Wednesday, July 24, 2019
Home News Feature Brand-Brand China Menjadi Penyelamat Piala Dunia 2018

Brand-Brand China Menjadi Penyelamat Piala Dunia 2018

-

Jakarta, Selular.ID – Kompetisi olahraga paling menyedot perhatian, Piala Dunia,  sudah mulai digelar mulai 15 Juni hingga 15 Juli 2018 di Rusia. Selama satu bulan penuh, sebanyak 3,5 milyar penduduk di berbagai belahan bumi akan menyaksikan 64 pertandingan yang dihelat di 11 kota, demi menentukan siapa tim terbaik yang akan menjadi jawara kali ini.

Dengan besarnya jumlah penonton, gelaran Piala Dunia selalu menyedot para pengiklan. Jutaan dollar dibelanjakan oleh sejumlah merek kelas kakap untuk meningkatkan reputasi di pasar global. Menurut riset grup media Zenith, perusahaan-perusahaan sponsor setidaknya membelanjakan US$ 2,4 miliar (Rp 33,5 triliun) pada Piala Dunia tahun ini.

Selama ini berbagai merek global seolah-olah sudah menjadi langganan tetap. Seperti Coca Cola, Budweiser, McDonald, dan Visa. Namun jika kita bandingkan dengan gelaran sebelumnya di Rio de Janeiro (Brasil) empat tahun lalu, dari sisi bisnis Piala Dunia Rusia kehilangan greget. Pasalnya, beberapa merek terkemuka menyatakan mundur, seperti Castrol dan Johnson & Johnson.

Mundurnya brand-brand tersebut membawa dampak yang cukup signifikan. Perusahaan riset pasar Nielsen memperkirakan bahwa FIFA hanya memperoleh pendapatan sebesar US $ 1,6 milyar selama siklus sponsor empat tahun saat ini. Penurunan sebesar 11% dari edisi sebelumnya yang diadakan di Brasil.

Tak dapat dipungkiri, telah terjadi eksodus sponsor. Hal itu tak bisa dilepaskan dari skandal korupsi 2015 yang menjerat para pejabat FIFA. Merek-merek juga khawatir tentang perilaku negara tuan rumah Rusia, yang telah dituduh ikut campur dalam pemilihan AS dan masih di bawah sanksi karena menyerang dan mencaplok Krimea pada 2014.

“Anda mendapatkan kurangnya kepentingan perusahaan. Perusahaan perusahaan top tidak seperti dulu. Mereka tidak bisa menarik nama besar,” kata Patrick McNally, konsultan yang membantu menciptakan model sponsorship FIFA pada 1970-an.

Para ahli dan manajer merek mengatakan bahwa sebagian besar lebih disebabkan oleh lokasi.

“Rusia telah menjadi masalah besar bagi banyak sponsor dan mitra komersial karena sulit untuk membaca situasi,” kata Chadwick Chadwick, seorang profesor pemasaran olahraga di Universitas Salford.

Simon menandai daftar isu kontroversial yang melibatkan Rusia seperti LGBT, doping olahraga, pencaplokan Crimea dari Ukraina, dan terakhir racun Skripal yang berujung ketegangan diplomatik dengan Inggris.

Namun mundurnya merek-merek barat, memberi peluang bagi kekuatan lain yang mulai mendominiasi dunia, yakni China. Tujuh perusahaan asal Cina, yakni grup property Dalian Wanda, Hisense Electronics, China Mengniu Dairy, Yadea Technology Group, Vivo Mobile Communication Technology, Zhidian Yijing Virtual Reality Technology, dan Immerex turut mensponsori Piala Dunia 2018.

(Baca : https://selular.id/2017/06/vivo-jadi-sponsor-resmi-piala-dunia-fifa-2018-dan-2022/)

Tak pelak barisan merek asal China yang umumnya masih kurang dikenal itu, bisa dibilang menjadi penyelamat FIFA. Federasi sepak bola dunia itu diketahui belum menandatangani sponsor dari merek-merek barat yang baru sejak 2011, sehingga berkontribusi terhadap krisis pendapatan.

Kondisi itu bisa berlanjut pada gelaran berikutnya di Qatar pada 2022. Karena konflik negara mini itu dengan tetangganya di kawasan Teluk yang dimotori oleh Arab Saudi yang belum mereda hingga kini.

Zenith mengungkapkan, dari total nilai belanja iklan sebesar US$ 2,4 miliar pada Piala Dunia 2018, sepertiganya merupakan kontribusi dari brand-brand asal China. Secara terperinci, Zenith menyebutkan perusahaan asal Cina diperkirakan telah menghabiskan US$ 835 juta (Rp 11,6 triliun). Angka itu adalah dua kali lipat dibandingkan Amerika Serikat yang hanya US$ 400 juta (Rp 5,5 triliun). Begitu juga nilai belanja iklan China jauh lebih besar jika dibandingkan dengan Rusia sebagai tuan rumah yang hanya US$ 64 juta (Rp 893 miliar).

Padahal pada Piala Dunia di Afrika Selatan delapan tahun lalu hanya satu perusahaan Cina, yakni Harbin Beer yang menjadi sponsor sekaligus mencatat sejarah sebagai perusahaan pertama dari daratan Cina yang terlibat dalam perhelatan akbar sepak bola sejagat empat tahunan itu. Nah, dengan besarnya nilai sponsor yang digelontorkan oleh Wanda Group Cs, tak berlebihan jika gelaran Piala Dunia 2018 diselamatkan oleh brand-brand asal China.

Latest