27 January 2014 17:30

Pemerintah Korea Selatan tengah mengumpulkan dana sebanyak US$1,5 miliar guna mengembangkan jaringan mobile berbasis 5G. Kementerian Sains, ICT, dan Perencanaan Masa Depan negeri ginseng tersebut mengatakan bahwa saat ini sedang mencari cara mengembangkan dan memulai uji coba layanan 5G yang ditargetkan pada 2017, dengan harapan bahwa layanan komersial 5G mulai tersedia pada tahun 2020.

Kementerian sekarang meminta masukan dan memasok dana dari tiga penyedia layanan selular nasional, serta vendor infrastruktur jaringan untuk mengembangkan standar untuk layanan mobile. Pada dasarnya, Kementerian hanya mendorong program yang sudah ada di sejumlah perusahaan yang sudah mulai memikirkan kelanjutan dari layanan 4G.

Dalam beberapa pekan terakhir, Komisi Eropa setuju untuk memompa dana senilai EUR700 juta untuk investasi dalam penelitian 5G, dan European Telecommunications Standards Institute (ETSI) sudah membahasnya pada pertemuan mereka yang terakhir. Layanan 5G memang belum ditetapkan, tetapi beberapa faktor yang akan membentuk pengembangan sistem 5G sudah dikenal. Sistem mobile generasi kelima itu harus mampu mencapai koneksi berkecepatan sangat tinggi dengan biaya rendah. Jadi jaringan 5G harus menawarkan akses lebih lepat dari sistem 4G. Lalu lintas data akan terus meningkat dari waktu ke waktu, seperti halnya jumlah perangkat yang terhubung ke jaringan selular.

Dilihat dari perspektif pengguna, jaringan 5G mutlak diperlukan secara meluas dan harus bisa diandalkan. Konsumen berharap bisa mendapat kecepatan akses lebih tinggi, dengan hasil yang lebih baik, serta meningkatkan otonomi perangkat dengan harga yang terjangkau bagi pengguna. (Nis)

 

Sumber : http://www.cellular-news.com/ (23/1/2014)