Selular.ID – Pengguna perangkat berbasis sistem operasi Android diimbau untuk memeriksa sejumlah pengaturan tersembunyi pada perangkat mereka guna mengoptimalkan konsumsi daya baterai.
Berdasarkan panduan teknis yang dirilis portal teknologi awal November 2026, terdapat tiga penyesuaian konfigurasi sistem utama yang terbukti efektif mengurangi pemborosan daya akibat aktivitas latar belakang tanpa harus selalu bergantung pada pengisi daya portabel (power bank).
Masalah penurunan persentase baterai yang terlalu cepat kerap dikaitkan dengan komponen layar atau aplikasi favorit yang sedang aktif digunakan.
Namun, riset dan pengamatan teknis menunjukkan bahwa sejumlah fitur pemindaian nirkabel dan sinkronisasi data tetap berjalan secara senyap di latar belakang meskipun perangkat sedang berada di dalam saku pengguna.
Langkah pengoptimalan pertama yang disarankan adalah menonaktifkan fitur pemindaian jaringan nirkabel secara konstan, yaitu Wi-Fi dan Bluetooth scanning.
Secara default, sistem Android terus memindai titik akses jaringan terdekat dan perangkat Bluetooth di sekitar untuk meningkatkan akurasi lokasi, bahkan ketika tombol pintasan Wi-Fi dan Bluetooth dalam kondisi nonaktif.
Pengguna dapat mematikan fungsi ini dengan mengakses menu pengaturan lokasi atau Location services, kemudian menonaktifkan opsi pemindaian jaringan tersebut.
Meskipun berpotensi memengaruhi sebagian kecil layanan berbasis posisi geografis, langkah ini diklaim mampu meredam aktivitas daya tersembunyi secara signifikan.
Langkah kedua berfokus pada manajemen aplikasi latar belakang yang kerap menyinkronkan data secara otomatis, seperti aplikasi media sosial dan layanan pesan-antar makanan.
Pada antarmuka sistem modern seperti Samsung One UI, pengguna dapat mengelola pembatasan aktivitas latar belakang melalui menu pengaturan baterai.
Aplikasi dapat dikelompokkan ke dalam mode pembatasan atau Restricted mode untuk mencegah pemrosesan data yang tidak mendesak saat aplikasi tidak dibuka.
Kendati demikian, pengguna perlu memperhatikan bahwa pembatasan berlebih pada mode ini berpotensi menunda masuknya pemberitahuan pesan baru dari aplikasi terkait.
Penyesuaian ketiga berkaitan dengan manajemen konektivitas jaringan seluler, khususnya peralihan antara jaringan generasi kelima (5G) dan LTE.
Ketika berada di area dengan cakupan sinyal 5G yang lemah, sistem modem pada ponsel pintar bekerja lebih keras untuk mencari sinyal stabil atau terus-menerus berpindah jaringan, yang berdampak langsung pada peningkatan suhu perangkat dan borosnya konsumsi daya.
Sebagai solusi, pengguna disarankan untuk mengubah mode jaringan seluler ke opsi LTE melalui menu pengaturan koneksi seluler jika cakupan 5G di wilayah aktivitas mereka belum stabil.
Selain itu, pengguna yang sebagian besar waktunya terhubung ke jaringan Wi-Fi rumah atau kantor juga dapat menonaktifkan fitur data seluler aktif permanen melalui menu pengembang sistem.
Pihak pengembang sistem operasi mengingatkan bahwa efektivitas penghematan daya ini bervariasi bergantung pada spesifikasi perangkat, kekuatan sinyal operator seluler, serta pola penggunaan masing-masing individu.
Baca Juga:Uji Baterai HP Lipat Android: Siapa Paling Tahan Lama?
Pengguna dianjurkan untuk menerapkan penyesuaian secara bertahap guna memantau efektivitasnya terhadap performa baterai harian.


