Selular.ID -

SpaceX Siapkan Layanan Seluler, Tantang Operator Telekomunikasi AS

BACA JUGA

Selular.ID – SpaceX mulai memperjelas ambisinya untuk masuk ke pasar layanan seluler Amerika Serikat melalui pengembangan Starlink Mobile.

Perusahaan antariksa milik Elon Musk itu menyatakan ingin menghadirkan layanan telekomunikasi penuh yang dapat bersaing langsung dengan operator besar seperti AT&T, T-Mobile, dan Verizon.

Langkah tersebut diungkapkan dalam paparan kinerja perusahaan pada awal Agustus 2026, setelah SpaceX mengamankan spektrum frekuensi tambahan dari EchoStar yang telah memperoleh persetujuan regulator Amerika Serikat.

 

Presiden sekaligus Chief Operating Officer SpaceX, Gwynne Shotwell, mengatakan perusahaan tidak lagi memandang Starlink hanya sebagai penyedia internet satelit.

SpaceX ingin membangun layanan seluler yang mampu menjadi pilihan utama pelanggan, baik di kawasan pedesaan maupun wilayah perkotaan.

Tonton juga:
Video Rekomendasi Untuk Anda

Pernyataan itu menandai perubahan strategi dari pendekatan sebelumnya yang berfokus pada layanan satelit sebagai pelengkap jaringan operator seluler.

Menurut Shotwell, SpaceX akan memanfaatkan kombinasi jaringan satelit Starlink generasi berikutnya dan spektrum frekuensi yang baru diakuisisi untuk membangun layanan mobile yang lebih luas.

Ia menyebut perusahaan memiliki pendekatan berbeda dalam membangun infrastruktur sehingga biaya implementasi dapat ditekan dibandingkan model jaringan seluler konvensional.

 

Masuknya SpaceX ke industri telekomunikasi bukanlah langkah yang sepenuhnya baru.

Selama beberapa tahun terakhir, Starlink telah mengembangkan layanan Direct-to-Cell yang memungkinkan ponsel kompatibel terhubung langsung ke satelit ketika berada di luar jangkauan menara seluler.

Teknologi tersebut sebelumnya dikembangkan bersama T-Mobile sebagai solusi untuk wilayah tanpa cakupan jaringan darat.

Persetujuan dari Federal Communications Commission (FCC) juga telah membuka jalan bagi layanan satelit-ke-perangkat (direct-to-device) tersebut di Amerika Serikat.

Kini strategi SpaceX berkembang lebih jauh. Selain mengandalkan satelit, perusahaan juga berencana membangun jaringan seluler terestrial menggunakan spektrum selebar 65 MHz yang diperoleh dari EchoStar melalui transaksi senilai sekitar US$19,6 miliar.

Spektrum tersebut mencakup komponen yang dapat digunakan untuk layanan seluler di darat sehingga memungkinkan SpaceX menghadirkan jaringan hybrid yang menggabungkan infrastruktur satelit dan jaringan radio konvensional.

 

Dalam pemaparannya, Elon Musk menjelaskan bahwa jaringan tersebut nantinya akan memanfaatkan stasiun basis berukuran kecil yang terhubung dengan terminal Starlink.

Infrastruktur seperti ini disebut dapat dipasang lebih cepat dan lebih murah dibanding pembangunan menara seluler tradisional.

SpaceX meyakini pendekatan tersebut mampu meningkatkan kualitas koneksi sekaligus memperluas cakupan layanan tanpa investasi sebesar operator telekomunikasi konvensional.

Pengumuman tersebut langsung memengaruhi sentimen pasar. Saham AT&T, Verizon, dan T-Mobile sempat melemah dalam perdagangan pra-pembukaan setelah investor mencermati potensi meningkatnya persaingan di industri telekomunikasi Amerika Serikat.

Meski demikian, sejumlah analis menilai ancaman terhadap tiga operator besar tersebut belum akan terjadi dalam waktu dekat karena membangun jaringan seluler nasional membutuhkan investasi besar, ekosistem perangkat yang matang, serta basis pelanggan yang luas.

 

Analis juga menilai SpaceX masih menghadapi sejumlah tantangan teknis dan bisnis.

Selain harus membangun infrastruktur tambahan, perusahaan perlu memastikan perangkat seluler mendukung spektrum yang dimilikinya serta memperluas layanan satelit generasi berikutnya.

Sebelumnya, sejumlah operator besar di Amerika Serikat juga dilaporkan menolak menawarkan skema Mobile Virtual Network Operator (MVNO) kepada SpaceX, sehingga perusahaan memilih mempercepat pembangunan jaringan sendiri.

Di sisi lain, SpaceX memiliki modal yang tidak dimiliki banyak pendatang baru di sektor telekomunikasi.

Starlink telah memiliki jutaan pelanggan layanan internet satelit di berbagai negara dan terus memperluas konstelasi satelit orbit rendah (Low Earth Orbit/LEO).

Infrastruktur tersebut dapat menjadi fondasi bagi pengembangan layanan komunikasi bergerak yang mengintegrasikan jaringan satelit dan jaringan darat dalam satu ekosistem.

 

Bagi industri telekomunikasi, langkah SpaceX menunjukkan semakin kaburnya batas antara penyedia layanan satelit dan operator seluler tradisional.

Perkembangan teknologi direct-to-cell serta integrasi jaringan non-terestrial diperkirakan akan menjadi salah satu arah evolusi industri komunikasi global dalam beberapa tahun mendatang.

Namun, implementasi layanan komersial secara luas tetap bergantung pada kesiapan infrastruktur, dukungan perangkat, serta proses regulasi yang berlaku di Amerika Serikat.

Baca Juga: Cara Membeli Saham SpaceX (SPCX) yang Melantai di Nasdaq

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU