500 (USD135) per lembar.
  • Harga Pembukaan: Rp2.655.000 (USD150), langsung mendobrak target IPO.
  • Titik Tertinggi (Intraday): Menyentuh kisaran Rp3.115.200 (USD176). Angka ini mencerminkan kenaikan 17% dari harga pembukaan, dan melonjak 30% dari patokan IPO.
  • Harga Penutupan: Rp2.848.815 (USD160,95), stabil dengan lonjakan sekitar 22% dari harga IPO.
Baca juga:

Dengan harga penutupan tersebut, kapitalisasi pasar SpaceX melesat ke level Rp37.170 triliun (USD2,1 triliun).

Tonton juga:
Video Rekomendasi Untuk Anda

SpaceX kini sejajar di klub eksklusif perusahaan bervaluasi triliunan dolar bersama Nvidia, Microsoft, Apple, dan Alphabet.

Sebagai perbandingan pasar, satu-satunya perusahaan lain yang melantai dengan valuasi satu triliun dolar adalah raksasa minyak milik negara, Saudi Aramco.

Mereka mencatat valuasi Rp30.090 triliun (USD1,7 triliun) di bursa Tadawul pada Desember 2019.

Kinerja Keuangan

Proses IPO ini dimulai ketika dokumen S-1 diajukan ke SEC pada 20 Mei.

Saat itu, SpaceX mengincar pendanaan sebesar Rp1.327,5 triliun (USD75 miliar) dengan valuasi lebih dari Rp35.400 triliun (USD2 triliun).

Target tersebut sukses dicapai dan mencetak rekor IPO terbesar sepanjang sejarah.

Meski valuasi meroket, neraca keuangan jangka pendek SpaceX menunjukkan tantangan besar.

Berdasarkan dokumen S-1 ke SEC, kinerja tahun 2025 mencatatkan:

  • Total Pendapatan: Rp330,46 triliun (USD18,67 miliar).
  • Sektor Terkuat: Segmen konektivitas (termasuk Starlink) menyumbang angka dominan sebesar Rp201,6 triliun (USD11,39 miliar).
  • Total Kerugian Bersih: Mencapai Rp87,44 triliun (USD4,94 miliar).

Kerugian ini masuk akal. SpaceX bukan sekadar perusahaan eksplorasi antariksa. Mesin bisnis mereka bertransformasi cepat.

Pada Maret 2025, X (dulu Twitter) digabungkan ke dalam xAI. Setahun kemudian, Februari 2026, SpaceX mengakuisisi xAI beserta jaringannya.

Kini, portofolio SpaceX mencakup roket kedirgantaraan, kecerdasan buatan (AI), media sosial, hingga internet satelit Starlink.

Belanja modal celah AI milik xAI yang sangat agresif diprediksi akan membuat angka kerugian semakin membengkak tahun ini.

Satu hal yang pasti, publik tidak bisa mengubah arah SpaceX. Struktur perusahaan menggunakan skema saham super-voting.

Posisi ini membuat Musk praktis tidak bisa dipecat. Pemegang saham publik hampir tidak memiliki ruang atau wewenang jika ingin menuntut perubahan drastis di jajaran manajemen.

Masuknya SpaceX ke lantai bursa sangat fenomenal hingga Nasdaq rela menyesuaikan aturan pencatatan khusus untuk IPO ini.

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU