Pengamat: Peran Indosat Ooredoo Hutchison Penting Dalam Perluasan Infrastruktur

Indosat Ooredoo Hutchison

Selular.ID – Setelah mendapat restu merger dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan juga para pemegang saham melalui rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) direncanakan bakal resmi beroperasi mulai hari ini, Selasa (4/1).

Ketua Pusat Kajian Kebijakan dan Regulasi Telekomunikasi Institut Teknologi Bandung (ITB) Ian Yosef M. Edward, menuturkan geliat laju usaha IOH kedepan bakal lebih maksimal.

“Dan saya berharap tentu saja digelarnya pembangunan infrastruktur yang lebih massif dan kantor cabang ke seluruh Indonesia,” terang Ian, kepada Selular, Selasa (4/1).

Baca juga: Geliat Merger dan Akuisisi Perusahaan Telekomunikasi yang Curi Perhatian Sepanjang 2021

Mengingat pula pembangunan infrastruktur telekomunikasi tercatat berjalan lamban, disamping itu ekonomi digital bergerak begitu massif. Sehingga Ian melihat peran IOH menjadi begitu penting dalam perluasan  infrastruktur guna memperkuat geliat ekonomi digital masyarakat.

“Dengan banyaknya nama besar dalam komisaris Indosat Ooredoo Hutchison, tentu bakal mendorong percepatan pembangunan infrastruktur yang dimilikinya,” sambungnya.

Lalu secara kekuatan, IOH pun juga terbilang potensial Ian menjabarkan jika kekuatananya ada pada link internasional kabel laut, “infrastruktur optik, Base Transceiver Station (BTS) dan user yang setia. Dibandingkan dengan operator lain, mereka memiliki user yang setia,” sambungnya.

Sekedar tambahan pula, Jumlah pelanggan gabungan Indosat Ooredoo dan H3I total bakal meraup sekitar 95 juta pelanggan, jumlah kedua terbesar setelah Telkomsel.

Secara keseluruhan, jumlah pelanggan seluler di Indonesia pada 2021 Telkomsel sekitar 165 juta, Indosat Ooredoo 60 juta, XL Axiata 57 juta, Smartfren 32 juta, dan H3I 35 juta. Total SIM Card sekitar 350 juta untuk 272 juta penduduk Indonesia.

Baca juga: Indosat-H3I Telah Sampaikan Kesiapan Pengembalian Spektrum 10MHz ke Pemerintah

Meski potensial, Ian berpandangan Telkomsel di 2022 bakal tetap tampil tetap dominan.

“Indosat Ooredoo Hutchison masih butuh waktu guna memenuhi tahapan reorganisasi baru, produk terobosan, kerjasama dengan penyedia digital lainnya. Namun biyaya yang dirasakan oleh pelanggan saya kira bakal tetap sama. Namun dengan kualitas lebih meningkat, terlebih melalui teknologi terkini seperti 5G,” tutur Ketua Program Studi Magister Teknik Elektro ITB tersebut.

Secara dominasi, Telkomsel masih diposisi puncak di jajaran operator selular, Indosat Ooredoo Hutchison dengan XL Axiata menurut Ian bakal memperebutkan posisi ke-dua.

“Sisanya, akan melakukan beberapa terobosan melalui kerja sama beberapa pemilik infrastruktur atau konten dengan model bundling seluler dengan fixed broadband, dan konten video/TV. Bergabungnya e-commerce, fintech, e-vehicle-mobile (seluler) yang membuat hanya buka satu aplikasi, semua layanan ada, nyaman dan user oriented,” tandasnya.