Rabu, 24 April 2024
Selular.ID -

Google Ungkap Rahasia Microsoft, Bawa Nama Apple

BACA JUGA

JAKARTA, SELULAR.ID – Google ungkap rahasia dari Microsoft terkait layanan mereka dan menyebut nama Apple.

Microsoft ternyata sempat menawarkan mesin pencari milik perusahaan, Bing, sebagai layanan default di perangkat Apple pada tahun 2018.

Hal ini terungkap dalam dokumen pengajuan oleh Google awal bulan ini.

Dokumen tersebut disampaikan dalam rangkaian peradilan kasus antimonopoli Google melawan Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DoJ).

Masalah hukum menjerat Alphabet, perusahaan induk Google, yang dituduh melakukan monopoli dalam iklan pencarian web.

TONTON JUGA:
@selular.id

Resmi Rilis Vivo V30 Pro, Saat ini V30 Series hadir dengan desain yang menawan. Untuk kamera V Series memang tidak perlu diragukan lagi. #vivov30series #vivov30pro #vivoindonesia #zeiss #v30pro #vivo #vivoglobal #CapCut

♬ suara asli – SelularID – SelularID

Mereka disebut membuat perjanjian eksklusif dengan Apple dan produsen HP Android lainnya untuk memastikan mesin pencarinya sebagai layanan default.

Pada tahun 2021, Google menghabiskan lebih dari US$26 miliar untuk mempertahankan mesin pencarinya tetap default, menurut slide yang ditampilkan selama sidang uji coba pada bulan Oktober.

Baca juga: Google Optimalkan Gemini Nano Untuk MediaTek Dimensity 9300 dan 8300

Google pun telah berusaha membuktikan bahwa mereka bersaing secara adil.

Dalam pengajuan awal bulan ini, Google berargumen bahwa Microsoft juga mencoba melakukan taktik serupa.

Google mengatakan Microsoft mengajukan penawaran kepada Apple pada tahun 2009, 2013, 2015, 2016, 2018, dan 2020 untuk menjadikan Bing sebagai default di browser web Safari milik Apple.

Namun Apple selalu menolaknya dengan alasan kualitas Bing tak memenuhi standar.

“Dalam setiap kasus, Apple mencermati kualitas relatif Bing versus Google dan menyimpulkan bahwa Google adalah pilihan default yang lebih unggul bagi pengguna Safari. Itu adalah persaingan,” tulis Google dalam pengajuan, yang Selular kutip, Senin (26/2/2024).

DoJ mengatakan bahwa Microsoft telah menghabiskan hampir US$100 miliar untuk Bing selama 20 tahun.

Pembuat software Windows dan Office itu meluncurkan Bing pada tahun 2009, mengikuti upaya pencarian dengan merek MSN dan Windows Live.

Baca juga: Speaker Bluetooth Rp500 Ribuan Tronsmart Trip Dukung Apple Siri dan Google Assistant

Menurut StatCounter, saat ini Bing memiliki 3% pangsa pasar global.

Pada kuartal keempat, Microsoft menghasilkan US$3,2 miliar dari penelusuran dan iklan berita, sementara penelusuran Google dan pendapatan lainnya berjumlah US$48 miliar.

Google mengatakan dalam pengajuannya bahwa ketika Microsoft menghubungi Apple pada 2018 dengan menjanjikan peningkatan kualitas Bing, Microsoft menawarkan untuk menjual Bing ke Apple atau mendirikan usaha patungan Bing dengan produsen iPhone tersebut.

“Kualitas pencarian Microsoft, investasi mereka dalam pencarian, semuanya tidak signifikan sama sekali,” kata Eddy Cue, wakil presiden senior layanan Apple, menurut pengajuan tersebut.

“Jadi semuanya lebih rendah. Kualitas pencariannya sendiri tidak begitu bagus. Mereka tidak berinvestasi pada tingkat apa pun yang sebanding dengan Google atau Microsoft. Dan organisasi periklanan serta cara mereka menghasilkan uang juga tidak terlalu bagus.” imbuhnya.

Baca juga: Harga Saham Google dan Microsoft Anjlok Gara-gara AI

Google mengatakan CEO Apple Tim Cook mengirim email ke eksekutif Apple tentang penilaian Bing, namun pernyataannya disunting dalam pengajuan.

Perwakilan Google dan Microsoft tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Baca berita menarik lainnya dari Selular.id di Google News

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU