Jakarta,Selulat.ID-China dianggap sebagai negara dengan pasar media sosial terbesar di dunia, namun akses situs-situs asing terutama situs barat seperti Facebook sangat sulit ditembus karena kebijakan Great Firewall.

Karena tidak mampu menembus masuk ke China membuat media sosial besutan Mark Zuckerberg kian penasaran.

Dilaporkan Digital Trends, berbagai usaha terus dilakukan Facebook, salah satunya adalah mencoba mendirikan anak perusahaan berupa laboratorium pusat inovasi untuk mendukung para pengembang, inovator, dan startup di China.

BACA JUGA:
Akhirnya Facebook Gulirkan Update untuk Messenger Lite

Pusat inovasi tersebut akan menjadi awal baru bagi Facebook di China setelah diblokir tahun 2009. Namun, Facebook mulai bisa diakses kembali di Kota Shanghai yang menjadi zona perdagangan bebas.

Jika terwujud, kantor tersebut menjadi bukti fisik formal pertama keberadaan Facebook di negara yang terkenal dengan tembok berlinnya ini.

Facebook mengatakan, jika pusat inovasi yang akan dibangun di China sama dengan yang telah ada di Perancis, Brasil, India, dan Korea Selatan.

BACA JUGA:
Setelah China, Apple Tak Boleh Jualan iPhone di Jerman

Pusat inovasi tersebut telah terdaftar
di Kota Hangzou yang menjadi markas Alibaba Group. Dengan dana investasi sebesar 30 juta pound sterling senilai Rp 572 miliar. Pengajuan terdaftar sebagai Facebook Hongkong Ltd dan tidak ada pemegang saham lainnya.

“Kami tertarik untuk membangun pusat inovasi di Zhejiang untuk mendukung para pengembang, inovator dan startup di China,” kata Boorstin, perwakilan Facebook,