BerandaNewsGelar Layanan 5G, Operator Perlu Kaji Model Bisnis agar Menguntungkan  

Gelar Layanan 5G, Operator Perlu Kaji Model Bisnis agar Menguntungkan  

-

Jakarta, Selular.ID – Indosat Ooredoo yang baru saja memiliki layanan 5G, menyusul Telkomsel operator pertama yang berhasil mengelar layanan jaringan super cepat generasi kelima ini menjadi harapan baru masyarkaat.

Dimana dari persaingan yang dihadirkan kedepan, membuat tebal referensi masyarakat sekaligus industri untuk memulai adopsi layanan 5G.

Ian Yosef M. Edward, selaku Ketua Pusat Studi Kebijakan Industri dan Regulasi Telekomunikasi Indonesia ITB menjelaskan kepada Selular, persaingan yang dihadirkan oleh para operator pemegang izin komersialisasi 5G di Tanah Air ini sangat baik.

Baca juga: Sah! Indosat Ooredoo Bisa Menggelar Layanan 5G Komersial  

“Adanya persaingan antar dua operator akan membuat banyak model bisnis industri telekomunikasi terjadi, sehingga akan sangat menguntungkan masyarakat. Dampaknya tentu kedepan akan terjadi keseimbangan antara kebutuhan, layanan dan harga yang dapat diterima masyarakat,” terang Ian Kepada Selular, Selasa (15/6).

Pada masa fase awal gelaran 5G ini, lanjut Ian ada banyak yang perlu diperhatikan untuk para operator khususnya, agar layanan 5G miliknya dapat dinikmati dan berjalan secara sempurna, hingga kemudian masyarakat siap beralih ke layanan tersebut.

“Misalkan bagaimana persaipan dan informasi soal apakah sim card saat ini harus di upgrade. Lalu bagaiman dengan harga volume data paling mahal sama dengan 4G? dan akan semakin murah kah. Di sini operator juga harus kreatif untuk mendapatkan use case atau kegunaan yang sesuai dangan masyarakat atau pada segmen tertentu dalam hal pemanfaatan layanan 5G,” lanjutnya.

Baca juga: ATSI: Tidak Lama Lagi ‘Ramai’ Operator Menggelar Layanan 5G

Lalu yang juga perlu ditekankan ialah bagiaman strategi operator untuk meggarap layanan 5G terbaiknya. Jika dilihat dari sisi frekuensi, Indosat Ooredoo secara teknis mengoprasikan 5G-nya berjalan pada pita frekuensi 1800 MHz atau 1,8 GHz, dengan lebar pita 20 MHz dalam rentang 1837,5 MHz sampai dengan 1857,5 MHz. Yang menurut Ian lebih kecil dari yang dimiliki Telkomsel yang saat ini mengoperasikan 30MHz di pita 2,3GHz.

“Telkomsel dalam hal ini memiliki bandwidth lebih tinggi, menjadikan kecepatannya lebih tinggi. Dan tentu saja sekali lagi dibutuhkan use case karena akan menghasilkan model bisnis yang lebih banyak. 20MHz 5G untuk IoT atau industri bisa digunakan. Jadi sebenarnya yang paling utama bagaimana operator mencari model bisnis yang sesuai dengan layanan 5G miliknya,” tandas Ian.

Baca juga: Telkomsel 5G Bertambah di Lima Kota

Sekedar tambahan, untuk tahap awal layanan 5G Indosat Ooredoo akan digelar di beberapa lokasi. Menurut President Director & CEO Indosat Ooredoo Ahmad Al-Neama, jaringan 5G Indosat Ooredoo akan digelar di Jakarta, Solo, Surabaya, dan Makassar, kemudian beberapa lokasi lain akan menyusul sesuai kesiapan ekosistem.

Artikel Terbaru