Selular.ID -

NVIDIA GeForce RTX 50 Series Bikin Mahasiswa Bisa Ciptakan AI Sendiri

BACA JUGA

Selular.ID – NVIDIA menggandeng Universitas Pelita Harapan (UPH) dan sejumlah produsen laptop untuk mempercepat penguasaan kecerdasan buatan (AI) di kalangan mahasiswa Indonesia.

Melalui ajang RTX AI PC Day 2026, NVIDIA mendorong mahasiswa tidak hanya menjadi pengguna AI, tetapi juga mampu mengembangkan aplikasi dan solusi berbasis teknologi tersebut.

Kegiatan yang berlangsung di UPH Karawaci, Tangerang, Kamis (15/10/2026), ini melibatkan sejumlah mitra teknologi, antara lain Acer, ASUS, Axioo, Colorful, Gainward, GIGABYTE, HP, Lenovo, MSI, INNO3D, Palit, dan ZOTAC GAMING.

NVIDIA memperkenalkan pemanfaatan laptop berbasis GeForce RTX 50 Series untuk mendukung pembelajaran, penelitian, pengembangan aplikasi, pembuatan konten, hingga aktivitas gaming.

Melalui teknologi GPU dengan Tensor Cores, mahasiswa dapat menjalankan berbagai proses komputasi AI secara lokal tanpa harus selalu bergantung pada layanan cloud.

NVIDIA Dorong Mahasiswa Jadi Pengembang AI

NVIDIA menilai kemampuan menggunakan AI saja belum cukup untuk menghadapi kebutuhan industri teknologi yang terus berkembang.

Tonton juga:
Video Rekomendasi Untuk Anda

Mahasiswa perlu memiliki keterampilan membangun aplikasi, melakukan eksperimen, mengolah data, dan menciptakan solusi berbasis AI untuk menyelesaikan persoalan nyata.

Karena itu, NVIDIA menghadirkan program GeForce Campus Leaders di UPH untuk mendukung mahasiswa terpilih mengembangkan proyek teknologi.

Program tersebut mencakup berbagai bidang, mulai dari kesehatan, ilmu komputer, pertanian, hingga pengembangan produk digital.

Dalam pelaksanaannya, NVIDIA bekerja sama dengan Acer untuk menyediakan laptop berbasis GeForce RTX 50 Series kepada mahasiswa yang terpilih.

Head of Marketing Acer Indonesia, Fransisca Maya, mengatakan penguasaan AI harus dibangun melalui pengalaman langsung.

“Acer percaya bahwa penguasaan AI perlu dibangun melalui pengalaman langsung dalam bereksperimen, mencipta, dan memecahkan masalah,” ujar Fransisca.

Menurutnya, dukungan perangkat komputasi berperforma tinggi diharapkan dapat membantu mahasiswa mengembangkan inovasi sekaligus mempersiapkan diri menghadapi kebutuhan industri.

Baca juga:

Tiga Mahasiswa UPH Ciptakan Prototipe AI

Dalam RTX AI PC Day, tiga mahasiswa UPH memamerkan proyek berbasis AI yang memanfaatkan kemampuan GPU NVIDIA GeForce RTX 50 Series.

Richie Cedrick Adrian mengembangkan riset segmentasi polip menggunakan laptop Acer Predator Helios 18 AI dengan GPU GeForce RTX 5090.

Teknologi GPU tersebut dimanfaatkan untuk mempercepat proses pelatihan dan pengujian model AI, terutama dalam pengolahan data visual untuk kebutuhan penelitian.

Sementara itu, Annabel Kineta Jovinne Caron, mahasiswa Informatika UPH, menggunakan Predator Helios Neo 16 AI dengan GeForce RTX 5070 untuk menjalankan komputasi paralel dan algoritma graf berbasis CUDA.

Proyeknya mencakup pengujian komputasi paralel serta perhitungan matriks berskala besar yang membutuhkan kemampuan pemrosesan tinggi.

Inovasi lainnya diperlihatkan Bryan Daniel Angelino dari program studi Sistem Informasi.

Bryan mengembangkan SIPETIK, sistem deteksi hama berbasis AI menggunakan teknologi YOLOv8.

Dengan dukungan Predator Triton 14 AI yang dibekali GeForce RTX 5070, proses pelatihan model dan pengenalan hama dapat dipercepat untuk mendukung deteksi secara real-time.

Ketiga proyek tersebut menunjukkan potensi penggunaan AI PC untuk pengembangan teknologi lintas bidang, bukan sekadar menjalankan aplikasi AI yang sudah tersedia.

Laptop RTX 50 Series Bisa Jalankan AI Tanpa Cloud

NVIDIA menyebut ekosistem RTX AI PC telah mendukung lebih dari 1.000 aplikasi dan game berbasis AI.

Pemanfaatannya mencakup produktivitas, pengembangan aplikasi, desain tiga dimensi, produksi video, live streaming, AI generatif, dan gaming.

Melalui Tensor Cores, GPU GeForce RTX dapat mempercepat sejumlah pekerjaan komputasi AI, termasuk proses fine-tuning model dan pengolahan konten.

Kemampuan pemrosesan lokal juga memungkinkan data tetap berada di perangkat pengguna, sekaligus membantu meningkatkan responsivitas aplikasi.

Untuk kebutuhan kreator konten, teknologi NVIDIA RTX dapat digunakan dalam proses rendering, pengeditan video dengan efek AI, serta peningkatan kualitas audio dan video melalui NVIDIA Broadcast.

Sementara bagi penggemar gaming, teknologi NVIDIA DLSS membantu meningkatkan performa dan kualitas pengalaman bermain pada game yang mendukung fitur tersebut.

UPH: AI Bukan Jalan Pintas untuk Mahasiswa

Executive Dean of College of Emerging Science UPH, Rizaldi Sistiabudi, menilai pemanfaatan AI di lingkungan pendidikan harus tetap berorientasi pada penguatan kemampuan mahasiswa.

Menurutnya, AI bukan teknologi yang menggantikan pemahaman teori maupun keterampilan dasar.

“Bagi kami, AI bukanlah jalan pintas, melainkan teknologi yang dapat memperkuat kompetensi, pemahaman teori, dan keahlian yang telah dimiliki seseorang,” ujar Rizaldi.

Ia menambahkan, dukungan perangkat seperti NVIDIA RTX AI PC dapat membantu mahasiswa mempercepat penelitian, mengembangkan gagasan, dan menghasilkan karya yang semakin mendekati standar industri.

Kolaborasi NVIDIA, Acer, dan UPH diharapkan dapat mendorong lahirnya lebih banyak talenta teknologi Indonesia yang mampu menciptakan inovasi berbasis AI.

NVIDIA juga menghadirkan program promosi Back to School untuk produk laptop dan desktop GeForce RTX 50 Series melalui sejumlah kanal penjualan resmi.

Melalui RTX AI PC Day 2026, NVIDIA menegaskan bahwa AI PC tidak lagi sekadar perangkat untuk bermain game atau membuat konten, tetapi juga dapat menjadi sarana mahasiswa membangun teknologi AI sendiri.

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU