Selular.ID -

Danantara Siapkan AI hingga E-Commerce Nasional, Bangun Data Center 1 GW

BACA JUGA

Selular.ID – Badan Pengelola Investasi Danantara Indonesia menyiapkan lebih dari 40 proyek strategis di berbagai sektor industri, termasuk pengembangan kecerdasan buatan (AI) nasional, e-commerce, cloud computing, hingga pembangunan pusat data atau data center berkapasitas 1 gigawatt (GW).

Langkah tersebut menjadi bagian dari ambisi Danantara memperkuat penguasaan teknologi sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap infrastruktur dan layanan digital asing.

Chief Technology Officer (CTO) Danantara, Sigit Puji Santosa, mengungkapkan bahwa proyek-proyek tersebut mencakup sejumlah sektor strategis, mulai dari energi, pangan, kesehatan, telekomunikasi, pertahanan, maritim, hingga material maju dan semikonduktor.

Dalam Danantara Technology Innovation Investment Forum 2026 di Jakarta, Senin (26/10/2026), Sigit menjelaskan bahwa pengembangan teknologi digital menjadi salah satu fokus investasi perusahaan.

Danantara Bangun Data Center 1 Gigawatt

Salah satu proyek yang menjadi perhatian adalah rencana pembangunan pusat data berkapasitas 1 GW.

Kapasitas tersebut tergolong besar dan berpotensi mendukung kebutuhan komputasi nasional, terutama untuk pengembangan AI, layanan cloud, dan pengolahan data dalam skala besar.

Tonton juga:
Video Rekomendasi Untuk Anda

Selain pusat data, Danantara juga menyiapkan pengembangan AI nasional yang berdaulat, platform e-commerce nasional, serta layanan cloud nasional.

“Di industri telekomunikasi, kami mengembangkan kecerdasan buatan (AI) nasional yang berdaulat, e-commerce nasional, cloud nasional, pusat data berkapasitas 1 gigawatt, blockchain nasional, hingga sistem kepercayaan (trust systems) untuk teknologi digital,” ujar Sigit.

Baca juga:

Pengembangan tersebut berpotensi memperkuat ekosistem digital domestik yang selama ini membutuhkan infrastruktur komputasi, penyimpanan data, dan platform layanan berskala besar.

Meski demikian, Danantara belum merinci nilai investasi, lokasi pembangunan, maupun jadwal penyelesaian pusat data 1 GW tersebut.

Siapkan E-Commerce, Cloud dan Blockchain Nasional

Tidak hanya membangun infrastruktur fisik, Danantara juga berencana mengembangkan sejumlah layanan digital strategis.

Proyek e-commerce nasional menjadi salah satu agenda yang menarik perhatian, mengingat besarnya pasar perdagangan elektronik Indonesia dan ketatnya persaingan platform digital.

Sementara itu, pengembangan cloud nasional diarahkan untuk memperkuat kemampuan penyediaan layanan komputasi dan penyimpanan data.

Danantara juga memasukkan blockchain nasional dan sistem kepercayaan digital atau trust systems ke dalam daftar pengembangan teknologi.

Teknologi tersebut dapat mendukung kebutuhan verifikasi, keamanan transaksi, serta pengelolaan identitas dan informasi digital.

Namun, model bisnis, operator pelaksana, dan skema kolaborasi dengan perusahaan teknologi maupun operator telekomunikasi belum dijelaskan secara terperinci.

Kembangkan Energi Surya 100 GW hingga Nuklir

Di luar industri digital, Danantara menyiapkan sejumlah proyek energi berskala besar.

Salah satunya pengembangan pembangkit listrik tenaga surya dengan target kapasitas mencapai 100 GW.

Perusahaan juga mengembangkan proyek konversi batu bara menjadi dimetil eter (DME) untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor LPG.

“Kami memiliki banyak proyek di sektor energi, termasuk pengembangan tenaga surya berkapasitas 100 gigawatt, konversi batu bara menjadi dimetil eter (DME) untuk mengurangi ketergantungan pada LPG yang selama ini disubsidi dalam jumlah besar,” kata Sigit.

Selain energi surya dan DME, Danantara memasukkan pembangkit listrik tenaga nuklir, pengembangan kilang, baterai kendaraan listrik, serta pengolahan limbah menjadi energi ke dalam portofolio proyeknya.

Pengembangan sektor energi menjadi penting karena kebutuhan listrik diperkirakan meningkat seiring ekspansi pusat data dan komputasi AI.

Danantara Juga Garap Semikonduktor

Ambisi Danantara tidak berhenti pada infrastruktur digital dan energi.

Perusahaan juga menyiapkan proyek pengembangan industri semikonduktor, termasuk chip dan perangkat komputasi.

Industri semikonduktor menjadi komponen penting dalam rantai pasok teknologi karena digunakan pada smartphone, komputer, server AI, kendaraan listrik, dan berbagai perangkat elektronik.

Selain itu, Danantara mengembangkan proyek material maju yang mencakup pengolahan unsur tanah jarang, tembaga, baja, pelat baja, serta material industri lainnya.

Di sektor kesehatan dan pangan, proyek yang disiapkan meliputi pengembangan produk farmasi biologis, vaksin, dan bahan baku obat-obatan.

Sementara pada sektor pertahanan, maritim, dan kedirgantaraan, Danantara berencana meningkatkan kemampuan teknologi dan sistem industri strategis nasional.

Dengan lebih dari 40 proyek yang disiapkan, Danantara berupaya memperluas investasi pada sektor-sektor yang dinilai penting bagi pengembangan teknologi dan industri Indonesia.

Khusus di industri digital, rencana pembangunan data center 1 GW, AI nasional, cloud, dan e-commerce berpotensi menjadi langkah penting untuk memperkuat infrastruktur teknologi domestik.

Namun, realisasi proyek-proyek tersebut masih akan bergantung pada kesiapan pendanaan, teknologi, sumber daya manusia, serta kemampuan Danantara membangun kolaborasi dengan pelaku industri.

Keberhasilan program ini juga akan ditentukan oleh seberapa jauh proyek yang direncanakan dapat diwujudkan menjadi layanan dan infrastruktur yang memberikan manfaat ekonomi nyata bagi Indonesia.

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU