Selular.ID -

Pendiri Twitter Jack Dorsey Rilis AI Dessa, Bisa Tertawa dan Merasakan Emosi

BACA JUGA

Selular.ID – Pendiri Twitter (sekarang X), Jack Dorsey, kembali membuat gebrakan di industri teknologi.

Melalui perusahaan Block, Dorsey memperkenalkan Dessa, model kecerdasan buatan (AI) berbasis suara yang diklaim mampu bercakap-cakap layaknya manusia, termasuk tertawa, memahami sarkasme, dan merespons emosi lawan bicara.

Berbeda dengan chatbot AI konvensional, Dessa dikembangkan menggunakan pendekatan pembelajaran langsung dari percakapan suara manusia.

Teknologi tersebut memungkinkan model AI memahami berbagai isyarat dalam suara, seperti intonasi, perubahan nada, tawa, hingga ekspresi frustrasi dan kesedihan.

Baca juga:

Mengutip laporan The Economic Times, Senin (26/10/2026), Dessa tidak mengandalkan proses konversi suara menjadi teks sebagai tahapan utama untuk memahami percakapan.

Pendekatan ini diklaim membuat interaksi dengan AI terasa lebih alami karena informasi emosional dalam suara dapat dipertahankan.

Tonton juga:
Video Rekomendasi Untuk Anda

AI Dessa Bisa Tertawa dan Memahami Sarkasme

Salah satu keunggulan Dessa adalah kemampuannya memproses audio secara langsung.

Pada sistem AI suara konvensional, ucapan pengguna umumnya diubah menjadi teks sebelum diproses untuk menghasilkan jawaban.

Proses tersebut berpotensi menghilangkan sebagian informasi nonverbal, seperti nada bicara dan ekspresi emosional.

Dessa menggunakan pendekatan berbeda dengan mempelajari bahasa melalui interaksi suara.

“Berbeda dengan sistem AI suara konvensional yang mengubah ucapan menjadi teks, Dessa memproses audio secara langsung, sehingga mempertahankan isyarat emosional dan variasi nada yang mungkin hilang selama proses konversi teks,” demikian penjelasan perusahaan.

Dalam demonstrasi yang dipublikasikan Block, Dessa diperlihatkan mampu tertawa di tengah percakapan.

Model AI tersebut juga dapat mengubah volume suara ketika diminta berbicara lebih keras.

Pada demonstrasi lainnya, Dessa membantu pengguna mengingat judul film melalui percakapan yang berlangsung secara alami.

Kemampuan ini menunjukkan ambisi Block menghadirkan asisten AI yang tidak sekadar memahami kata-kata, tetapi juga konteks dan cara seseorang berbicara.

Meski demikian, kemampuan mengenali ekspresi emosi tidak berarti AI benar-benar memiliki atau merasakan emosi seperti manusia.

Jack Dorsey Tantang Teknologi Suara OpenAI

Kehadiran Dessa juga menambah persaingan dalam pengembangan teknologi AI berbasis suara.

Block bahkan memperlihatkan perbandingan kemampuan percakapan antara Dessa dan GPT-Live-1, model suara dari OpenAI.

Demonstrasi tersebut menyoroti bagaimana model AI merespons percakapan spontan dan perubahan intonasi.

Namun, hasil perbandingan yang dipublikasikan perusahaan belum dapat dianggap sebagai bukti bahwa Dessa lebih unggul dibandingkan teknologi OpenAI.

Pengujian independen masih diperlukan untuk mengukur kualitas percakapan, akurasi jawaban, latensi, serta konsistensi respons dalam berbagai kondisi.

Dessa Dilatih Menggunakan 72 GPU Nvidia Blackwell

Menariknya, Jack Dorsey mengklaim pengembangan Dessa tidak membutuhkan infrastruktur komputasi sebesar sejumlah model AI terkemuka.

Menurut Dorsey, model tersebut dilatih menggunakan satu sistem NVIDIA GB200 NVL72.

Infrastruktur tersebut dilengkapi 72 GPU Blackwell yang dirancang untuk menangani beban kerja komputasi AI berperforma tinggi.

Klaim tersebut menjadi perhatian karena pengembangan model AI modern sering dikaitkan dengan kebutuhan ribuan GPU dan investasi pusat data bernilai miliaran dolar.

Selain itu, Dessa diklaim mampu berjalan secara lokal pada perangkat tertentu.

Salah satunya adalah MacBook Pro yang menggunakan chip Apple M4 Max atau lebih tinggi.

Artinya, model tersebut berpotensi digunakan tanpa harus selalu mengirimkan seluruh pemrosesan percakapan ke server cloud.

Kemampuan menjalankan AI secara lokal juga berpotensi memberikan manfaat dari sisi privasi dan ketergantungan terhadap koneksi internet.

Namun, kebutuhan memori, performa aktual, dan keterbatasan penggunaan lokal masih perlu diuji lebih lanjut.

AI Dessa Belum Bisa Digunakan Publik

Meski menawarkan teknologi yang menjanjikan, Dessa belum tersedia untuk digunakan masyarakat umum.

Block saat ini membuka akses terbatas kepada sejumlah peneliti keamanan AI.

Tahap pengujian tersebut bertujuan mengevaluasi kemampuan model sekaligus mengidentifikasi potensi risiko sebelum peluncuran yang lebih luas.

Sejauh ini, sebagian besar contoh kemampuan Dessa berasal dari demonstrasi yang dipublikasikan Block sendiri.

Karena itu, belum dapat dipastikan bagaimana performanya ketika menghadapi percakapan yang lebih kompleks, lingkungan bising, maupun penggunaan dalam jangka panjang.

Kehadiran Dessa memperlihatkan arah baru pengembangan AI yang semakin berfokus pada interaksi suara alami.

Jika klaim teknologinya terbukti dalam pengujian independen, Dessa berpotensi menjadi pesaing baru bagi asisten suara AI dari OpenAI dan perusahaan teknologi lainnya.

Namun, untuk saat ini, model AI besutan perusahaan Jack Dorsey tersebut masih berada dalam tahap akses terbatas dan belum memiliki jadwal peluncuran publik yang diumumkan.

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU