BerandaNewsTelcoKenali Frekuensi yang Ideal untuk Gelar Layanan 5G

Kenali Frekuensi yang Ideal untuk Gelar Layanan 5G

-

Jakarta, Selular.ID – Indosat Ooredoo secara teknis mengoprasikan 5G-nya berjalan pada pita frekuensi 1800 MHz atau 1,8 GHz, dengan lebar pita 20 MHz dalam rentang 1837,5 MHz sampai dengan 1857,5 MHz. Sementara Telkomsel saat ini mengoperasikan 30MHz di pita 2.300 MHz atau 2,3 Ghz.

Muhammad Ridwan Effendi, selaku Sekjen Pusat Kajian Kebijakan dan Regulasi Telekomunikasi ITB kepada Selular, menjelaskan frekuensi 1800 dengan 2300 itu sifatnya hampir sama dari sisi rambatan gelombang dari pemancar ke penerima atau propagasi, sehingga ukuran sel relatif sama.

Baca juga: Gelar Layanan 5G, Operator Perlu Kaji Model Bisnis agar Menguntungkan  

“Pada fase pertama 5G ini tentu lebih ke mengenalkan untuk kepentingan extended broadband, teknologi ini punya kelebihan dari teknologi sebelumnya, hingga spektrum ideal tersedia sehingga layanan akan lebih baik,” kata Ridwan, Selasa (15/6).

Sekedar informasi pula, tentu Indosat Ooredoo yang kini sedang berada ditengah upaya merger dengan Hutchison 3 (Tri) akan jauh lebih potensial tentunya.

Dimana Tri sendiri memiliki lebar pita 2×10 MHz di frekuensi 1,8 GHz. Yang jika mencapai kesepakatan maka potensi lebar pita yang dimiliki di frekuensi 1,8 GHz sekitar 65 MHz.

Ridwan melanjutkan ditengah pemanfaatan frekuensi 1800 dengan 2300, ekosistem 5G yang ideal sekaligus terbanyak itu ada di frekuensi 3500 Mhz atau 3.5GHz. Terlebih sudah banyak yang mengunakanya dan secara matang dimanfaatkan di neraga-negara lain.

Baca juga: Komersialisasi 5G Mulai ‘Menyapa’, Perluasan Sinyal 4G Digenjot hingga Ujung Negeri

Di Indonesia sendiri frekuensi ini masih digunakan untuk menggelar layanan satelit. Maka jika ingin memakai layanan ini, perlu transformasi layanan satelit ke KU band (pada frekuensi 10.7 – 12.75 GHz) dan spektrum frekuensi lainnya.

Namun secara potensi paling dekat guna mengakselerasi 5G ialah pemanfaatan pada frekuensi 700 MHz, yang akan diperoleh melalui kebijakan migrasi TV analog ke TV digital atau Analog Switch Off (ASO).

Baca juga: Bersiap! Indosat Ooredoo Segera Terima SKLO, Harga paket 5G Makin Kompetitif

Ridwan mengatakan memang ini bakal menjadi andalan untuk coverage, namun lebarnya hanya 2×45 MHz Frequency Division Duplexing (FDD). “Jadi hanya untuk 1 operator, dengan demikian harus dikompetisikan kembali untuk operator yang benar-benar siap membangun sampai ke pelosok negeri,” ungkapnya.

Ada juga frekuensi 2,6 GHz setelah izin frekuensi indovision berakhir di tahun 2024, “lebarnya 150 MHz paling untuk 1 atau 2 operator,” tandas Ridwan.

Artikel Terbaru