Jumat, 14 Juni 2024
Selular.ID -

Bukti YouTube Tak Berkutik di Hadapan TikTok, Penyebab PHK Google

BACA JUGA

Selular.ID – Benarkah YouTube tidak berkutik di hadapan TikTok?

Maksud tak berkutiknya YouTube dari TikTok ini terkait dari pendapatan keduanya di kuartal keempat tahun 2022.

Alphabet, perusahaan induk Google dan YouTube, merilis pendapatan kuartal keempat 2022.

Laporan itu meleset dari perkiraan analis, karena pendapatan iklan YouTube kembali mengalami penurunan dari tahun ke tahun.

TONTON JUGA:

Secara keseluruhan, Alphabet membukukan pendapatan US$76,05 miliar, naik hanya 1%.

Lalu, laba bersih US$13,62 miliar turun 34% daripada US$20,6 miliar pada Q4 2021, atau pendapatan US$1,05 per saham.

Baca juga: Catat Rekor Baru, Apple Punya 2 Miliar Perangkat Aktif

Pendapatan iklan YouTube juga turun sebanyak 7,8 persen, dengan total mencapai US$7,96 miliar pada Q4, dari tahun sebelumnya US$8,63 miliar.

Analis memperkirakan pendapatan iklan YouTube mencapai US$8,2 miliar untuk kuartal terakhir.

Total pendapatan mereka patok pada US$76,58 miliar, dengan laba per saham US$1,19, menurut Refinitiv.

“Kuartal kedua berturut-turut YouTube dari pendapatan iklan tahun ke tahun menurun sangat mengkhawatirkan dan menyoroti popularitas layanan saingan seperti TikTok dan Facebook Reels dengan konten bentuk pendek,” kata analis PP Foresight Paolo Pescatore, melansir Variety, Senin (5/2/2023).

TikTok menjadi salah satu media sosial terpopuler dalam beberapa tahun terakhir.

Bahkan, sepanjang 2022, TikTok di-download lebih banyak orang ketimbang Facebook dan Instagram di Indonesia.

Aplikasi asal China tersebut pun mencatat transaksi online terbesar di luar mobile game.

Laporan firma riset data.ai menunjukkan pengguna TikTok global menghabiskan US$6 miliar atau sekitar Rp 92 triliun secara kumulatif di platform tersebut pada Q4 2022.

Angka tersebut naik dari angka US$5 miliar (Rp 76 triliun) pada Q3 2022.

Pertumbuhan ini bisa terbilang lumayan drastis, mengingat pada 2020 lalu, TikTok bahkan tidak masuk dalam jejeran 100 besar aplikasi dengan belanja konsumen (consumer spending) terbesar.

Dalam kurun waktu 2 tahun, TikTok melalui model bisnisnya yang solid berhasil menanjak tajam.

Fitur TikTok Shop menjadi salah satu yang paling populer, termasuk di Indonesia.

PHK Google

Baca juga: Apple dan Google Diminta Blokir TikTok Demi Keamanan Nasional

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU