Selular.ID – Meta berencana untuk mengenakan biaya kepada pengguna untuk fitur kecerdasan buatan (AI) untuk pertama kalinya, seiring perusahaan mencari aliran pendapatan untuk era AI di luar iklan yang selama ini menjadi sumber pemasukan utama perusahaan.
Langganan ini akan berlaku untuk aplikasi dan situs web Meta AI, dan merupakan langkah terbaru Meta dalam upayanya untuk bersaing dengan perusahaan seperti OpenAI, Anthropic, dan Google Gemini.
Naomi Gleit, Kepala Produk di Meta, mengungkapkan pengujian langganan dalam sebuah video Instagram, mengumumkan bahwa rencana tersebut “memberi pengguna Meta AI lebih banyak hal untuk dikerjakan, kapasitas lebih besar, permintaan yang lebih kompleks, dan lebih banyak ruang untuk berkreasi bagi bisnis dan kreator.”
Sejauh ini Meta menawarkan dua paket langganan. Meta One Plus dipatok seharag $7,99 per bulan. Sedangkan paket Meta One Premium akan berharga $19,99 per bulan.
Versi yang lebih mahal menawarkan pengguna kapasitas komputasi tambahan untuk menghasilkan respons yang lebih komprehensif dan fitur canggih lainnya.
Meski demikian, raksasa media sosial itu akan terus menyediakan versi gratis dari aplikasi dan situs web.
“Kami menawarkan alat premium yang memungkinkan Anda untuk meningkatkan kehadiran, meningkatkan konten, mengotomatiskan tugas, dan melindungi merek Anda,” kata Gleit dalam unggahan tersebut.
“Kami juga memikirkan bagaimana cara menyatukan semuanya dengan cara yang masuk akal.”
Meta mengatakan akan mulai menguji rencana Meta AI-nya bulan depan di Singapura, Guatemala, dan Bolivia. Sebelumnya, perusahaan telah merilis aplikasi Meta AI mandiri pada April lalu.
Baca Juga: Meta Tambah Fitur Air Gesture di Kacamata Ray-Ban Display
Saat itu, CEO Mark Zuckerberg mengatakan bahwa seiring peningkatan Meta AI, perusahaan dapat menawarkan “layanan berlangganan sehingga orang dapat membayar untuk menggunakan lebih banyak daya komputasi.”
Bulan lalu, Meta juga telah meluncurkan model AI utama pertamanya sejak perekrutan mahal Alexandr Wang dari Scale AI pada Juni tahun lalu.
Wang bergabung dengan Meta sebagai bagian dari investasi $14,3 miliar di Scale AI, di mana ia sebelumnya menjabat sebagai CEO.
Dijuluki Muse Spark dan awalnya diberi kode nama Avocado, model AI ini adalah yang pertama dari seri Muse baru perusahaan yang dikembangkan oleh Meta Superintelligence Labs, unit AI yang dipimpin oleh Wang.
Langkah Meta menerapkan biaya berlangganan layanan AI kepada pelanggan, menyusul langkah drastis yang diambil perusahaan pada pekan lalu.
Pada Rabu (27/5), Meta memberi tahu ribuan karyawannya bahwa pekerjaan mereka akan dipangkas untuk mengimbangi investasi perusahaan pada bidang lainnya.
Email yang dikirim kepada karyawan yang terkena dampak mengatakan bahwa pengurangan jumlah karyawan adalah bagian dari “upaya berkelanjutan untuk menjalankan perusahaan secara lebih efisien”. Perusahaan juga berterima kasih atas kontribusi mereka kepada Meta.
Email tersebut juga memberikan panduan tentang pesangon, visa, dan akses ke sistem perusahaan. Pemberitahuan mulai dikirimkan kepada sekitar 10% dari 78.000 karyawan.
Meta juga berencana untuk memindahkan lebih dari 7.000 orang untuk mengerjakan inisiatif baru khususnya AI yang tengah happening.
Di tengah tantangan untuk menciptakan aliran pendapatan baru, khususnya bersumber dari AI, Meta mempertahankan kinerja keuangan yang sangat baik.
Meta melaporkan pendapatan tahunan mencapai rekor sebesar $200,97 miliar untuk tahun penuh 2025, yang mewakili peningkatan 22% dari tahun sebelumnya. Pendapatan operasional mencapai $83,28 miliar, dan laba bersih mencapai $60,46 miliar.
Baca Juga: Meta “Lindungi” Remaja dengan Pengaturan Konten 13+ di Indonesia




