Senin, 24 Juni 2024
Selular.ID -

Elon Musk Kembali Berulah Setelah Cuitan di Twitter

BACA JUGA

Selular.ID – Salah satu orang terkaya di dunia sekaligus pemilik dari Space X dan Tesla, Elon Musk dapat serangan setelah cuitannya di twitter.

Elon Musk menghadapi serangan kritik dari sejumlah pejabat pemerintah Ukraina, termasuk Presiden Volodymyr Zelenskyy.

Bermula dari Elon Musk menggelar jajak pendapat, pada akun twitternya di hari selasa kepada 107 pengikutnya.

Musk mewacanakan paket syarat perdamaian Rusia dengan Ukraina, dengan warganet di suruh memilih setuju atau tidak untuk syarat yang ada.

Baca juga : Elon Musk Perkenalkan Robot Humanoidnya Pada Khalayak, Ancaman Bagi Manusiakah ?

Terdapat ada 4 Syarat, dan Syarat pertama, referendum di empat provinsi Ukraina yang di ambil alih oleh Rusia.

Keempat Provinsi tersebut diantaranya, Donetsk, Luhansk, Zaporizhia, dan Kherson. Agar di ulang kembali di bawah pengawasan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Kedua, Crimea merupakan bagian dari Rusia seperti sejak 1783, kecuali ketika Krushev melakukan kesalahan.

Syarat Ketiga, suplai air bersih ke Crimea harus di jamin. Serta untuk syarat yang keempat, Ukraina menjadi negara netral.

Dan Musk memberikan catatan tambahan, semakin lama waktu untuk menghentikan perang, semakin banyak juga orang yang tewas.

Apa lagi, dengan perang yang berkelanjutan akan menimbulkan penggunaan senjata nuklir.

Dari cuitannya yang di anggap berat ke Moskwa itu membuat banyak respon dari warganet. Salah satunya Duta Besar Ukraina untuk Jerman Andriy Melnyk.

Andriy Melnyk membalas dengan nada kesal dengan menyebutkan ” Ini jawaban yang paling diplomatis, ‘persetan denganmu.’ Hasil dari jajak pendapat ini adalah Ukraina tidak akan membeli mobil Tesla.”

Presiden Zelenskyy juga turut menyoroti sikap Elon Musk tersebut. Ia tidak menegur, hanya saja membuat jajak pendapat sendiri di Twitternya.

“Siapakah Elon Musk yang anda sukai ?” lalu ia memberikan pilihan Elon Musk yang mendukung Rusia dan Elon Musk yang mendukung Ukraina.

Akan Tetapi Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov menekankan bahwa tidak ada perdamaian jika persayaratan dari Rusia tidak terpenuhi.

Persyaratan itu ialah Ukraina menjadi negara netral dan membatalkan pendaftaran ke NATO, mengakui Crimea sebagai bagian dari Rusia.

Dan mengakui empat wilayah yang disebutkan sebelumya sebagai bagian dari Rusia.

Baca juga : Berubah Pikiran, Elon Musk Kembali Ingin Membeli Twitter

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU