Selular.ID – Dugaan kebocoran data pribadi kembali menjadi sorotan di tanah air.
Kali ini, data yang diklaim milik Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid disebut beredar di internet dan bahkan diperjualbelikan dengan harga hanya sekitar Rp2.000.
Klaim tersebut diungkap pakar keamanan siber sekaligus konten kreator yang dikenal sebagai Mr Bert melalui akun media sosial @realmrbert.
Dalam video yang diunggah Jumat (2/10/2026), ia memperlihatkan sejumlah informasi yang diklaim berkaitan dengan Meutya Hafid.
Baca juga:
- Awas Akun Aset Digital Dibobol, OTP Bisa Jadi Pintu Masuk Penjahat Siber
- Ribuan Situs WordPress Diretas untuk Operasi Kejahatan Siber Global
Data tersebut disebut mencakup foto KTP, informasi keluarga hingga kata sandi. Namun, Mr Bert menutupi bagian-bagian sensitif sehingga informasi pribadi itu tidak terlihat secara utuh dalam video.
“Ibu, ini adalah foto KTP-mu, atau pernah jadi foto KTP-mu. Benarkah Ibu ini adalah data keluargamu, data anakmu, data suamimu yang saya tutupi untuk menjaga privasi Ibu. Ini adalah password Ibu yang jelas semuanya bisa dibaca,” ujar Mr Bert.
Data Diduga Dijual Rp2.000
Mr Bert mengklaim menemukan informasi tersebut melalui kanal yang memperjualbelikan data pribadi, termasuk di Telegram.
Menurutnya, data yang diduga berkaitan dengan Menkomdigi bahkan bisa diperoleh hanya dengan mengeluarkan sekitar Rp2.000.
Ia menegaskan pengungkapan tersebut bukan ditujukan untuk melakukan doxing ataupun mempermalukan Meutya Hafid.
Sebaliknya, temuan itu disebut sebagai kritik terhadap kondisi perlindungan data pribadi dan keamanan siber di Indonesia.
“Saya kasih tahu ini bukan untuk mempermalukan Ibu, atau mendoxing data Ibu, karena saya tutupi semua bagian yang sangat sensitif,” katanya.
Mr Bert menilai dugaan kebocoran data seorang Menkomdigi seharusnya menjadi peringatan mengenai seriusnya persoalan perdagangan data pribadi.
Ia juga mengklaim sebelumnya telah beberapa kali menyampaikan laporan mengenai dugaan celah keamanan dan kebocoran data kepada Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
Menurut Mr Bert, pemerintah perlu mengambil langkah lebih serius untuk memberantas praktik jual beli data karena informasi pribadi yang bocor berpotensi dimanfaatkan untuk berbagai tindak kejahatan.
“Jadi lakukan sesuatu. Ibu punya power itu. Ibu punya kesempatan untuk mengubah Indonesia,” tegasnya.
Klaim Kebocoran Data Meutya Belum Terverifikasi
Meski demikian, klaim bahwa data yang diperjualbelikan tersebut benar-benar merupakan data pribadi Meutya Hafid belum dapat dipastikan secara independen.
Belum diketahui pula dari mana data tersebut berasal, kapan pertama kali bocor, apakah masih valid, serta apakah kata sandi yang diperlihatkan masih digunakan.
Hingga informasi ini disampaikan, Komdigi juga belum memberikan pernyataan terkait klaim yang diungkap Mr Bert tersebut.
Karena itu, temuan tersebut masih harus diperlakukan sebagai dugaan sampai terdapat verifikasi atau penjelasan resmi.
Kasus ini kembali menyoroti persoalan perdagangan data pribadi di ruang digital.
Terlebih, dugaan data yang beredar kali ini menyangkut pejabat yang memimpin kementerian dengan kewenangan di sektor komunikasi dan digital.
Jika klaim tersebut terbukti, persoalannya bukan sekadar siapa yang menjadi korban kebocoran data.
Kasus ini menjadi alarm bahwa data pribadi bernilai sensitif dapat beredar dan diperjualbelikan dengan harga sangat murah, sekaligus memperbesar risiko penipuan hingga pengambilalihan akun digital.


