Jakarta, Selular.ID-Guna menarik minat 20 juta wisatawan mancanegara di 2019, Traveloka dan Kementerian Pariwisata RI (Kemenpar) secara resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS).

Yady Guitana, Head of International Expansion Traveloka menjelaskan, bahwa kerjasama dengan Kemenpar akan memberikan kemudahan dalam mengakses pemesanan amenitas dan atraks.

Pasalnya seperti dijelaskan Yadi, hal itu merupakan salah satu kunci utama untuk menarik wisatawan.

“Melalui aplikasi Traveloka, kami ingin menghadirkan berbagai produk dan layanan yang lengkap yang dapat memenuhi kebutuhan setiap wisatawan sehingga dapat menjelajah ragam destinasi di Indonesia,” ujar Yady, dalam keterangan resminya.

BACA JUGA:
7 Tips Jitu Liburan Hemat Dengan Smartphone

Di Traveloka sampai saat ini telah beroperasi di enam negara di Asia Tenggara, di antaranya Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina, dan Vietnam,dan telah diunduh lebih dari 40 juta kali oleh pengguna.

Untuk semakin mendukung program ini, Traveloka juga turut mempromosikan pariwisata di Indonesia melalui lebih dari 10 produk dan layanan perjalanan dan gaya hidup yang dapat diakses dengan mudah oleh pengguna.

BACA JUGA:
Derianto Kusuma Mundur dari CTO Traveloka

“Kehadiran kami di Asia Tenggara tidak hanya semata-mata untuk kepentingan bisnis, namun kami melihat ini sebagai salah satu upaya memberikan kemudahan akses bagi para wisatawan mancanegara khususnya di wilayah Asia Tenggara untuk dapat melakukan perjalanan lintas negara, dari dan ke Indonesia,” sambung Yady.

Turut hadir di acara hari ini, Arief Yahya, Menteri Pariwisata, menurut dia pemrintah menyadari akan pentingnya peran teknologi digital saat ini, karena itu Kemenpar menyambut baik kerja sama dengan Traveloka dengan cara mempromosikan kembali destinasi-destinasi wisata di Indonesia yang belum cukup ter-eksplor, seperti Kepulauan Seribu, Tanjung Lesung, Morotai, Labuan Bajo.

BACA JUGA:
Hotel yang Instagramable Jadi Pilihan Wisatawan Indonesia

“Dengan berkolaborasi dan menggandeng Traveloka yang merupakan perusahaan teknologi yang telah berekspansi ke Asia Tenggara, diharapkan dapat membantu mendukung program pemerintah untuk menarik 20 juta wisman di tahun 2019.”tutup Arief