Selular.ID – UniPin menegaskan komitmennya untuk memperkuat ekosistem dan mendorong ekspansi game lokal ke pasar internasional pada ajang Hari Game Indonesia (HARGAI) 2026, pada 8–9 Agustus 2026 di Garuda Sparks Innovation Hub, FX Sudirman, Jakarta.
Teuku Riefky Harsya, Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, , menyampaikan optimisme terhadap pertumbuhan subsektor aplikasi dan game Indonesia.
Teuku Riefky menekankan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan para pemangku kepentingan menjadi kunci utama dalam memperluas akses produk gim nasional ke rantai pasok global.
“Memasuki satu dekade penyelenggaraannya, HARGAI 2026 mengusung tema “We Will Fight: Perjuangan Kolektif untuk Eksistensi Game Lokal” sebagai ruang sinergi lintas pemangku kepentingan,”terang Teuku Riefky.
Ashadi Ang, Chief Executive Officer (CEO) UniPin, mengungkapkan bahwa UniPin siap menyediakan infrastruktur purna jual dan pemahaman perilaku pengguna (user behavior) yang telah dibangun selama 15 tahun sebagai “karpet merah” bagi game publisher lokal.
“Dukungan ini mencakup analisis kebiasaan transaksi top-up, penyesuaian strategi promosi berdasarkan perbedaan zona waktu target pasar, hingga pembukaan akses distribusi secara lintas negara,”ungkap Ashadi,
Akses Infrastruktur dan Strategi Kolaborasi Ekosistem
Ashadi juga menjelaskan bahwa tantangan utama pengembang lokal saat ini adalah penetrasi ke pasar internasional yang memiliki karakteristik konsumen berbeda.
UniPin memanfaatkan rekam jejak operasinya untuk menjembatani hambatan teknis dan pemasaran tersebut.
Dukungan UniPin terhadap ekosistem gim nasional tidak terbatas pada pemrosesan transaksi top-up hiburan digital semata.
Sejak 2017, perusahaan telah membentuk divisi Community untuk merekatkan hubungan antara pengembang game dan pemain melalui berbagai inisiatif:
• Platform Kompetisi dan Media: Penyelenggaraan turnamen turnamen Southeast Asia Cyber Arena (SEACA) dan penerbitan media UP Station sebagai sarana promosi interaktif.
• Kemitraan Lintas Industri: Inisiatif Bangga Main Lokal yang menghubungkan game publisher dengan pelaku industri makanan dan minuman (F&B) nasional untuk memperluas jangkauan audiens.
Shafiq Husein, Presiden Asosiasi Game Indonesia (AGI) turut menggarisbawahi pentingnya memberikan ruang tumbuh yang adil bagi giame lokal agar mampu meningkatkan standar kualitas secara berkelanjutan.
Langkah ini diharapkan dapat mengubah posisi Indonesia dari sekadar pasar konsumen menjadi produsen karya digital berkelas dunia.
Inisiatif Pemerintah Mendorong Promosi Industri Game
Dukungan sektor swasta seperti UniPin berjalan selaras dengan kebijakan pemerintah dalam memperluas ruang promosi karya anak bangsa.
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif terus memfasilitasi pengenalan game lokal melalui penempatan fasilitas Games Corner di Terminal 2 dan Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Serta pengiriman delegasi pengembang ke ajang internasional seperti Gameseed.
Ke depan, UniPin berkomitmen untuk terus mengintegrasikan lebih banyak game publisher lokal ke dalam ekosistem digitalnya.
Melalui pemanfaatan jaringan distribusi, platform media, dan pangkalan data pengguna, kolaborasi ini diharapkan mampu mendorong industri gim nasional tumbuh berkelanjutan dan berdaya saing tinggi di tingkat global.
Ajang tahunan ini mempertemukan Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif, Kementerian Komunikasi dan Digital, Kementerian Perdagangan, serta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan berbagai asosiasi dan pelaku industri.
Seperti Asosiasi Game Indonesia (AGI), Indonesia Esports Association (IESPA), UniPin, Agate.
Baca Juga:Meski Banyak Kontra, Sony Tetap Lanjutkan Rencana Hentikan Produksi Game PS5 Berbasis Disc
Hingga Dream Forge Creation. Sinergi ini bertujuan memastikan karya pengembang dalam negeri memiliki daya saing kuat di pasar domestik maupun mancanegara.


