Selular.ID – Pasar laptop enterprise dan komersial di Indonesia masih didominasi oleh tiga merek utama, yaitu Lenovo, HP (Hewlett-Packard), dan Dell.
Selama bertahun-tahun, ketiganya menguasai sektor korporasi berkat dukungan ekosistem perangkat keras yang solid, layanan purna jual kelas bisnis, serta fitur keamanan tingkat lanjut.
Di sisi lain, sepanjang satu dekade terakhir, Asus telah menguasai segmen laptop consumer dan gaming di Indonesia.
Belakangan Asus secara agresif mendorong lini notebook-nya ke pasar enterprise untuk memanfaatkan permintaan komersial yang melonjak, memperluas dominasi konsumennya ke sektor bisnis-ke-bisnis (B2B) dan B2G, serta memenuhi peraturan manufaktur lokal.
Setelah memimpin segmen consumer dan gaming, vendor asal Taiwan itu menargetkan dapat menjadi pemain nomor satu di segmen enterprise di Indonesia pada akhir 2027 mendatang.
Perusahaan yang berbasis di Taipe itu, berambisi untuk merebut pasar yang saat ini tengah booming karena tingginya pengguna terhadap layanan berbasis AI (Kecerdasan Buatan).
Adapun target volume tersebut mencakup keseluruhan ekosistem produk bisnis, mulai dari laptop, desktop, hingga all-in-one PC.
Seiring dengan meningkatnya kebutuhan, sektor laptop komersial mengalami pertumbuhan dua digit di Indonesia. Mencapai 10% – 20%, berdasarkan laporan GoodStat Data.
Hal itu didorong oleh kebutuhan AI hibrida, tren pembaruan perangkat pasca pandemi, transisi masal ke Windows 11, dan pergeseran fokus ke arah instrumen ROI (Return of Investment).
Lewat varian Expert Series yang memiliki desain tipis dan ringan, Asus bertujuan untuk merebut pangsa pasar yang jauh lebih besar, terutama berasal dari pengadaan perusahaan dan pemerintah.
Berdasarkan data internal, Asus mencatat pertumbuhan pangsa pasar dari 5% pada 2024 menjadi 11% pada 2025. Sementara target untuk 2026 adalah 18%.
Baca Juga: Laptop Gaming Asus ROG Zephyrus G14 Akhirnya Mendarat di Indonesia

Menurut S.Y. Hsu, Co-CEO Asus, pasar laptop komersial Asus di Indonesia tumbuh 117% sepanjang 2025 lalu. Pencapaian ini membawa Asus ke posisi tiga besar merek laptop bisnis di Tanah Air.
“Melanjutkan pencapaian ini, kami memasang visi yang lebih berani. Pada akhir tahun 2027, kami memasang target untuk menjadi merek PC komersial nomor satu di Indonesia,” kata Hsu di acara peluncuran Asus ExpertBook Ultra di Jakarta, Kamis (7/5/2026).
Saat ini, posisi Asus berada di peringkat ketiga pasar komersial setelah sukses menyalip HP pada akhir tahun lalu, namun masih berada di bawah Lenovo dan Dell.
Untuk memenangkan tender pemerintah dan perusahaan yang menguntungkan, Asus merakit perangkat komersialnya secara lokal, bekerjasama dengan Sat Nusapersada, perusahaan manufaktur dan perakitan elektronik yang berbasis di Batam.
Kemitraan ini sesuai dengan peraturan TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) yang ditetapkan oleh pemerintah.
Tidak seperti laptop konsumen, pembeli perusahaan menuntut daya tahan, keamanan tingkat tinggi, dan manajemen TI yang mudah.
Selain itu, perangkat Asus lolos uji ketat berstandar militer AS dan memiliki fitur keamanan perangkat keras bawaan serta alat manajemen berbasis AI.
Salah satunya, ASUS AI Expert Meet yang dapat memberikan transkrip rapat real-time, terjemahan otomatis, dan peredam bising (noise-canceling) berbasis AI.
Selain berbagai keunggulan di atas, Asus menawarkan dukungan perusahaan khusus, termasuk garansi premium hingga tiga tahun yang bahkan mencakup baterai—penawaran unggulan di sektor bisnis.
Asus juga memberikan dukungan layanan khusus untuk pengguna bisnis agar meminimalisir downtime (waktu henti saat laptop rusak).
Dukungan pusat layanan purna jual (service center) yang luas di berbagai kota besar juga memberikan rasa aman bagi konsumen Indonesia.
Baca Juga: Termasuk Asus, Ini 8 Laptop yang Perdana Gunakan Superchip Nvidia RTX Spark




