spot_img
BerandaNewsSmartphone Modular Layu Sebelum Berkembang?

Smartphone Modular Layu Sebelum Berkembang?

-

lg-g5Jakarta, Selular.ID – Demi memenangkan kompetisi, tidak jarang sebuah vendor menerapkan startegi yang sama dengan kompetitornya. Situasi ini juga berlaku pada industri smartphone. Jika diperhatikan secara detail, banyak pabrikan ponsel memiliki jurus yang tidak jauh berbeda, agar menjadi yang terbaik.

Ketika semuanya menerapkan strategi yang sama, lalu apa yang menjadi senjata utama sebuah vendor, sehingga bisa menjadi pemenang? Jawaban dari pertanyaan tersebut adalah inovasi.

Dalam industri ponsel sendiri, salah satu inovasi yang cukup memberi gebrakan, yakni smartphone modular. Konsep ponsel modular menawarkan potensi untuk mengubah semua itu. Sebuah ponsel modular bisa benar-benar dirakit dari sejumlah komponen mandiri yang kemudian digabungkan bersama untuk membentuk sebuah ponsel yang lengkap. Kamera, penyimpanan, dan modul lainnya bisa dipertukarkan.

Sebagai sebagai sebuah inovasi, apa yang ditawarkan sebuah smartphone modular terbilang menjanjikan. Sayang, pada kenyataannya sebuah inovasi, apalagi yang bersifat ekstrim seperti smartphone modular, belum tentu bisa diterima baik oleh konsumen.

Kondisi ini lah yang dirasakan oleh LG. Saat merilis LG G5, pabrikan asal Korea Selatan boleh berbangga hati, lantaran menjadi vendor pertama yang merilis smartphone modular ke pasaran. Sayang harapan LG untuk bisa meraih sukses lewat smartphone modular tidak berjalan sukses.

Bersadarkan data yang ada dengan konsep Modular, LG G5 cukup membuat konsumen penasaran. Hanya saja rasa penasaran itu, tidak lantas membuat konsumen untuk membeli LG G5.

Menurut LG, saat ini tidak banyak orang yang membutuhkan ponsel modular. Akibatnya, pasca meluncurkan LG G5, perusahaan malah kesulitan merayu pengguna untuk membeli modul terpisah ponsel tersebut. Imbas dari kegagalan tersesebut, LG memutuskan kedepannya tidak lagi mengembangkan smartphone modular.

Walau G5 tidak laku, pencapaian LG bisa dikatakan jauh lebih baik dibanding Google. Seperti diketahui, Google juga mengembangkan smartphone modular melalui Project Ara. Sayang Project Ara hanya sebatas angan-angan. Belum sempat smartphone modular Project Ara dirilis, Google sudah terlebih dahulu menghentikan proyek tersebut.

Apa yang dialami LG G5 serta Google Project Ara, memberi gambaran bahwa tidak mudah, dalam memberikan suatu inovasi kepada konsumen. Hanya saja, bukan berarti smartphone modular, tidak memiliki potensi besar untuk menaklukan pasar.

Dengan inovasi yang ditawarkan, smartphone modular masih layak untuk dijadikan senjata dalam menaklukan pasar. Perlu diketahui, sejatinya masih banyak vendor yang tertarik merilis smartphone modular. Kegagalan LG G5 dan Project Ara, justru bisa menjadi pembelajaran bagi pabrikan lain yang ingin merilis smartphone modular.

Akankah mereka sukses atau justru berakhir seperti LG G5 dan Project Ara? Kita lihat saja beberapa waktu kedepan.

Artikel Terbaru