Selasa, 23 Juli 2024
Selular.ID -

Bukti YouTube Tak Berkutik di Hadapan TikTok, Penyebab PHK Google

BACA JUGA

Alphabet, bersama dengan perusahaan teknologi lainnya, baru-baru ini mengumumkan PHK untuk mengurangi biaya.

Raksasa teknologi itu bulan lalu mengatakan telah merumahkan 12.000 karyawan atau sekitar 6% dari tenaga kerja globalnya.

“Kami sedang dalam perjalanan penting untuk merekayasa ulang struktur biaya kami dengan cara yang tahan lama dan untuk membangun bisnis yang berkelanjutan secara finansial, bersemangat, dan berkembang di seluruh Alphabet,” kata Sundar Pichai, CEO Alphabet dan Google.

Dia menggembar-gemborkan “momentum besar” di segmen Google Cloud, langganan YouTube (yang pendapatannya tidak perusahaan pecah), dan perangkat Google Pixel.

Pada bulan November, perusahaan mengatakan langganan YouTube Music dan YouTube Premium melampaui gabungan 80 juta pelanggan yang membayar.

Pichai mengatakan YouTube Shorts, format video ala TikTok, sekarang rata-rata penontonnya lebih dari 50 miliar setiap hari.

Hal ini berarti naik dari 30 miliar yang mereka umumkan pada awal 2022.

Konten kreator di YouTube Shorts pada 1 Februari memenuhi syarat untuk berbagi pendapatan iklan.

Di mana mereka dapat menerima pembagian 45% yang terdistribusikan berdasarkan bagian mereka dari total penayangan Shorts, daripada dengan 55% untuk video berdurasi panjang di bawah Program Partner YouTube.

Pendapatan Google Cloud naik 32%, menjadi US$7,32 miliar pada Q4, sementara segmen tersebut mempersempit kerugian operasionalnya menjadi US$480 juta, daripada kerugian operasional sebesar US$890 juta pada kuartal tahun lalu.

Mereka mengatakan akan mengeluarkan biaya pesangon karyawan dan biaya terkait antara US$1,9 miliar dan US$2,3 miliar, yang sebagian besar pada kuartal pertama tahun 2023.

Selain itu, Alphabet memproyeksikan biaya yang berkaitan dengan pengurangan ruang kantor sekitar US$500 juta di Q1.

CFO Ruth Porat mengatakan perusahaan memiliki “pekerjaan signifikan yang sedang dilakukan untuk meningkatkan semua aspek struktur biaya kami.”

Sementara itu, menurut Alphabet, pendapatan Q4 tahun ini secara keseluruhan akan tumbuh 7% tidak termasuk dampak nilai tukar mata uang asing.

Baca juga: Ironi, Ketika JD.ID Tutup Layanannya, TikTok Shop Justru Melejit

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU